Daftar Saham MSCI Indonesia yang Dicoret per Agustus 2026, GOTO hingga BUKA

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perusahaan riset keuangan asal Amerika Serikat (AS), Morgan Stanley Capital International, resmi merilis daftar saham MSCI Indonesia yang dicoret dari indeks global. Keputusan ini akan berlaku efektif pada penutupan perdagangan, Senin, 31 Agustus 2026 mendatang.
Pengumuman yang disampaikan pada Rabu, 12 Agustus 2026 di Jenewa, Swiss tersebut, merupakan bagian dari evaluasi berkala indeks global. Langkah penyesuaian ini berpotensi memengaruhi arah arus modal investor asing dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Daftar Saham MSCI Indonesia
Pada kategori saham berukuran besar (large cap) atau menengah (mid cap) Global Standar Indexes, MSCI menghapus saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Sementara itu, emiten agribisnis PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun status ke Global Small Cap Indexes.
Lebih lanjut, pada kategori berukuran kecil atau Global Small Cap Indexes, MSCI mengeliminasi sembilan emiten Indonesia. Ada lembaga perbankan, penyedia platform perdagangan elektronik (e-commerce), perusahaan energi, media dan hiburan, hingga layanan rumah sakit.
Saham Indonesia dari kategori MSCI Global Small Cap Indexes yang didepak, meliputi PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Intertainment Tbk (FILM), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).
Berikutnya, ada PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR).
Berikut rincian daftar saham MSCI Indonesia yang resmi dikeluarkan mulai penutupan perdagangan pada akhir Agustus 2026:
1. MSCI Global Standar Indexes
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
2. MSCI Global Small Cap Indexes
PT Bank Jago Tbk (ARTO).
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA).
PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA).
PT MD Intertainment Tbk (FILM).
PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).
PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG).
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR).
PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).
Alasan MSCI Mengeluarkan GOTO
Melansir Reuters, nilai pasar GoTo mengalami penurunan drastis dari USD 29 miliar menjadi USD 3,2 miliar. Harga saham perusahaan tersebut bahkan terhenti pada harga dasar Rp50 sejak pertengahan Mei 2026.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran MSCI terkait rendahnya likuiditas yang dapat menyulitkan investor untuk bertransaksi. Oleh karena itu, pembekuan perubahan posisi saham GoTo telah diberlakukan sejak akhir Mei.
Sebelumnya, FTSE Russell juga sudah mengeluarkan GoTo dari seri indeks saham menengah pada Juni 2026. Hal itu terjadi setelah GoTo tercatat di papan pengembangan bursa yang tidak memenuhi kriteria kelayakan FTSE Russell.
Pihak GoTo menjelaskan bahwa pencoretan ini murni persoalan teknis akibat harga saham menyentuh batas bawah dan minimnya volume perdagangan, bukan disebabkan oleh kinerja bisnis. Perusahaan pun terus menjalin komunikasi aktif dengan MSCI untuk peninjauan berkala.
Langkah terhadap GoTo ini sejalan dengan penyesuaian berkala indeks dunia seluruh negara oleh Morgan Stanley Capital International pada Agustus 2026. Dalam evaluasi global tersebut, MSCI menambah 55 perusahaan baru dan menghapus 92 perusahaan.
Baca Juga: Pengumuman MSCI Agustus 2026 Kapan? Cek Jadwalnya
(MDP)
