Definisi Subsidiary Ledger, Fungsi, dan Jenis-jenisnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Subsidiary ledger adalah salah satu dokumen yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi dalam perusahaan. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, subsidiary ledger disebut sebagai buku besar pembantu.
Dalam penggunaannya, subsidiary ledger merupakan perpanjangan dari buku besar umum yang mencatat lebih detail dan spesifik mengenai transaksi tertentu. Itulah mengapa pencatatan transaksi dalam buku besar jenis ini disesuaikan berdasarkan satu kategori yang sama.
Buku besar ini juga berisikan informasi tambahan secara rinci mengenai jumlah utang dan piutang yang telah dicatat dalam buku besar utama. Karena itu, subsidiary ledger bisa juga disebut sebagai buku tambahan.
Sumber pencatatan dalam subsidiary ledger adalah segala bukti transaksi yang berakibat pada perubahan nominal akun utang-piutang tersebut. Contoh dari sumber pencatatan keuangan di antaranya faktur, nota, kuitansi dan lain sebagainya.
Fungsi Subsidiary Ledger
Dikutip dari buku Mempersiapkan Pengelolaan Buku Besar susunan Widyawati Budiono, berikut beberapa fungsi dari subsidiary ledger atau buku besar pembantu:
Untuk pencatatan transaksi secara rinci agar memudahkan proses penyusunan laporan keuangan. Tujuannya agar meminimalisasi kesalahan pencatatan dalam buku besar umum.
Untuk dijadikan sebagai pembanding dalam ketelitian pencatatan buku besar umum. Itu karena buku besar pembantu berisi rincian saldo pada buku besar umum.
Untuk mempermudah pencarian informasi mengenai jumlah akun dari pihak terkait.
Untuk menjadi bahan pembagian tugas dalam pengerjaan laporan akuntansi keuangan perusahaan.
Jenis-jenis Subsidiary Ledger
Ada beberapa jenis buku besar pembantu yang dapat digunakan oleh perusahaan dagang, yaitu buku besar pembantu piutang, buku besar pembantu utang, dan buku besar pembantu persediaan barang dagangan.
Berikut masing-masing penjelasannya seperti dirangkum dari buku Ekonomi & Akuntansi: Mengasah Kemampuan Ekonomi terbitan PT Grafindo Media Pratama.
1. Buku Besar Pembantu Piutang (Buku Debitor)
Buku besar pembantu piutang merupakan caratan yang terperinci dari setiap piutang berdasarkan nama pelanggan (debitor). Sumber pencatatan ke dalam buku besar pembantu piutang, selain dari bukti-bukti transalsi juga berasal dari jurnal khusus. Pada buku besar pembantu piutang biasanya saldo normalnya berada di sisi debet.
2. Buku Besar Pembantu Utang (Buku Kreditor)
Buku besar pembantu utang merupakan catatan yang terperinci dari utang utang berdasarkan nama pemasok (kreditor). Pada buku besar pembantu utang, biasanya saldo normalnya berada di sisi kredit.
3. Buku Besar Pembantu Persediaan Barang Dagangan
Buku persediaan barang dagangan merupakan catatan yang terperinci mengenai jenis dan jumlah persediaan barang dagangan yang dimiliki oleh perusahaan. Catatan persediaan barang dagangan ini biasanya disebut juga kartu persediaan.
Dari buka persediaan barang dagangan ini akan diketahui jenis barang dan kuantitasnya, sehingga bisa dilakukan pengendalian antara kartu persediaan dengan pemeriksaan secara fisik.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan subsidiary ledger?

Apa yang dimaksud dengan subsidiary ledger?
Buku besar pembantu atau subsidiary ledger adalah perpanjangan dari buku besar umum yang mencatat lebih detail dan spesifik mengenai transaksi tertentu.
Apa saja yang termasuk buku besar pembantu?

Apa saja yang termasuk buku besar pembantu?
Ada beberapa jenis buku besar pembantu yang dapat digunakan oleh perusahaan dagang, yaitu buku besar pembantu piutang, buku besar pembantu utang, dan buku besar pembantu persediaan barang dagangan.
Apa fungsi dari buku besar pembantu?

Apa fungsi dari buku besar pembantu?
Salah satu fungsi buku besar pembantu adalah untuk pencatatan transaksi secara rinci agar memudahkan proses penyusunan laporan keuangan. Tujuannya agar meminimalisasi kesalahan pencatatan dalam buku besar umum.
