Denda BPJS Kesehatan Jika Telat Bayar Iuran, Ini Cara Menghitungnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
Konten dari Pengguna
14 Januari 2022 16:58
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Denda BPJS Kesehatan Jika Telat Bayar Iuran, Ini Cara Menghitungnya (482266)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi denda BPJS Kesehatan. Foto: bpjs-kesehatan.go.id.
Telat membayarkan iuran BPJS Kesehatan akan dikenakan sanksi dan denda sesuai dengan ketentuan pemerintah. Lantas berapa dan bagaimana cara menghitung denda BPJS Kesehatan jika mempunyai tunggakan? Simak simulasi perhitungannya di bawah ini.
ADVERTISEMENT
Layanan BPJS Kesehatan bisa dimiliki setiap penduduk Indonesia. Badan Pengelola Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) memberi jaminan sosial dalam bidang kesehatan secara nasional. Menyadur laman bpjs-kesehatan.go.id, premi BPJS Kesehatan adalah iuran kesehatan yang wajib dibayarkan oleh peserta setiap bulannya.
Pembayaran iuran BPJS Kesehatan paling lambat pada tanggal 10 setiap bulannya. Lantas berapa denda jika telat membayar BPJS Kesehatan? Berikut jawabannya.

Besaran Denda Iuran BPJS Kesehatan

Berdasarkan ketentuan BPJS Kesehatan, pembayaran iuran BPJS Kesehatan mandiri untuk setiap kelasnya paling lambat yaitu tanggal 10 (sepuluh) setiap bulan.
Apabila melebihi tanggal tersebut, sesuai Peraturan Presiden No 64 Tahun 2020 maka peserta dikenakan denda pelayanan sebesar 5% dari biaya diagnosis awal pelayanan kesehatan rawat inap dikalikan dengan jumlah bulan tertunggak, yaitu dengan ketentuan berikut:
ADVERTISEMENT
  • Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 (dua belas) bulan.
  • Besaran denda paling tinggi Rp 30.000.000,00.
  • Jika peserta menunggak selama 2 bulan dan dalam jangka waktu 45 hari setelah pelunasan peserta tidak menjalani rawat inap. Maka, ia hanya perlu melunasi tunggakan 2 bulan ke belakang supaya BPJS aktif.
  • Jika sebelum 45 hari setelah pelunasan melakukan rawat inap maka wajib membayar denda 5% dari biaya rawat inap dikali jumlah bulan telat iuran.

Rumus= 5% x biaya kesehatan x jumlah bulan tertunggak

Contoh= Budi terlambat membayar iuran selama 2 bulan dan sudah melunasi. Namun 10 hari setelah pelunasan Budi masuk rumah sakit dan harus rawat inap yang menghabiskan biaya 6 juta. Maka Budi harus membayar denda sebesar 5% x 6 juta x 2= Rp 600.000

ADVERTISEMENT
  • Bagi Peserta PPU pembayaran denda pelayanan ditanggung oleh pemberi kerja.
Denda BPJS Kesehatan Jika Telat Bayar Iuran, Ini Cara Menghitungnya (482267)
zoom-in-whitePerbesar
Perawat menata tempat tidur di ruang rawat inap kelas tiga Gedung Perawatan Blok 3 RSUD Kota Bogor. Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Iuran BPJS Kesehatan

