Konten dari Pengguna

Jadwal Penawaran SBN ORI030 yang Perlu Dipahami, Cek Informasinya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas jadwal penawaran SBN ORI030. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas jadwal penawaran SBN ORI030. Foto: Pexels

Informasi mengenai jadwal penawaran SBN ORI030 kerap dinantikan oleh para calon investor. Hal ini mengingat Obligasi Negara Ritel (ORI) menjadi instrumen investasi yang dinilai aman, karena pembayaran pokok dan kuponnya dijamin penuh oleh negara.

Adapun pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah resmi menerbitkan dan menutup masa penawaran Sukuk Tabungan Seri ST016 pada 8 Mei hingga 3 Juni 2026 lalu. Penerbitan produk investasi syariah ini hadir dalam dua jenis tenor, yaitu ST016T2 (2 tahun) dan ST016T4 (4 tahun).

Jadwal Penawaran SBN ORI030

Ilustrasi membahas jadwal penawaran SBN ORI030. Foto: Pexels

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Novi Puspita Wardani mengatakan, penawaran Surat Berharga Negara (SBN) ritel akan tersedia hampir sepanjang tahun 2026.

Dia menjelaskan bahwa jeda setiap seri SBN relatif singkat, yaitu sekitar satu hingga dua minggu. Dengan pola ini, menurut dia, investor dapat mengatur pembelian secara bertahap sesuai kondisi keuangan.

Selain membeli ketika masa penawaran awal, investor juga dapat memilih SBN ritel di pasar sekunder untuk seri yang diperdagangkan. Misalnya, ORI dan Sukuk Ritel tetap dapat dibeli walaupun masa penawaran perdana sudah berakhir.

“Jadi, kalau tidak dapat kesempatan pasar perdana, pasar sekunder juga bisa,” kata Novi dalam Media Briefing di Kantor Kemenkeu, Senin, 26 Juni 2026, seperti dikutip dari kumparanBISNIS.

Adapun masa penawaran SBN ORI030 dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026, tepatnya pada 6-30 Juli 2026. Jadwal ini berlangsung setelah periode penawaran Sukuk Tabungan ST016 pada 8 Mei hingga 3 Juni 2026.

Jadwal Penawaran SBN 2026

Berikut rincian jadwal penawaran SBN ritel sebanyak delapan kali pada 2026:

  • ORI029: 26 Januari - 19 Februari 2026.

  • SR024: 6 Maret - 15 April 2026.

  • ST016: 8 Mei - 3 Juni 2026.

  • ORI030: 6 - 30 Juli 2026.

  • SR025: 21 Agustus - 16 September 2026.

  • SWR007: 4 September - 21 Oktober 2026.

  • SBR015: 28 September - 22 Oktober 2026.

  • ST07: 6 November - 2 Desember 2026.

Novi menuturkan bahwa jadwal tersebut masih bersifat sementara. Kendati demikian, jadwal ini bisa menjadi gambaran bagi calon investor untuk menyiapkan dana.

“Jadwalnya masih tentatif. Tapi biasanya, kalaupun bergeser, ya geser satu-dua hari saja,” ucap dia.

Target Penerbitan SBN 2026

Novi mengungkapkan bahwa pemerintah tidak pernah menetapkan target penerbitan SBN ritel dalam angka pasti. Pemerintah umumnya hanya menggunakan rentang angka sebagai acuan.

Pada 2025, target penerbitan berada di kisaran Rp150 triliun hingga Rp170 triliun. Sementara realisasinya mencapai Rp153 triliun.

“Tahun ini berapa (targetnya)? Saya sampaikan sekitar Rp150 triliun hingga Rp170 triliun,” ujar Novi.

SBN Diminati Investor Muda

Dari sisi investor, dia menyebut generasi muda kini menjadi mayoritas peminat SBN ritel. “Generasi muda di sini sudah mulai banyak yang berpartisipasi bahkan majority. Jadi, 57 persen adalah kaum muda, generasi milenial dan gen Z,” kata dia.

Menurut Novi, tingginya minat investor muda menjadi pertanda positif bagi perkembangan SBN ritel di masa mendatang. Kendati penanam modal dari kalangan gen X dan baby boomers masih mempunyai daya beli terbesar, tetapi peran generasi muda terus bertambah.

Para investor kelahiran 1965-1979 tercatat menyumbang 43% dari total penjualan. Sementara itu, kontribusi generasi tradisionalis (kelahiran 1928-1945) sangat rendah, hanya sekitar 1%.

“Jadi, artinya ini potensi untuk ke depannya SBN retail ini untuk terus berkembang,” ucap Novi.

Dari sisi jenis kelamin, pembeli SBN ritel didominasi oleh perempuan, yaitu sebesar 58%, sedangkan laki-laki sebesar 42%. Untuk jenis pekerjaannya, investor paling banyak berasal dari kalangan karyawan swasta sebesar 33%, lalu diikuti dengan wiraswasta sekitar 18%.

Baca Juga: Purbaya Mau Rilis 8 Surat Utang Negara Tahun Ini, Targetkan Raup hingga Rp 170 T

(MDP)