Indikator Penilaian Kinerja, Ini Kategorinya Menurut Para Ahli

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penilaian kinerja merupakan kegiatan untuk menilai hasil kerja, mengukur kemampuan, evaluasi pencapaian, dan pertumbuhan dari potensi karyawan. Ada beragam indikator penilaian kinerja yang bisa diterapkan perusahaan untuk menilai kemampuan karyawannya.
Dijelaskan dalam Journal of Applied Business and Economics Volume 3 Nomor 3 oleh Eko Setiobudi, penilaian kinerja berfungsi untuk mengidentifikasi, mengobservasi, mengukur, mendata, dan melihat kekuatan serta kelemahan dari karyawan dalam melakukan pekerjaan.
Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu melaksanakan penilaian kinerja yang konsisten agar lebih mudah mengetahui kondisi sumber daya manusia (SDM) di dalamnya.
Penilaian kinerja tentunya tidak hanya bermanfaat untuk membantu karyawan lebih produktif bekerja, tapi juga dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
Indikator Penilaian Kinerja
Pada dasarnya, tidak ada ketetapan yang mengatur dengan pasti berapa jumlah kategori indikator yang digunakan pada penilaian kinerja. Hal ini dikarenakan kompleksitas pekerjaan setiap departemen atau organisasi memiliki tingkat yang beragam.
Apabila manajemen memutuskan untuk menggunakan butir-butir indikator penilaian kinerja yang banyak, maka belum tentu hasilnya lebih baik daripada menggunakan indikator yang lebih sedikit.
Selain membingungkan, hal ini bisa menyebabkan indikator yang digunakan menjadi tidak jelas dan ambigu, sehingga hasil penilaian kurang bermanfaat.
Namun demikian, menggunakan indikator kinerja yang terlalu sedikit juga dapat menyebabkan penilaian menjadi tidak terarah dan tidak menyeluruh ke setiap aspek pekerjaan.
Maka dari itu, manajemen harus mampu menyusun sejumlah butir indikator yang tepat guna dan mewakili berbagai aspek kinerja yang menjadi penilaian. Para ahli pun bahkan memiliki kategori indikator penilaian kinerja masing-masing.
Merujuk buku Manajemen Sumber Daya Manusia (Tinjauan Strategis Berbasis Kompetensi) - Jilid 2 karya Ahmad Bairizki, berikut enam kategori indikator penilaian kinerja menurut Moeheriono:
Efektif, indikator ini mengukur derajat kesesuaian output yang dihasilkan dalam mencapai sesuatu yang diinginkan.
Efisien, indikator ini mengukur derajat kesesuaian proses menghasilkan output dengan menggunakan biaya serendah mungkin.
Kualitas, indikator ini mengukur derajat kesesuaian antara kualitas produk atau jasa yang dihasilkan dengan kebutuhan dan harapan konsumen.
Ketepatan waktu, indikator ini mengukur apakah pekerjaan telah diselesaikan secara benar dan tepat waktu. Untuk itu, diperlukan kriteria yang dapat mengukur berapa lama waktu yang seharusnya diperlukan untuk menghasilkan suatu produk. Kriteria in biasanya didasarkan pada harapan konsumen.
Produktivitas, indikator ini mengukur tingkat produktivitas suatu organisasi. Dalam bentuk yang lebih ilmiah, indikator ini mengukur nilai tambah yang dihasilkan oleh suatu proses dibandingkan dengan nilai yang dikonsumsi untuk biaya modal dan tenaga kerja.
Keselamatan, indikator ini mengukur kesehatan organisasi secara keseluruhan serta lingkungan kerja para karyawannya ditinjau dari aspek keselamatan.
Mangkunegara turut berpendapat, objektivitas penilai juga diperlukan agar penilaian menjadi adil dan tidak subjektif. Pengukuran kinerja dapat dilakukan melalui indikator-indikator sebagai berikut:
Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas.
Penyelesaian pekerjaan melebihi target.
Bekerja tanpa kesalahan.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan penilaian kinerja karyawan? ^

Apa yang dimaksud dengan penilaian kinerja karyawan? ^
Penilaian kinerja merupakan kegiatan untuk menilai hasil kerja, mengukur kemampuan, evaluasi pencapaian, dan pertumbuhan dari potensi karyawan.
Apa fungsi penilaian kinerja karyawan?

Apa fungsi penilaian kinerja karyawan?
Dijelaskan dalam Journal of Applied Business and Economics Volume 3 Nomor 3 oleh Eko Setiobudi, penilaian kinerja berfungsi untuk mengidentifikasi, mengobservasi, mengukur, mendata, dan melihat kekuatan serta kelemahan dari karyawan dalam melakukan pekerjaan.
Apa manfaat melakukan penilaian kinerja karyawan?

Apa manfaat melakukan penilaian kinerja karyawan?
Penilaian kinerja tentunya tidak hanya bermanfaat untuk membantu karyawan lebih produktif bekerja, tapi juga dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