Jumlah iuran BPJS Kesehatan mandiri yang perlu dibayar per bulannya diatur dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020.
  • Iuran peserta BPJS Kesehatan kelas I sebesar Rp 150.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.
  • Iuran peserta BPJS kelas II sebesar Rp 100.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II.
  • Iuran peserta BPJS kelas III sebesar Rp 25.500 (Rp 42.000 dikurangi subsidi Pemerintah Rp 16.500) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III.
Namun, untuk tahun 2021 dan seterusnya terdapat perubahan rincian iuran yang perlu dibayar. Pemerintah mengurangi pemberian subsidi menjadi sebesar Rp 7.000 untuk iuran peserta mandiri kelas III per 1 Januari 2021 dan seterusnya. Lebih lengkapnya yaitu sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
  • Iuran Kelas I sebesar Rp 150.000
  • Iuran Kelas II sebesar Rp 100.000
  • Iuran Kelas III sebesar Rp 35.000.
Khusus untuk peserta BPJS kelas III, iuran per bulannya pada tahun 2021 naik sebesar Rp 9.500 rupiah.
Dengan membayar iuran tersebut, peserta BPJS Kesehatan dapat menggunakan beberapa fasilitas kesehatan secara gratis. Fasilitas tersebut bisa berupa rumah sakit, klinik, puskesmas, praktik dokter, sampai praktik dokter gigi. Fasilitas BPJS diberikan secara bertahap, yakni:
  • Fasilitas Kesehatan Tahap Satu: tempat pertama yang didatangi untuk berobat, berupa klinik, puskesmas, atau dokter umum.
  • Fasilitas Kesehatan Tahap Dua: tempat yang didatangi berdasarkan rujukan faskes tingkat satu, berupa dokter spesialis.
  • Fasilitas Kesehatan Tahap Tiga / Lanjutan: tempat yang didatangi berdasarkan rujukan faskes tingkat dua, berupa dokter sub-spesialis.
ADVERTISEMENT
Membayar sejumlah iuran kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan adalah sebuah kewajiban. Namun, seringkali terjadi tunggakan karena keterlambatan pembayaran, sehingga kamu perlu secara berkala memonitor besaran tagihan BPJS Kesehatan yang harus dibayarkan.
Cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan
Lalu, bagaimana cara cek tagihan BPJS dengan mudah dan praktis? Simak penjelasan berikut ini.
1. Melalui website resmi BPJS Kesehatan
Membuka website resmi BPJS Kesehatan bisa jadi salah satu cara cek tagihan BPJS Kesehatan kamu.
  1. Cukup gunakan ponsel atau laptop, lalu masuk ke laman daftar.bpjs-kesehatan.go.id/bpjs-checking/.
  2. Setelah memasuki laman website isilah data yang diminta, yaitu nomor kartu peserta yang berjumlah 13 digit, tanggal lahir, dan angka validasi dengan sesuai.
  3. Setelah itu klik atau tekan tombol “Cek” dan nantinya akan terlihat rincian data seperti nama peserta, nomor peserta, tagihan, denda, sampai total tagihan.
ADVERTISEMENT
2. Melalui SMS Gateway
  1. Tagihan BPJS Kesehatan bisa kamu cek juga melalui SMS dengan cara ketik TAGIHAN(spasi)Nomor Kartu BPJS Kesehatan dan kirim ke 08777-5500-400.
  2. Contoh format pesan: TAGIHAN 0001254376388
  3. Nantinya kamu akan mendapat SMS balasan yang berisikan informasi seputar tagihan BPJS, beserta denda yang perlu dibayar apabila ada.
3. Melalui Aplikasi Handphone
BPJS juga memiliki aplikasi bernama Mobile JKN. Aplikasi ini memungkinkan kamu untuk mengakses informasi yang cukup lengkap seputar layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
  1. Pertama-tama unduh terlebih dahulu aplikasi Mobile JKN di ponsel kamu.
  2. Selanjutnya, lakukan registrasi dan login akun BPJS Kesehatan kamu.
  3. Kemudian kamu bisa pilih menu Tagihan, lalu Premi.
Demikian informasi mengenai denda iuran BPJS Kesehatan dan cara cek tagihan BPJS Kesehatan tanpa perlu datang ke kantor BPJS. Informasi selengkapnya bisa diperoleh melalui call center BPJS Kesehatan di 1500400 atau mengunjungi situs www.bpjs-kesehatan.go.id. Semoga bermanfaat!
ADVERTISEMENT
(SRS)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020