Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Menuju Indonesia, Ini Spesifikasinya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi kini sedang dalam perjalanan menuju Indonesia. Kapal ini mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia sejak Senin malam, 24 Agustus 2026 waktu setempat.
Merujuk Antara, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut, kapal diperkirakan tiba di Indonesia sekitar 15–20 September 2026 setelah menempuh perjalanan lebih dari 20 hari.
KSAL turut menyampaikan bahwa begitu tiba di perairan Indonesia, kapal ini akan berganti bendera dari Italia menjadi Merah Putih, sekaligus berganti nama dari ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Gajah Mada.
Latar Belakang Akuisisi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk Angkatan Laut Italia yang dibangun di galangan Monfalcone. Kapal ini diluncurkan pada 4 Juni 1983 dan resmi mulai berdinas pada 1985.
Dokumen resmi Parlemen Italia bertajuk Cessione a titolo gratuito di Nave Garibaldi a favore della Marina militare della Repubblica d'Indonesia menjelaskan, Giuseppe Garibaldi ditempatkan dalam status administratif Reserve sejak 31 Desember 2024 setelah mencapai akhir siklus kehidupan operasionalnya dan mengalami keusangan teknis-operasional.
Pada 2025, merujuk Antara, rencana Indonesia untuk mengakuisisi Giuseppe Garibaldi sebagai bagian dari penguatan kemampuan TNI Angkatan Laut pun semakin menguat. Skema pengadaannya kemudian diarahkan menjadi hibah antarpemerintah, sehingga Indonesia tidak membeli kapal secara langsung.
Meski begitu, Indonesia tetap menanggung biaya retrofit atau modernisasi kapal yang usianya sudah lebih dari 40 tahun ini agar sesuai kebutuhan tempur TNI Angkatan Laut, dengan estimasi biaya berkisar Rp7,2 triliun hingga Rp16,8 triliun.
Persetujuan hibah ini secara resmi disahkan dalam rapat paripurna DPR RI pada 21 Juli 2026, setelah sebelumnya dibahas dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Kementerian Pertahanan pada 20 Juli 2026.
Kehadiran Kapal Induk Giuseppe Garibaldi tentunya akan memberikan pengalaman baru bagi TNI dalam pengoperasian platform penerbangan laut berukuran besar. Giuseppe Garibaldi/KRI Gajah Mada juga disebut sebagai kapal induk pertama Indonesia.
Spesifikasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
Dengan dimensi yang relatif ringkas untuk sebuah kapal induk, Giuseppe Garibaldi dirancang untuk mendukung operasi udara menggunakan helikopter dan pesawat berkemampuan STOVL.
Berdasarkan data resmi Marina Militare Italia, berikut spesifikasi kapal induk Giuseppe Garibaldi:
Jenis: Kapal induk/aircraft carrier
Nomor lambung: 551
Panjang: 180,2 meter
Lebar garis air: 23,4 meter
Lebar dek penerbangan: 30,4 meter
Panjang dek penerbangan: 173,8 meter
Sarat: 6,7 meter
Displacement: 13.850 ton
Mesin: 4 turbin gas FIAT/GE LM-2500
Tenaga: 60.400 kW
Kecepatan maksimum: 30 knot
Jangkauan: 7.000 mil laut
Kapasitas sayap udara historis: 18–20 pesawat/helikopter
Dalam konfigurasi operasionalnya, Giuseppe Garibaldi dapat mengoperasikan helikopter EH101, SH90A, dan AB212, serta pesawat tempur AV-8B Plus Harrier II yang memiliki kemampuan short take-off and vertical landing (STOVL).
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni Bulan September 2026, Catat Rute Perjalanannya
(NDA)
