Konten dari Pengguna

Food Cost: Pengertian dan Cara Menghitung Persentasenya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Food Cost. Foto: Unsplash.com/Jay Wennington
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Food Cost. Foto: Unsplash.com/Jay Wennington

Food cost adalah rasio antara bahan dalam persediaan makanan dan pendapatan yang dihasilkan bahan-bahan tersebut saat makanan itu dijual.

Untuk mengetahui informasi seputar food cost lebih lanjut, simak juga pengertian dan cara hitungnya di artikel Berita Bisnis berikut ini.

Daftar isi

Pengertian Food Cost

Ilustrasi Food Cost. Foto: Pexels.com/Uriel Mont

Mengutip linkedin.com, food cost atau biaya makanan adalah rasio biaya bahan makanan (persediaan makanan) dan pendapatan yang dihasilkan bahan makanan tersebut saat makanan itu dijual (penjualan makanan).

Sederhananya, food cost adalah biaya produksi yang diperlukan suatu restoran untuk mengolah suatu bahan makanan menjadi hidangan yang akan dijual.

Food cost hampir selalu dinyatakan dalam bentuk persentase atau dikenal sebagai persentase food cost. Merujuk budgetbranders.com, persentase food cost adalah cara untuk menentukan berapa banyak keuntungan yang dihasilkan suatu restoran dari setiap hidangan.

Sebagai contoh, sebuah restoran menjual ikan bakar seharga Rp60.000 dengan bahan-bahan (ikan, kecap, cabai, mentega, dan lainnya). Maka harga yang ditetapkan restoran tersebut lebih dari Rp60.000 untuk mendapatkan keuntungan.

Menurut get.popmenu.com, mengetahui persentase food cost menjadi sangat penting bagi restoran karena ini adalah salah satu indikator utama untuk mengetahui profitabilitas di sebuah restoran.

Cara Menghitung Persentase Food Cost

Ilustrasi Food Cost. Foto: Pexels.com/Erik Scheel

Secara sederhana, berikut rumus untuk menghitung persentase food cost, yakni:

Persentase Food Cost = ((Nilai Persediaan Awal + Pembelian) - Persediaan Akhir) : Total Penjualan Makanan

Berikut penjelasannya untuk tiap variabel:

  1. Nilai persediaan awal: nilai dari persediaan yang dibeli pada awal belanja (awal minggu).

  2. Pembelian: nilai dari persediaan yang dibeli sepanjang minggu dan bukan merupakan bagian dari persediaan awal.

  3. Persediaan akhir: nilai dari persediaan yang tersisa di akhir minggu.

  4. Total penjualan makanan: nilai dari penjualan selama seminggu.

Contoh Perhitungam

Berikut contoh perhitungan yang dikutip lightspeedhq.com:

Restoran Burger Bar ingin mengetahui persentase food cost restorannya. Nilai persediaan awal sebesar Rp50.000.000, pembelian bahan lainnya Rp10.000.000. Restoran Burger ternyata memiliki nilai persediaan akhir sebesar Rp70.000.000 dan mendapatkan total penjualan makanan sebesar Rp30.000.000.

Penyelesaian:

  • Nilai persediaan awal = Rp50.000.000

  • Pembelian = Rp30.000.000

  • Nilai persediaan akhir = Rp70.000.000

  • Total penjualan makanan = Rp40.000.000

maka,

  1. Persentase biaya makanan = ((Rp50.000.000 + Rp30.000.000 - Rp70.000.000) : Rp40.000.000

  2. Persentase biaya makanan = 80.000.000 - 70.000.000 : 40.000.000

  3. Persentase biaya makanan = 10.000.000 : 40.000.000

  4. Persentase biaya makanan = 0,25 atau 25%

Persentase biaya makanan restoran Burger Bar adalah 25%, yang berarti 25% dari pendapatan mereka digunakan untuk membayar bahan makanan.

(MQ)

  1. Mengapa persentase food cost sangat penting bagi bisnis?

Karena persentase food cost adalah salah satu indikator utama untuk mengetahui profitabilitas di sebuah restoran.

  1. Apa itu persentase food cost?

Cara untuk menentukan berapa banyak keuntungan yang dihasilkan suatu restoran dari setiap hidangan.

  1. Apa rumus persentase food cost?

Persentase Food Cost = ((Nilai Persediaan Awal + Pembelian) - Pembelian Akhir) : Total Penjualan Makanan