Daftar UMK Jateng 2024, Begini Simulasinya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Tengah (Jateng) tahun 2024 resmi naik sebesar 4,02 persen. Kenaikan UMP Jateng 2024 ini tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 561/54 Tahun 2023 tanggal 21 November 2023.
Berdasarkan peraturan tersebut, UMP Jawa Tengah dari Rp1.958.169,69 akan naik Rp78.778, sehingga menjadi Rp2.036.947 di tahun 2024. Lantas, berapa Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Jateng 2024? Berikut daftar UMK 2024.
Baca juga: Daftar Lengkap Kenaikan UMP 2024: Tertinggi Sulteng, Aceh Terendah
Daftar UMK Jateng 2024
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah hingga kini masih belum membuat keputusan terkait UMK Jateng 2024. Namun, jika simulasi kenaikan UMK mengikuti UMP yaitu 4,02 persen atau Rp78.778, berikut daftar UMK Jateng 2024:
Kabupaten Cilacap: Rp 2.383.090,46 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.478.890,696
Kabupaten Banyumas: Rp 2.118.123,64 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.203.272,21
Kabupaten Purbalingga: Rp 2.130.980,94 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.216.646,37
Kabupaten Banjarnegara: Rp 1.958.169,69 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.036.888,11
Kabupaten Kebumen: Rp 2.035.890,04 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.126.067,20
Kabupaten Purworejo: Rp 2.043.902,33 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.117.732,82
Kabupaten Wonosobo: Rp 2.076.208,98 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.159.672,58
Kabupaten Magelang: Rp 2.236.776,91 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.326.695,34
Kabupaten Boyolali: Rp 2.155.712,29 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.242.371,92
Kabupaten Klaten: Rp 2.152.322,94 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.238.846,32
Kabupaten Sukoharjo: Rp 2.138.247,70 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.224.205,25
Kabupaten wonogiri: Rp 1.968.448,32 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.047.579,94
Kabupaten Karanganyar: Rp 2.207.443,64 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.296.182,87
Kabupaten Sragen: Rp 1.969.569,00 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.047.579,94
Kabupaten Grobogan: Rp 2.029.569,04 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.111.157,71
Kabupaten Blora: Rp 2 040.080,17 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.122.091,39
Kabupaten Rembang: Rp 2.015.927,08 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.096.967,35
Kabupaten Pati: Rp 2.107.697,11 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.192.426,53
Kabupaten Kudus: Rp 2.439.813,98 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.537.894,50
Kabupaten Jepara: Rp 2.272.626,63 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.363.986,12
Kabupaten Demak: Rp 2.680.421,39 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.788.174,33
Kabupaten Semarang: Rp 2.480.988,00 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.580.723,71
Kabupaten Temanggung: Rp 2.027.569,32 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.109.077,60
Kabupaten Kendal: Rp 2.508.299,90 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.609.133,56
Kabupaten Batang: Rp 2.282.025,72 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.373.763,15
Kabupaten Pekalongan: Rp 2.247.345,90 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.337.689,20
Kabupaten Pemalang: Rp 2.081.783,00 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.165.470,68
Kabupaten Tegal: Rp.2.106.237,58 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.190.908,33
Kabupaten Brebes: Rp. 2.018.836,92 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.099.994,16
30. Kota Magelang: Rp. 2.066.006,64 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.149.060,11
Kota Surakarta: Rp. 2.174.169,00 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.261.570,59
Kota Salatiga: Rp.2.284.179,97 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.376.004,00
Kota Semarang: Rp.3.060.348,78 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 3.183.374,80
Kota Pekalongan: Rp.2.305.822,66 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.398.516,73
Kota Tegal: Rp. 2.145.012,11 jika naik 4,02 persen menjadi Rp 2.231.241,60
(NDA)
