Jenis Inflasi berdasarkan Tingkat Keparahannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia mengalami inflasi terakhir pada September 2022 dan pemerintah terus berupaya mencegah inflasi di masa yang akan datang.
Inflasi umumnya disebabkan oleh biaya produksi yang tinggi karena keterbatasan sumber daya yang diperlukan. Lantas apa yang dimaksud dengan inflasi? Simak penjelasan selengkapnya di artikel Berita Bisnis ini.
Pengertian Inflasi
Mengutip laman www.mckinsey.com, inflasi mengacu pada kenaikan harga barang dan jasa secara luas dan mengikis daya beli konsumen dan bisnis. Sederhananya, uang yang kamu miliki tak akan memiliki nilai yang sama seperti kemarin.
Hilangnya daya beli ini dapat berdampak pada biaya hidup masyarakat umum yang pada akhirnya akan menyebabkan melambatnya pertumbuhan ekonomi.
Tingkat keparahan inflasi dalam suatu negara dikelompokan menjadi beberapa jenis dengan persentase inflasi yang berbeda-beda. Berikut penjabarannya.
Jenis Inflasi berdasarkan Tingkat Keparahannya
Berikut klasifikasi inflasi dalam perekonomian suatu negara di dunia yang dikutip dari laman www.toppr.com dan jurnal Perbandingan Teori Inflansi dalam Perspektif Islam oleh Fadilla.
1. Inflasi Ringan atau Inflasi Merayap
Inflasi merayap juga dikenal sebagai inflasi ringan, yakni inflasi yang mengalami kenaikan harga barang dan jasa sangat lambat. Inflasi ini terjadi jika harga-harga naik sebesar tiga persen atau kurang per tahunnya.
Inflasi seperti ini tidak berbahaya bagi perekonomian. Faktanya, tingkat inflasi dua persen adalah hal yang diinginkan untuk pertumbuhan ekonomi suatu negara.
2. Inflasi Sedang atau Inflasi Berjalan
Dalam hal ini, tingkat inflasi turun tiga persen hingga 10 persen. Inflasi seperti ini dapat membahayakan perekonomian.
Masyarakat mulai menimbun barang karena khawatir harga akan naik lebih lanjut. Hal ini menyebabkan kelebihan permintaan dan harga semakin meningkat.
3. Inflasi Berat atau Inflasi Melesat
Ketika inflasi merayap dan inflasi berjalan dibiarkan begitu saja, tingkat inflasi akan naik di atas 10 persen atau disebut inflasi melesat.
Mata uang negara akan kehilangan nilainya dalam ekonomi global. Gaji dan pendapatan masyarakat umum tak akan mampu mengimbangi harga komoditas yang terus meningkat dan akan menyebabkan ketidakstabilan ekonomi negara secara keseluruhan.
4. Hiperinflasi
Hiperinflasi terjadi ketika inflasi benar-benar di luar kendali. Tak ada tindakan yang dapat diambil otoritas moneter sebagai pengendali harga.
Tingkat inflasi ini dapat mencapai 50 persen setiap bulannya. Ini adalah tahap terakhir dan tahap terburuk dari inflasi. Contoh nyatanya adalah Zimbabwe dengan tingkat inflasi 280 persen year-on-year (yoy) atau dari tahun ke tahun.
Demikian jenis inflansi berdasarkan tingkat keparahannya dan penjelasannya masing-masing. Semoga bermanfaat.
(MQ)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan inflansi?

Apa yang dimaksud dengan inflansi?
Inflasi mengacu pada kenaikan harga barang dan jasa secara luas dan mengikis daya beli konsumen dan bisnis.
Apa yang terjadi jika suatu negara mengalami inflansi melesat?

Apa yang terjadi jika suatu negara mengalami inflansi melesat?
Mata uang negara akan kehilangan nilainya dalam ekonomi global. Gaji dan pendapatan masyarakat umum tak akan mampu mengimbangi harga komoditas yang terus meningkat dan akan menyebabkan ketidakstabilan ekonomi negara secara keseluruhan.
Apa dampak dari inflasi sedang?

Apa dampak dari inflasi sedang?
Masyarakat mulai menimbun barang karena khawatir harga akan naik lebih lanjut, sehingga menyebabkan kelebihan permintaan dan harga semakin meningkat.
