Instrumen Pasar Modal Syariah, Ini Jenis dan Prinsipnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
Konten dari Pengguna
26 November 2021 14:58
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Instrumen Pasar Modal Syariah, Ini Jenis dan Prinsipnya (42242)
zoom-in-whitePerbesar
Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk berkode BRIS masuk dalam daftar 10 saham berkapitalisasi terbesar di BEI. Foto: Dok. BSI
Pasar modal atau capital market merupakan pasar yang kegiatannya memperjualbelikan instrumen investasi jangka panjang. Instrumen investasi ini biasanya berupa saham, surat utang atau obligasi, reksa dana ataupun bentuk lainnya dengan sistem syariah. Berikut penjelasan instrumen pasar modal syariah yang perlu kamu ketahui.
ADVERTISEMENT
Perkembangan pasar modal dalam suatu negara dapat memajukan perekonomian suatu negara dalam kaitannya dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim sehingga mendorong perkembangan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam proses pengembangan lahirnya pasar modal syariah.
Melansir dari laman OJK, pasar modal syariah merupakan modal yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal. Menjadi sumber pendanaan bagi perusahaan dan sarana investasi yang sesuai prinsip syariah.

Prinsip Pasar Modal Syariah

Berdasarkan fatwa DSN-MUI Nomor: 80/DSN-MUI/III/2011 menegaskan bahwa prinsip pasar modal syariah tidak boleh mengandung aktivitas seperti dijelaskan di bawah ini.
  1. Tadlis: Merupakan usaha penjual untuk membatasi objek investasi sehingga pembeli melihat objek dalam kondisi yang baik, padahal terdapat beberapa kekurangan produk yang tidak disebutkan oleh penjual. Prinsip pasar modal ini dilarang dan diharamkan dalam praktiknya.
  2. Taghrir: Merupakan aktivitas yang dilakukan dengan mempengaruhi orang lain melalui kebohongan secara lisan atau tindakan sehingga orang tersebut terdorong melakukan transaksi. Ketidakjujuran adalah aspek terlarang dalam syariat Islam. Sehingga prinsip ini tidak sejalan dengan syariah.
  3. Tanajusy: Prinsip ini menunjukkan seorang pembeli berpura-pura dalam melakukan penawaran suatu produk padahal ia tidak mempunyai keinginan untuk membeli. Hal ini dilakukan dengan tujuan menimbulkan kesan produk diincar oleh banyak pembeli sehingga pembeli lainnya yang ingin membeli akan tergesa-gesa untuk segera membelinya.
  4. Ikhtikar: Merupakan kegiatan menimbun yang dilakukan penjual sehingga nantinya ketika produk langka, ia mampu menjualnya dengan harga tinggi. Prinsip ini tidak boleh diterapkan dalam pasar modal bersifat syariah karena bisa merugikan konsumen.
  5. Ghisysy: Strategi penjual dengan menyembunyikan kondisi negatif atau tidak normal suatu barang kepada pembeli. Sehingga produk yang dipaparkan hanya dari segi keunggulan saja.
  6. Ghabn: Merupakan penipuan yang dilakukan penjual di mana produk yang ditukarkan atau dibeli tidak sesuai dengan akad transaksi. Kegiatan menipu atau memberikan produk tidak sesuai perjanjian awal merupakan hal yang tidak terpuji dan tidak sesuai prinsip syariah.
  7. Ba’i Alma’dum: Merupakan jual beli yang tidak produk atau obyeknya. Sehingga penjual menjual suatu barang yang belum dimilikinya. Prinsip ini tentu tidak sejalan sesuai syariah, karena pembeli tidak mengetahui barang secara spesifik dan berpotensi tertipu.
  8. Riba: Ialah tambahan biaya yang dibebankan oleh penjual kepada pembeli atas pokok pinjaman berupa bunga sehingga menguntungkan penjual. Oleh karena itu, prinsip pasar modal syariah menggunakan sistem bagi hasil.
ADVERTISEMENT

