Konten dari Pengguna

Flotation Cost: Pengertian, Contoh Perhitungan, Keuntungan, dan Kekurangannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi flotation cost. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi flotation cost. Foto: Unsplash

Flotation cost adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan saat menerbitkan sekuritas baru. Biaya tersebut dapat berupa biaya audit, biaya hukum, biaya akuntansi, bagian bank investasi dari penerbitan, dan biaya untuk mencatatkan sekuritas ke bursa.

Kisaran rata-rata flotation cost untuk menerbitkan saham biasa adalah minimum 2% dan maksimum 8%. Setelah flotation cost ditentukan oleh perusahaan, biaya tersebut dimasukkan ke dalam harga akhir sekuritas yang diterbitkan.

Flotation cost tersebut pun nanti akan dinyatakan sebagai persentase dari harga penerbitan. Analis berpendapat bahwa flotation cost tersebut harus disesuaikan dari arus kas masa depan agar tidak melebih-lebihkan biaya modal selamanya.

Contoh Perhitungan Flotation Cost

Ilustrasi menghitung flotation cost. Foto: Unsplash

Flotation cost dinyatakan sebagai persentase dari harga penerbitan dan dimasukkan ke dalam harga saham baru sebagai pengurangan. Agar semakin paham dengan flotation cost, berikut contoh perhitungannya yang dikutip dari laman Investopedia.

Perusahaan A sedang membutuhkan modal, karenanya ia memutuskan untuk mengumpulkan $100 juta dalam bentuk saham biasa seharga $10 per saham. Bankir investasi menerima 7% dari dana yang terkumpul.

Perusahaan A kemudian membayar $1 dividen per saham tahun depan dengan harapan dapat meningkatkan dividen sebesar 10% di tahun berikutnya. Dengan menggunakan variabel-variabel tersebut, biaya ekuitas baru dapat dihitung dengan persamaan berikut:

($1 / ($10 * (1-7%)) + 10% = 20,7%.

Jika analis mengasumsikan tidak ada biaya flotasi, jawabannya adalah biaya ekuitas yang ada. Biaya ekuitas yang ada dihitung dengan rumus berikut:

($1 / ($10 * (1-0%)) + 10% = 20,0%.

Selisih antara biaya ekuitas baru dan biaya ekuitas yang ada adalah flotation cost, yaitu (20,7-20,0%) = 0,7%. Dengan kata lain, flotation cost meningkatkan biaya penerbitan ekuitas baru sebesar 0,7%.

Baca juga: Cost of Goods Sold: Pengertian, Tujuan, dan Unsur-unsur Pembentuknya

Keuntungan Flotation Cost

Ilustrasi flotation cost. Foto: Unsplash

Perusahaan publik bisa mendapatkan berbagai manfaat dengan adanya flotation cost. Berikut beberapa keuntungan dari flotation cost, dinukil dari laman CFA Journal.

  • Mengizinkan perusahaan memberikan insentif tambahan kepada karyawan dengan menawarkan opsi saham. Insentif ini meningkatkan motivasi dan keterikatan kerja pekerja.

  • Untuk mengembangkan bisnis memberikan akses ke modal baru.

  • Dengan penggunaan saham yang dikutip, ini memberikan peluang yang signifikan bagi bisnis untuk melakukan akuisisi.

  • Ini meningkatkan profil perusahaan dan membangun kepercayaan di antara pemasok dan pelanggan.

Kekurangan Flotation Cost

Ilustrasi flotation cost. Foto: Unsplash

Mengutip situs WallStreetMojo, beberapa analis berpendapat bahwa flotation cost termasuk dalam biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) perusahaan. Hal ini menyiratkan bahwa flotation cost adalah biaya berkelanjutan, dan selamanya melebih-lebihkan biaya modal perusahaan.

Pada kenyataannya, perusahaan cukup membayar flotation cost sebanyak satu kali setelah menerbitkan ekuitas baru. Untuk mengimbangi hal ini, beberapa analis harus menyesuaikan arus kas perusahaan mengenai flotation cost.

Hal tersebut perlu dilakukan oleh para analis karena flotation cost dapat mengakibatkan beberapa kerugian, di antaranya sebagai berikut:

  • Perusahaan terbuka diharuskan untuk memenuhi peraturan dan kebijakan tambahan dan diharuskan untuk menjaga standar perusahaan seperti transparansi dan pengumuman mengenai perkembangan keuangan baru.

  • Karena ada ketidakpastian dalam perekonomian, situasi pasar saham dan karena fluktuasi pasar bisnis mungkin menjadi rentan.

  • Dalam proses menjalankan perusahaan Anda perlu menjaga kepentingan pemegang saham, untuk mendapatkan pengembalian dari modalnya, terkadang perusahaan mungkin berbeda dari tujuan mereka sendiri.

  • Ada kemungkinan selama proses flotasi para manajer teralihkan dari menjalankan bisnis karena mereka harus berurusan dengan investor sesudahnya.

  • Beberapa analis percaya bahwa biaya modal perusahaan selalu dilebih-lebihkan karena flotation cost yang sedang berlangsung.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan flotation cost?

chevron-down

Flotation cost atau biaya flotasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan saat menerbitkan sekuritas baru.

Apa saja yang termasuk dalam flotation cost?

chevron-down

Flotation cost dapat berupa biaya audit, biaya hukum, biaya akuntansi, bagian bank investasi dari penerbitan, dan biaya untuk mencatatkan sekuritas ke bursa.

Berapa kisaran flotation cost untuk menerbitkan sekuritas baru?

chevron-down

Kisaran rata-rata flotation cost untuk menerbitkan saham biasa adalah minimum 2% dan maksimum 8%.