Konten dari Pengguna

Executive Summary, Serba-serbi Ringkasan Bisnis untuk Tarik Investor

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membuat executive summary. Dok: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membuat executive summary. Dok: Pexels

Dalam bidang bisnis perusahaan, ada yang disebut dengan executive summary atau ringkasan eksekutif. Executive summary berisi seputar ringkasan rencana bisnis yang akan dijalankan.

Fungsi dari executive summary cukup penting bagi pengenalan atau pemasaran perusahaan, misalnya pengenalan bisnis kepada investor agar tertarik untuk berinvestasi di perusahaan yang dimiliki.

Executive summary tidak sama dengan perencanaan bisnis (business plan). Agar lebih memahaminya, simak penjelasan berikut.

Pengertian Executive Summary

Sebagaimana dikutip dari laman situs Bplans, executive summary merupakan suatu ringkasan terkait perencanaan bisnis yang ingin kamu utarakan kepada orang lain. Sehingga, bisa dikatakan bahwa ringkasan eksekutif ini merupakan poin-poin penting yang ingin ditonjolkan dari business plan.

Berdasarkan laman Corporate Finance Insitute, tujuan utama dari dibuatnya excutive summary adalah untuk meringkas rencana bisnis agar terlihat lebih singkat dan cepat untuk dipahami.

Ilustrasi menyusun executive summary. Foto: Shutter Stock

Hal-Hal yang Perlu Dicantumkan dalam Executive Summary

Meskipun disebut sebagai ringkasan, tetapi dalam executive summary terdapat beberapa hal penting yang perlu dicantumkan agar investor lebih tertarik untuk menjadi pemodal bisnis kamu. Hal-hal penting tersebut antara lain:

  • Permasalahan

  • Solusi

  • Tim

  • Segmentasi pasar

  • Kompetitor

  • Keuangan

  • Pencapaian

1. Permasalahan

Dalam executive summary, kamu perlu mencantumkan apa saja permasalahan yang calon customer kamu keluhkan. Ide atau produk bisnis kamu harus bisa menjadi pemecah masalah dari apa yang dikeluhkan para calon customer nanti.

2. Menyediakan Solusi

Apabila sudah menjelaskan apa permasalahan calon customer yang sudah diidentifikasi dengan baik, selanjutnya tentu saja adalah menjelaskan solusi dari setiap permasalahan dari customer nantinya. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, produk kamu harus bisa menjadi solusi dari permasalahan customer.

3. Menjelaskan Tim

Dalam suatu produksi, sudah pasti ada tim di baliknya. Tim yang kompeten dan mumpuni akan menghasilkan produk yang baik. Sehingga, kamu perlu memiliki tim seperti demikian dan menjelaskannya secara terang dalam executive summary.

4. Segmentasi Pasar

Kamu perlu merincikan segmentasi pasar dari bisnis kamu dengan jelas dalam executive summary. Sejauh ini terdapat dua model utama dalam bisnis, yaitu bisnis yang didorong pasar (market driven) dan bisnis yang mendorong pasar (market driver).

5. Pesaing

Suatu bisnis yang baik perlu mengenali siapa saja pesaing atau kompetitornya. Kamu perlu melakukan riset mendalam untuk menentukan siapa saja kompetitor bisnis kamu yang tepat. Selanjutnya kenali dan pahami kelemahan-kelemahan yang dimiliki pesaing tersebut. Hal ini akan membuat bisnis kamu terlihat lebih siap dan terencana.

6. Keuangan

Keuangan merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh investor. Jika keuangan perusahaan kamu tidak jelas dan pengelolaannya tidak baik, tentu saja investor akan ragu untuk menaruh modal yang dimiliki ke bisnis kamu.

7. Pencapaian (Traction)

Dalam executive summary, menuliskan pencapaian yang telah perusahaan kamu raih dapat menjadi pendukung. Sebaiknya, kamu memiliki purwarupa dari bisnismu. Jika kamu menjalankan pemasaran digital, sebaiknya kamu memiliki fanbase, subscribers, atau jumlah pengunjung website bisnis kamu.

(AMP)