Konten dari Pengguna

Ini Jenis Biaya yang Selalu Berubah Sesuai dengan Perubahan Volume Penjualan

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan. Foto: Pexels.com

Dalam suatu proses produksi dibutuhkan adanya biaya. Terdapat berbagai macam biaya yang dikeluarkan. Salah satunya jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan.

Biaya ini cenderung berubah sesuai jumlah produksi yang dihasilkan. Adapun kenaikan atau penurunan biaya tersebut bergantung pada aktivitas operasional perusahaan.

Lebih lanjut, artikel Berita Bisnis ini akan menjawab apa jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan.

Jenis Biaya yang Selalu Berubah Sesuai dengan Perubahan Volume Penjualan Disebut Ini

Ilustrasi jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan. Foto: Pexels.com

Jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan disebut variable cost atau biaya variabel.

Dalam buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK/MAK Kelas XII (2021) oleh Suwartini, S.Pd. dan Sumiyati, S.Pd., M.M, dijelaskan bahwa perubahan biaya variabel ini tercermin dalam biaya variabel total.

Dalam pengertian ini, biaya variabel dapat dihitung berdasarkan persentase tertentu dari penjualan, atau variable cost per unit dikalikan dengan penjualan dalam unit.

Agar lebih memahaminya, berikut contoh variabel cost dalam perusahan furnitur:

  • Biaya perlengkapan

  • Biaya bahan bakar

  • Biaya sumber tenaga

  • Biaya perkakas kecil

  • Asuransi aktiva dan kewajiban

  • Gaji satpam dan pesuruh pabrik

Baca Juga : Cara Menghitung Biaya Tetap dan Biaya Variabel dengan Praktis

Ciri-ciri Biaya Variabel

Ilustrasi jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan. Foto: Pexels.com

Biaya variabel menjadi salah satu penentu harga jual produk yang dibuat suatu perusahan. Jika biaya variabel tak dihitung, besar kemungkinan akan terjadi kerugian.

Selain itu, biaya variabel ini hanya dibutuhkan ketika proses produksi sedang berjalan. Ketika tak ada proses produksi, biaya variabel juga tak dikeluarkan. Oleh sebab itu, salah satu contoh yang termasuk biaya variabel adalah biaya bahan baku. Bahan baku akan dibeli sesuai jumlah barang yang akan diproduksi.

Dikutip dari buku Teori Akuntansi (2022) oleh Galih Wicaksono dkk, ciri-ciri biaya variabel dapat dilihat dari rincian berikut ini.

  • Jumlah biaya total akan beriringan dengan perubahan volume.

  • Biaya produksi per unit relatif konstan meski jumlah volume produksi berubah.

  • Bisa dibebankan ke bidang operasional.

  • Bisa diatur oleh seseorang pada bidang tertentu.

Cara Menghitung Variabel Cost

Ilustrasi jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan. Foto : Pixabay

Rumus untuk menghitung biaya variabel atau variable cost adalah:

Biaya variabel = (biaya total - biaya tetap) : kuantitas.

Contoh soal:

Suatu perusahaan setiap bulannya membutuhkan biaya produksi setidaknya mencapai Rp100.0000.000, dengan tagihan biaya tetap sebesar Rp20.000.000. Pada bulan itu, perusahan memproduksi setidaknya 4.000 barang. Berapa biaya variabelnya?

Biaya total: Rp100.0000.000

Biaya tetap: Rp20.000.000

Kuantitas produksi: 4.000

= (Rp100.0000.000 - Rp20.000.000) : 4.000

= (Rp80.000.000) : 4.000

= 20.000

Maka biaya variabel yang dikeluarkan perusahan per unit adalah Rp20.000.

(SA)