Ini Jenis Biaya yang Selalu Berubah Sesuai dengan Perubahan Volume Penjualan

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam suatu proses produksi dibutuhkan adanya biaya. Terdapat berbagai macam biaya yang dikeluarkan. Salah satunya jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan.
Biaya ini cenderung berubah sesuai jumlah produksi yang dihasilkan. Adapun kenaikan atau penurunan biaya tersebut bergantung pada aktivitas operasional perusahaan.
Lebih lanjut, artikel Berita Bisnis ini akan menjawab apa jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan.
Jenis Biaya yang Selalu Berubah Sesuai dengan Perubahan Volume Penjualan Disebut Ini
Jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan disebut variable cost atau biaya variabel.
Dalam buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK/MAK Kelas XII (2021) oleh Suwartini, S.Pd. dan Sumiyati, S.Pd., M.M, dijelaskan bahwa perubahan biaya variabel ini tercermin dalam biaya variabel total.
Dalam pengertian ini, biaya variabel dapat dihitung berdasarkan persentase tertentu dari penjualan, atau variable cost per unit dikalikan dengan penjualan dalam unit.
Agar lebih memahaminya, berikut contoh variabel cost dalam perusahan furnitur:
Biaya perlengkapan
Biaya bahan bakar
Biaya sumber tenaga
Biaya perkakas kecil
Asuransi aktiva dan kewajiban
Gaji satpam dan pesuruh pabrik
Baca Juga : Cara Menghitung Biaya Tetap dan Biaya Variabel dengan Praktis
Ciri-ciri Biaya Variabel
Biaya variabel menjadi salah satu penentu harga jual produk yang dibuat suatu perusahan. Jika biaya variabel tak dihitung, besar kemungkinan akan terjadi kerugian.
Selain itu, biaya variabel ini hanya dibutuhkan ketika proses produksi sedang berjalan. Ketika tak ada proses produksi, biaya variabel juga tak dikeluarkan. Oleh sebab itu, salah satu contoh yang termasuk biaya variabel adalah biaya bahan baku. Bahan baku akan dibeli sesuai jumlah barang yang akan diproduksi.
Dikutip dari buku Teori Akuntansi (2022) oleh Galih Wicaksono dkk, ciri-ciri biaya variabel dapat dilihat dari rincian berikut ini.
Jumlah biaya total akan beriringan dengan perubahan volume.
Biaya produksi per unit relatif konstan meski jumlah volume produksi berubah.
Bisa dibebankan ke bidang operasional.
Bisa diatur oleh seseorang pada bidang tertentu.
Cara Menghitung Variabel Cost
Rumus untuk menghitung biaya variabel atau variable cost adalah:
Biaya variabel = (biaya total - biaya tetap) : kuantitas.
Contoh soal:
Suatu perusahaan setiap bulannya membutuhkan biaya produksi setidaknya mencapai Rp100.0000.000, dengan tagihan biaya tetap sebesar Rp20.000.000. Pada bulan itu, perusahan memproduksi setidaknya 4.000 barang. Berapa biaya variabelnya?
Biaya total: Rp100.0000.000
Biaya tetap: Rp20.000.000
Kuantitas produksi: 4.000
= (Rp100.0000.000 - Rp20.000.000) : 4.000
= (Rp80.000.000) : 4.000
= 20.000
Maka biaya variabel yang dikeluarkan perusahan per unit adalah Rp20.000.
(SA)
