Jurnal Retur Penjualan: Definisi Beserta Contohnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap perusahaan memiliki berbagai jurnal untuk memudahkan dalam menyusun laporan keuangan. Salah satu di antaranya jurnal retur penjualan.
Secara umum, jurnal retur penjualan berkaitan dengan bentuk transaksi yang terjadi antara perusahaan dengan pelanggan. Guna mengetahui jenis jurnal yang satu ini, simak pengertian dan contohnya melalui pemaparan berikut.
Apa yang Dimaksud dengan Retur Penjualan?
Setiap perusahaan dagang umumnya memberikan fasilitas bagi pelanggan untuk mengembalikan barang. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya mulai dari barang yang tak cocok dengan pesanan, rusak, dan sebagainya.
Adanya pengembalian barang tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan terbaik bagi setiap pelanggannya.
Apabila terjadi pengembalian barang oleh pelanggan, ia akan menerima pengembalian berupa uang atau berupa pengurangan kredit hingga potongan harga. Lalu, apa yang dimaksud dengan retur penjualan?
Menurut Losina Purnastuti dan Indah Mustikawati dalam buku Ekonomi SMA/MA Kelas XII, retur penjualan merupakan pembatalan atas penjualan yang telah dilakukan oleh perusahaan baik sebagian maupun keseluruhan.
Sementara itu, dalam buku Pengantar Akuntansi Berdasarkan SAK ETAP dan IFRS oleh Syaiful Bahri, pengembalian atau pembatalan tersebut akan dicatat ke akun retur penjualan. Apabila terdapat retur penjualan dan piutang belum dilunasi, saldo akun piutang usaha dikurangi nilai barang yang dikembalikan.
Pun demikian sebaliknya. Apabila piutang sudah dilunasi, entitas harus mengembalikan kas ke pelanggan senilai dengan barang yang dikembalikan.
Itulah sebabnya, jurnal retur penjualan termasuk ke dalam jurnal pengeluaran kas bersama dengan pembelian secara tunai, pelunasan utang, pembayaran beban hingga pengambilan uang tunai untuk pribadi.
Contoh Jurnal Retur Penjualan
Agar pemahaman mengenai jurnal retur penjualan makin mendalam, simak contoh kasusnya berikut ini.
Sebuah perusahaan mebel menjual sebuah produk dengan menyertakan keterangan dapat dikembalikan dalam waktu satu bulan atau 30 hari. Diketahui bahwa transaksi tersebut menghasilkan penjualan sebesar Rp30 juta pada April 2022 dengan penjualan 50% secara tunai. Adapun sisa penjualan tersebut dilakukan secara kredit.
Tercatat pula perusahaan mebel tersebut memiliki Rp11 juta dalam bentuk piutang ditambah dengan Rp2,5 juta berbentuk tunai. Sementara itu, harga pokok penjualan sebesar Rp20 juta dan persediaan penutupan menunjukkan saldo sebesar Rp5 juta.
Diketahui pula 5 persen dari barang yang dijual tersebut dikembalikan oleh pelanggan karena ketidaksesuaian barang. Lalu, perusahaan mebel itu menerima margin kotor sebesar 20 persen dari penjualan.
Berdasarkan contoh di atas, maka cara menghitung retur penjualannya adalah sebagai berikut:
1. Ketahui jumlah pengembalian barang yang dijual
= 5% x Rp30.000.000 = Rp1.500.000
2. Kemudian, akun kas dikreditkan sejumlah 50 persen dari Rp1.500.000. Dengan demikian, diperoleh hasil Rp750.000.
3. Lalu, akun piutang dikreditkan sejumlah 50 persen (sisa penjualan tunai). Dengan demikian, diperoleh hasil Rp750.000.
4. Setelah itu, kurangi persediaan dengan margin kotor (Rp1.500.000 x 20% = Rp300.000). Dengan demikian, akan diperoleh Rp1.500.000 - Rp300.000 =Rp1.200.000.
Berdasarkan perhitungan di atas, maka transaksinya dapat dicatat sebagai berikut:
Penjualan sebesar Rp30.000.000.
Retur penjualan sebesar Rp1.500.000.
Tunai atau cash sebesar Rp750.000.
Kredit sebesar Rp750.000.
Saldo persediaan Rp1.200.000.
Dengan demikian, entri jurnal retur penjualan dapat dituliskan sebagai berikut:
Lalu, lakukan penyesuaian harga pokok penjualan
Itulah penjelasan mengenai jurnal retur penjualan beserta contohnya. Semoga bermanfaat!
(ANM)
