Konten dari Pengguna

Fungsi Rasio Keuangan sebagai Alat Analisis Kinerja Perusahaan

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perhitungan rasio keuangan. Sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perhitungan rasio keuangan. Sumber: Pixabay

Fungsi rasio keuangan sangat penting bagi keuangan perusahaan, baik bagi pihak manajemen maupun investor atau kreditor. Dari rasio keuangan maka dapat dilihat seberapa baik kinerja perusahaan dari segi keuangan dan semacamnya. Bagi Anda yang belum tahu seputar pengertian serta fungsi rasio keuangan selengkapnya, berikut kami rangkum penjelasannya.

Pengertian Rasio Keuangan

Dalam Jurnal Bina Ekonomi Vol. 1 No. 2 oleh Christine Winstinindah Sandroto, dijelaskan bahwa rasio keuangan adalah alat analisis untuk menginterpretasikan laporan keuangan, memberikan dasar bagi penilaian surat-surat berharga, dan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan.

Biasanya, data-data yang diperoleh untuk menghitung rasio keuangan berasal dari balance sheet dan income statement. Rasio keuangan yang diperoleh nantinya dianalisis dan digunakan sebagai pembanding kinerja perusahaan atau status suatu perusahaan dengan perusahaan lain atau perusahaan itu sendiri dalam periode tertentu.

Rasio keuangan dikelompokkan dalam empat kategori, yaitu

- liquidity ratios (rasio likuiditas)

- activity ratios (rasio aktivitas)

- debt ratios (rasio utang)

- profitability ratios (rasio profitabilitas).

Rasio likuiditas, aktivitas, dan utang mengukur risiko, sedangkan rasio profitabilitas mengukur return perusahaan.

Fungsi Rasio Keuangan

Fungsi secara umum dan utamanya dari rasio keuangan di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai indikator kinerja dan bahan evaluasi perusahaan.

  2. Untuk pertimbangan seseorang ketika hendak melakukan investasi pada saham suatu perusahaan.

  3. Sebagai indikator apakah suatu perusahaan tersebut merupakan tempat berinvestasi yang bagus.

  4. Sebagai bahan pertimbangan investor untuk melakukan pembandingan keuangan antarperusahaan.

  5. Acuan menentukan besar pajak yang dibebankan perusahaan pada pemerintah.

  6. Untuk menentukan tingkat keuntungan yang wajar dari suatu perusahaan.

  7. Untuk menentukan seberapa besar tingkat kekuatan keuangan pesaing.

  8. Untuk menganalisis tren kinerja pada perusahaan dan membantu manajemen, kreditur, atau investor dalam mengambil keputusan.

(AMP)