Konten dari Pengguna

Format Stock Opname Excel yang Perlu Kamu Ketahui

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pembuatan Stock Opname. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pembuatan Stock Opname. Foto: Pexels

Salah satu hal yang krusial dalam bisnis jual beli adalah perencanaan stok. Perencanaan stok yang baik akan berimbas baik pula pada kegiatan jual beli.

Stock opname merupakan salah satu bentuk kegiatan perhitungan persediaan stok barang di gudang sebelum dijual. Kegiatan ini memang cukup menyita waktu, karena kamu akan memeriksa dan melakukan perhitungan barang yang ada di dalam gudang secara langsung.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas terhadap persediaan dan kondisi barang yang disimpan oleh perusahaan. Tak hanya itu, stock opname perlu dilakukan untuk menghindari adanya permainan stok oleh karyawan.

Secara umum, stock opname disusun sebagai berikut:

  • Kode barang

  • Nama barang

  • Satuan

  • Harga jual

  • Harga pokok

  • Persediaan awal

  • Penjualan

  • Pembelian (barang masuk)

  • Persediaan akhir

  • Persediaan di gudang

  • Selisih

  • Keterangan

Contoh Pembuatan Stock Opname di Excel

Contoh Stock Opname Excel. Dok: Istimewa

Rumus dalam Membuat Stock Opname

  1. Rumus untuk kolom "Nilai Persediaan Awal" = harga pokok x jumlah persediaan awal.

  2. Rumus untuk kolom " Nilai Penjualan" = harga jual satuan x jumlah penjualan.

  3. Rumus untuk kolom "Barang Masuk" = harga pokok x jumlah barang masuk.

  4. Rumus untuk kolom "Jumlah Persediaan Akhir" = jumlah persediaan awal - jumlah penjualan + jumlah barang masuk.

  5. Rumus untuk kolom "Nilai Persediaan Akhir" = harga pokok x jumlah persediaan akhir.

  6. Rumus untuk kolom "Nilai Persediaan Gudang" = harga pokok x jumlah persediaan gudang.

Setelah kamu selesai menginput data yang diperlukan serta mengaplikasikan rumus tersebut dalam Excel, selanjutnya kamu harus melakukan pencocokan data dengan mengikuti cara berikut ini.

Pencocokan Data

  1. Cocokkan data jumlah persediaan akhir dengan persediaan gudang. Jika terjadi selisih baik itu minus ataupun plus, masukkan data tersebut ke kolom selisih.

  2. Kalikan Jumlah selisih dengan harga pokok untuk mengetahui nilai selisih barang.

  3. Bila hasil perhitungan tersebut minus (-), berarti terjadi selisih kurang. Sebaliknya, bila hasilnya plus (+), berarti terjadi selisih lebih. Data yang benar adalah yang selisihnya 0.

Langkah selanjutnya setelah proses penghitungan ialah menulis keterangan bila menemukan selisih lebih ataupun kurang. Keterangan yang ditulis dapat berupa alasan mengapa terjadi selisih tersebut. Bila pada akhirnya telah dilakukan pembenaran, maka ubah data sehingga selisih menjadi nol. Jangan lupa hapus juga data keterangan untuk produk dengan selisih nol.

Itu dia format stock opname dalam Excel yang perlu kamu ketahui, supaya bisnis milikmu berjalan lancar. Semoga bermanfaat!

(AAG)