Instrumen Pasar Modal Syariah

Adapun penjelasan jenis instrumen pasar modal berbasis syariah berikut ini.
1. Saham Syariah
Instrumen Pasar Modal Syariah, Ini Jenis dan Prinsipnya (42243)
zoom-in-whitePerbesar
Pencatatan perdana saham BTPN Syariah. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
Terdapat dua jenis saham syariah yang diakui di pasar modal Indonesia. Pertama, saham yang dinyatakan memenuhi kriteria seleksi saham syariah berdasarkan peraturan OJK No. 35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah. Kedua, saham yang dicatatkan sebagai saham syariah oleh emiten atau perusahan publik syariah berdasarkan peraturan OJK No. 17/POJK.04/2015.
Semua saham syariah yang terdapat di pasar modal syariah Indonesia, baik yang tercatat di BEI maupun tidak, dimasukkan ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK secara berkala, setiap bulan Mei dan November.
  • DES Periodik
DES Periodik merupakan DES yang diterbitkan secara berkala dua kali dalam satu tahun, yaitu.
ADVERTISEMENT
  1. Penetapan Daftar Efek Syariah pertama dilakukan paling lambat 5 (lima) hari kerja sebelum berakhirnya bulan Mei dan berlaku efektif pada tanggal 1 Juni .
  2. Penetapan Daftar Efek Syariah kedua dilakukan paling lambat 5 (lima) hari kerja sebelum berakhirnya bulan November dan berlaku efektif pada tanggal 1 Desember.
  • DES Insidentil
DES Insidentil adalah DES yang penerbitannya tidak secara berkala, tetapi dengan memenuhi syarat dan kriteria efek syariah bersamaan dengan efektifnya pernyataan pendaftaran emiten yang melakukan penawaran umum perdana atau pernyataan pendaftaran perusahaan publik.
2. Obligasi Syariah
Obligasi Syariah adalah bukti tanda utang yang ditanggung oleh emiten yang harus dibayarkan beserta bunganya saat sudah jatuh tempo. Tidak semua emiten bisa menciptakan obligasi syariah.
ADVERTISEMENT
3. Reksadana Syariah
Reksadana syariah merupakan satu wadah investasi kolektif yang dikelola oleh manajer investasi dengan cara menginvestasikan dana yang dikelola ke dalam perdagangan saham syariah, sukuk atau instrumen syariah lain di dalam maupun di luar negeri.
Pemodal adalah pemilik saham dan wakil shahib al mal sebagai pengguna investasi. Dalam sistem ini, maka pemilik saham dan pengguna investasi akan bekerja sama untuk memperoleh keuntungan.
Ketika keuntungan tersebut diperoleh maka ada sistem bagi hasil sesuai dengan akadnya. Saat ini reksa dana syariah sudah banyak diminati masyarakat Indonesia.
4. Aset Syariah
Aset syariah adalah efek yang diterbitkan oleh kontrak investasi kolektif EBA Syariah yang portofolionya terdiri dari aset keuangan.
Aset keuangan ini berupa tagihan yang timbul dari harga komersial, tagihan yang timbul di kemudian hari, jual beli pemilikan aset fisik oleh lembaga keuangan, efek bersifat investasi yang dijamin oleh pemerintah, sarana peningkatan investasi/arus kas serta aset keuangan setara.
ADVERTISEMENT
5. Warran Syariah
Warran Syariah adalah efek yang diterbitkan oleh sebuah emiten atau perusahaan yang memberi hak pada pemegang efek yang termasuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) untuk memesan saham dari emiten pada harga tertentu untuk jangka waktu 6 (enam) bulan atau lebih sejak diterbitkannya tersebut.
6. Sukuk Syariah
Syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili bagian yang tidak terpisahkan atau tidak aset yang mendasarinya atau underlying asset.
Semoga bermanfaat, ya!
(SRS)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020