Konten dari Pengguna

Daerah Penghasil Batik di Indonesia, Ini 5 Lokasi Terbesar

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Daerah Penghasil Batik Terbesar di Indonesia. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Daerah Penghasil Batik Terbesar di Indonesia. Foto: Pexels

Daerah penghasil batik di Indonesia tak hanya berada di pulau Jawa. Indonesia memiliki beragam motif batik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan Papua sekalipun.

Batik merupakan salah satu produk budaya berupa karya seni original dari Indonesia. Bahkan batik telah diakui sebagai identitas bangsa Indonesia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009.

Sebagai identitas bangsa, batik tidak hanya diproduksi oleh satu daerah saja. Dikutip dari Batik Tulis Paseban Dalam Makna Visual oleh Rika Nugraha, M.Sn., daerah penghasil batik di Indonesia tersebar di berbagai kota berikut:

  • Jawa Barat, meliputi Sumedang, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Indramayu, Cirebon, dan Kuningan.

  • Jawa Tengah, meliputi Banyumas, Kudus, Demak, Solo, Pekalongan, dan Yogyakarta.

  • Jawa Timur, meliputi Tuban, Gresik, Sidoarjo, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, dan Banyuwangi.

  • Bali

  • Madura

  • Sumatra, meliputi Palembang, Jambi, Lampung, dan Aceh.

  • Papua

5 Daerah Penghasil Batik Terbesar di Indonesia

Batik di Indonesia sangat beragam, setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Begitu juga dengan kelima daerah penghasil batik terbesar di Indonesia yakni Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, dan Madura.

Untuk lebih memahami ciri khas batik dari kelima daerah tersebut, Teguh Prayitno dalam bukunya Mengenal Produk Nasional Batik dan Tenun dan Drs. Subadiyana dalam Buku Siswa Bahasa Indonesia SMA/MA Kelas 10 menjelaskannya dengan lengkap.

Batik Solo

Motif Batik Solo. Foto: Batik.or.id

Batik Solo sangat dipengaruhi oleh adat istiadat dari keraton, sehingga motifnya menggambarkan kesopanan, kelembutan, dan ketenangan. Karenanya, ukuran motif dalam batik Solo cenderung kecil dan berwarna agak kecoklatan. Ragam hias yang digunakan pun perpaduan dari geometris dan non geometris.

Batik Solo juga dipercaya memiliki kekuatan magis. Pemakaian batik Solo disesuaikan dengan derajatnya, karena seseorang akan terangkat karismanya ketika menggunakan batik tersebut.

Batik Yogyakarta

Motif Batik Yogyakarta. Foto: Batik.or.id

Meskipun batik Solo dan Yogyakarta sama-sama dipengaruhi oleh budaya keraton, terdapat perbedaan yang sangat mencolok di dalamnya. Sebab, budaya keraton Yogyakarta dengan keraton Surakarta juga berbeda.

Batik Yogyakarta memiliki ciri khas dengan motif batik yang berukuran besar dan ragam hiasnya berbentuk geometris. Warna yang digunakan pun lebih terang dan bersih seperti putih dan biru. Penggunaan warna hitam dalam batik Yogyakarta tidak menggunakan hitam murni, tetapi hitam yang memiliki warna agak kebiru-biruan.

Beberapa jenis ragam hias yang menjadi ciri khas batik Yogyakarta adalah Batik Kawung, Batik Parang, Batik Nitik, Batik Semen, dan Batik Pinggiran.

Batik Pekalongan

Motif Batik Pekalongan. Foto: Batik.or.id

Batik Pekalongan memiliki ciri khas berupa ragam hias gambar bunga-bunga, daun, ranting, dan burung. Warna yang digunakan sangat terang dan mencolok. Biasanya, batik Pekalongan menggambarkan suasana pertamanan yang riang gembira. Salah satu nama corak batik khas Pekalongan adalah corak batik "Encin".

Corak batik Pekalongan sedikit banyak dipengaruhi oleh budaya Cina. Sebab, lokasi Pekalongan berada di Pesisir pantai dan sering menerima kedatangan pedagang Cina yang berlabuh. Batik Cina identik dengan warna mencolok dan berlambang hewan purba. Inilah yang mempengaruhi batik khas Pekalongan.

Batik Cirebon

Motif Batik Cirebon. Foto: Batik.or.id

Sama seperti Pekalongan, lokasi Cirebon berada di pesisir pantai utara. Sehingga, corak batik khas Cirebon juga sedikit banyak dipengaruhi oleh budaya luar seperti Cina. Dari dua kebudayaan seni Cirebon dan Cina, akhirnya melahirkan motif-motif batik simbol baru yang tidak menampakkan secara jelas gaya kesultanan maupun gaya Cina, mereka bercampur menjadi satu.

Salah satu contoh corak khas batik Cirebon adalah siput urang. Corak ini mencerminkan pengaruh laut, budaya Cirebon, dan budaya Cina.

Batik Madura

Motif Batik Madura. Foto: Batik.or.id

Batik Madura umumnya dikategorikan sebagai batik pesisir. Batik Pesisir seringkali digambarkan sebagai batik yang dihiasi warna-warna yang cerah, berani, serta motif yang dinamis. Warna yang biasa digunakan didominasi oleh warna kuning, hijau, merah, dan biru tua.

Dikutip dari Etnomatematika Budaya Madura oleh Moh Zayyadi, motif khas dari Madura dikenal dengan motif Sekar Jagad yang identik dengan gambar ayam dan burung. Proses pembuatan batik di Madura dikenal dengan batik Gentongan.

Disebut dengan batik Gentongan karena proses pewarnaan batik terlebih dahulu direndam dalam wadah yang mirip gentong. Kekuatan warna batik Gentongan bisa bertahan hingga puluhan tahun.

Pewarna yang digunakan berasal dari ekstrak tumbuhan pilihan alam khas Madura, di antaranya adalah merah yang berasal dari mengkudu dan tingi, hijau yang berasal dari kulit mundu dan tawas, serta biru yang berasal dari daun tarum.

Demikianlah ulasan singkat daerah penghasil batik terbesar di Indonesia. Yuk lestarikan batik, wujud cinta Tanah Air.

(AAG)