Current Account: Pengertian, Kondisi, dan Faktor yang Mempengaruhinya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Current account adalah suatu ikhtisar yang mencatat tentang kegiatan ekspor dan impor suatu negara dalam jangka waktu tertentu (umumnya satu tahun).
Melalui current account, suatu negara bisa mengetahui apakah transaksi ekspor dan impor yang dilakukan mengalami kenaikan (surplus), kurang (defisit), atau seimbang (balance).
Tak ayal jika current account menjadi salah satu indikator yang penting dalam mengukur kemampuan ekonomi sebuah negara. Simak penjelasan lebih lanjut seputar current account di bawah ini.
Kondisi Current Account Suatu Negara
Merujuk buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) karya Nana Supriatna, Mamat Ruhimat, dan Kosim, terdapat tiga kondisi current account suatu negara, yaitu:
Surplus/aktif/positif/favorable: Kondisi current account suatu negara bisa dibilang aktif apabila kegiatan ekspor lebih besar daripada impor.
Defisit/pasif/negatif/unfavorable: Jika kegiatan ekspor yang dilakukan lebih kecil daripada impor, maka keadaan current account suatu negara akan menjadi pasif.
Berimbang/balance: Kondisi di mana current account menunjukkan bahwa nilai ekspor sama dengan nilai impor.
Suatu negara tentu lebih menghendaki current account-nya untuk aktif. Apabila current account aktif, perolehan devisa akan terus bertambah, sehingga posisi cadangan devisa dapat meningkat.
Baca juga: Cara Menyusun Neraca Saldo dalam Pembuatan Laporan Keuangan
Faktor yang Mempengaruhi Current Account
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi current account. Dirangkum dari laman The Balance Economy, faktor-faktor tersebut di antaranya sebagai berikut:
1. Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan
Apabila suatu negara mengalami perkembangan ekonomi yang kuat, sudah pasti akan mampu meningkatkan standar dan juga pendapatan masyarakat di dalam negara tersebut.
Dengan begitu, suatu bisnis juga dapat membuat lebih banyak lapangan pekerjaan, sehingga meningkatkan pendapatan dalam negeri. Bila suatu negara mampu memanfaatkan kondisi ini dengan baik, negara tersebut pun akan mampu meningkatkan kegiatan ekspornya.
Agar bisa mendukung suatu negara dalam mendapatkan nilai ekspor yang tinggi, maka negara tersebut bisa meningkatkan permintaan pada barang modal dan juga bahan baku. Hal ini tentu juga akan mampu membantu mendorong perdagangan internasional antarnegara.
2 Nilai Tukar
Faktor selanjutnya yang mempengaruhi keadaan current account adalah nilai tukar. Hal ini dikarenakan dalam kegiatan ekspor impor, maka mata uang yang digunakan sebagai alat tukar haruslah sesuai dengan yang telah disepakati.
Sebagai contoh, Indonesia ingin mengekspor suatu komoditas ke negara lain, maka pebisnis dari Indonesia akan memperoleh pembayaran dalam mata uang lain sesuai dengan kesepakatan yang sebelumnya sudah disepakati, pun begitu juga sebaliknya.
Dengan begitu, siapa saja yang melaksanakan kegiatan impor atau ekspor dalam negeri, maka harus menukarnya mata uang Rupiah dengan mata uang dari negara lain. Sehingga, kegiatan yang menggunakan nilai tukar mata uang ini akan memberikan dampak pada neraca perdagangan.
3. Daya Saing Produk
Faktor selanjutnya adalah daya saing produk, yang mana pada suatu perdagangan akan dilihat dari harga jual dan juga kualitas produk tersebut. Adapun salah satu hal yang mampu mempengaruhi daya saing produk adalah struktur biaya.
(NDA)
