Gaji Magang di Jepang, Syarat, dan Tahapan Seleksinya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak masyarakat Indonesia yang tertarik untuk mengikuti program magang di Jepang. Salah satu alasannya karena gaji magang di Jepang terbilang besar. Selain tidak membutuhkan gelar yang tinggi, lulusan SMA/SMK juga berkesempatan untuk magang di Jepang.
Sejak 1993, Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia telah menjalin kerja sama dengan The International Manpower Development Organization Japan (IM Japan). Dengan begitu, masyarakat Indonesia bisa merasakan magang di Jepang.
Syarat Administrasi Magang di Jepang
Berdasarkan informasi yang dituliskan dalam laman Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, berikut adalah beberapa syarat agar bisa magang di Jepang:
Fotokopi KTP, KK, kartu pencari kerja, akta kelahiran
Fotokopi ijazah SD, SMP, SMA/SMK
Fotokopi rapor SLTA (SMA/SMK)
Surat permohonan yang ditujukan ke Disnakertrans
Pasfoto berwarna ukuran 4x6 dan 3x4 masing-masing 7 lembar
Seluruh surat pernyataan yang ditentukan
Surat keterangan sehat dari dokter pemerintah
Surat rekomendasi dari kepala kelurahan
Fotokopi sertifikat kursus keterampilan di bidang teknik minimal 160 JPL dari BLK atau pengalaman kerja minimal 6 bulan bagi lulusan SMA dan SMK non-teknik
Foto dengan ukuran dekat terdiri dari seluruh anggota keluarga, rumah tampak depan, kiri, kanan, dan jalan di depan rumah.
Baca juga: Gaji Magang Bakti BCA Beserta Syarat dan Cara Daftar Programnya
Gaji Magang di Jepang
Pada dasarnya, besaran gaji magang di Jepang berbeda-beda tergantung masa kerja. Adapun program magang di Jepang dilaksanakan selama 3-5 tahun.
Dikutip dari www.magangjepang.net, gaji magang di Jepang sekitar 80.000 Yen atau sekitar Rp8 juta per bulan. Nominal gaji ini biasanya berlaku pada bulan pertama magang.
Kemudian pada bulan ke-2 sampai dengan ke-24, gaji magang di Jepang adalah 90.000 Yen atau sekitar Rp9.000.000 per bulan. Mulai bulan ke-2 sampai 24 bulan peserta magang diperbolehkan lembur.
Selanjutnya bulan ke-25 sampai dengan ke-36 peserta magang di Jepang sekurang-kurangnnya mendapat gaji 100.000 Yen atau sekitar Rp10.000.000 per bulan.
Tahap Seleksi Magang di Jepang
Selain mengetahui gaji magang di Jepang, kamu perlu menyiapkan semua tahap dengan baik, agar bisa lolo seleksi. Lebih lanjut, simak tahapan seleksi magang di Jepang berikut ini.
Seleksi administrasi oleh petugas Disnakertrans saat mendaftar.
Tes matematika dasar, tes ini dilakukan oleh tim pusat IM Japan. Calon peserta akan mengerjakan 20 soal dalam waktu 15 menit.
Tes kesamaptaan tubuh (TKJ), meliputi tinggi badan minimal 160 cm dan berat badan minimal 50 kg. Tidak cacat tubuh, organ tubuh, bertato, dan bertindik.
Tes kesehatan fisik, yakni dengan lari 3.000 meter dalam waktu 15 menit, lalu push up 35 kali dan sit up 25 kali.
Tes wawancara untuk mengukur performance, wawasan, pengetahuan umum, kemampuan verbal, pemahaman program, dan pengecekan berkas asli.
Medical check up tahap 1 di rumah sakit, klinik, dan laboratorium yang disahkan Kemenaker RI dan IM Japan. Pengecekan meliputi pemeriksaan darah, urin, mata, feses, paru-paru, narkoba, dan HIV/AIDS.
Pembekalan bahasa dan budaya Jepang di daerah masing-masing dengan kursus dan biaya sendiri.
Tes bahasa Jepang untuk mengetahui keahlian bahasa Jepang peserta melalui hiragana, katakana, kata benda, kata kerja, dan kata sifat.
Pelatihan pra pemberangkatan tahap 1 yang dilakukan di Dinas Provinsi selama 2 bulan 10 hari. Pada tahap ini biaya ditanggung Kemnaker RI.
Medical check up tahap 2, bagi peserta yang lulus medical check up tahap 1 akan lanjut cek medis di tahap 2.
Pelatihan pra-pemberangkatan tahap 2 yang dilaksanakan di BBPPK & PKK Lembang, Jawa Barat. Durasi pelatihan selama 2 bulan 2 minggu dan biaya ditanggung Kemnaker RI.
Pengurusan paspor dan visa dengan masa berlaku 5 tahun.
(NDA)
