Konten dari Pengguna

Kapan Pengujian Prototype Dilakukan? Ini Penjelasannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi melakukan pengujian prototype. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi melakukan pengujian prototype. Foto: Unsplash

Apabila perusahaan berencana untuk meluncurkan produk baru atau mengembangkan yang sudah ada, maka perlu dilakukannya pengujian prototype.

Pengujian prototype ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengguna puas dengan produk yang telah dirancang. Lantas, kapan pengujian prototype dilakukan?

Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai tahap pengujian prototype dalam peluncuran atau pengembangan produk, simak penjelasan berikut ini.

Sekilas tentang Tahap Pengujian Prototype

Ilustrasi melakukan pengujian prototype. Foto: Unsplash

Merujuk buku Technopreneurship karya Hasannudin, dkk, pengujian prototype adalah proses pengujian produk yang telah dibuat. Hal tersebut dimaksudkan untuk memastikan produk dapat digunakan dengan mudah dan efektif oleh pengguna.

Pengujian prototype dapat dilakukan dilakukan dengan wawancara pengguna, pengamatan, atau survei pengujian prototype yang dapat membantu perancang dalam mengidentifikasi masalah dan kesalahan produk, sehingga dapat diperbaiki sebelum produk diluncurkan ke pasar.

Hal lain yang dapat ditambahkan dari pengujian ini adalah stress/pain testing, yaitu pengujian produk dalam kondisi ekstrem/batas kerja maksimal. Misalnya, berapa lama produk yang dihasilkan akan berjalan, kecepatan maksimum, suhu operasi maksimum, dan lainnya.

Baca juga: Pengertian Prototype: Metode Pembuatan dan Kelebihannya

Kapan Pengujian Prototype Dilakukan?

Ilustrasi melakukan pengujian prototype. Foto: Unsplash

Angga Hendrawan menjelaskan dalam buku Berdesain: Teori dan Praktik Desain, proses pengujian prototype dijalankan setelah semua kebutuhan telah selesai dipersiapkan.

Desainer perlu melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mendukung proses pengujian prototype, misalnya dari pihak klien, regulator, pengguna dan expertise.

Setiap prototype mendapatkan kesempatan yang sama untuk diuji dan dinilai berdasarkan kriteria yang telah dipersiapkan dan ditentukan pada tahapan sebelumnya.

Penilaian tiap prototype harus dilakukan secara objektif dan didasarkan pada fakta-fakta hasil pengujian. Hasil penilaian dituliskan pada lembar penilaian untuk menghindari terlewatkannya detail penilaian dan lebih memudahkan proses evaluasi prototype.

Proses dalam Pengujian Prototype

Ilustrasi melakukan pengujian prototype. Foto: Unsplash

Dikutip dari buku Manajemen Kelas Berbasis Outcome Based Education (OBE) karya Rana Ardila Rahma, dkk, berikut proses yang perlu dilalui pada tahap pengujian prototype.

  1. Ketahui produk apa yang akan diuji dan tujuan mengujinya.

  2. Tentukan audiens target untuk pengujian prototype.

  3. Buat prototype.

  4. Pilih teknik pengujian kegunaan.

  5. Putuskan alat mana yang akan digunakan dalam pengujian.

  6. Mengevaluasi hasil pengujian dan menerapkan perubahan.

Pengujian ini harus dijelaskan dalam hal metode dan deskripsi statistik dari tingkat dan keandalan pengujian. Dalam dokumen ini harus terdapat hal-hal sebagai berikut

  • Hasil pengujian fungsional meliputi pengujian semua fungsi sesuai dengan spesifikasi uji, terdapat pengujian yang bersifat kualitatif serta prosedur pengujian harus dilakukan sesuai rancangan.

  • Hasil pengujian spesifikasi lain yaitu terdiri dari spesifikasi non fungsional (ukuran, berat, dan lainnya) serta foto/rekaman pengujian yang harus ada dalam dokumen.

  • Pain test/tress test yaitu pengujian yang dilakukan untuk menguji keandalan ataupun waktu kerja maksimum.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa tujuan pengujian prototype?

chevron-down

Pengujian prototype dimaksudkan untuk memastikan produk dapat digunakan dengan mudah dan efektif oleh pengguna. Dengan begitu, perusahaan dapat mengetahui sejauh mana pengguna puas dengan produk yang telah dirancang.

Bagaimana cara melakukan pengujian prototype?

chevron-down

Pengujian prototype dapat dilakukan dilakukan dengan wawancara pengguna, pengamatan, atau survei pengujian prototype yang dapat membantu perancang dalam mengidentifikasi masalah dan kesalahan produk, sehingga dapat diperbaiki sebelum produk diluncurkan ke pasar.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam pengujian prototype?

chevron-down

Desainer perlu melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mendukung proses pengujian prototype, misalnya dari pihak klien, regulator, pengguna dan expertise.