Konten dari Pengguna

Kategori Desil 1-10, Ini Arti dan Pengaruhnya Terhadap Bansos

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bansos. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bansos. Foto: Shutterstock

Istilah "desil" semakin sering dijumpai masyarakat sejak pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis dalam menentukan sasaran berbagai program bantuan sosial (bansos).

Desil pada dasarnya menunjukkan posisi relatif tingkat kesejahteraan sebuah keluarga dibandingkan keluarga lainnya. Dalam DTSEN, keluarga dikelompokkan ke dalam 10 desil yang masing-masing mencakup sekitar 10% keluarga di Indonesia.

Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan keluarga. Sebaliknya, desil yang semakin besar menunjukkan posisi kesejahteraan yang semakin tinggi. Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut seputar kategori desil 1-10.

Kategori Desil 1-10

Ilustrasi bansos. Foto: Unsplash

Kementerian Sosial melalui laman resmi Cek Bansos menjelaskan bahwa desil adalah kelompok kesejahteraan keluarga yang diukur berdasarkan variabel sosial ekonomi.

Variabel tersebut antara lain mencakup keterangan individu seperti pekerjaan dan pendidikan, kondisi perumahan termasuk daya listrik, serta kepemilikan aset.

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, kategori desil terbabagi menjadi 10 dengan masing-masing desil berisi sekitar 10% keluarga Indonesia.

Jika mengikuti konsep pembagian 10 kelompok dalam DTSEN, menurut artikel resmi Pemerintah Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, posisi kategori desil 1-10 dapat dipahami sebagai berikut:

  • Desil 1: Kelompok 10% keluarga dengan kesejahteraan terendah atau sangat miskin.

  • Desil 2: Kelompok 10–20% terbawah atau miskin.

  • Desil 3: Kelompok 20–30% terbawah atau hampir miskin.

  • Desil 4: Kelompok 30–40% terbawah atau rentan miskin.

  • Desil 5: Kelompok 40–50% atau pas-pasan/berada pada batas bawah kelompok menengah.

  • Desil 6: Kelompok 50–60% atau menengah ke atas.

  • Desil 7: Kelompok 60–70% atau menengah ke atas.

  • Desil 8: Kelompok 70–80% atau menengah ke atas.

  • Desil 9: Kelompok 80–90% atau menengah ke atas.

  • Desil 10: Kelompok 10% keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.

Desil Berapa yang Bisa Dapat Bansos?

Ilustrasi bansos. Foto: Unsplash

Desil sejatinya digunakan pemerintah dalam penentuan sasaran bansos dan datanya bersifat dinamis. Berdasarkan keterangan pada laman resmi Cek Bansos Kemensos, ketentuan pengusulan bantuan berdasarkan desil adalah sebagai berikut:

  • Desil 1–4: Masyarakat yang berada pada Desil 1 sampai Desil 4 atau termasuk 40% kelompok kesejahteraan terbawah dapat diusulkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

  • Desil 5: Masyarakat yang berada pada Desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

Penting juga untuk diingat, masuk ke dalam kelompok desil tertentu bukan berarti seseorang otomatis memperoleh PKH, Program Sembako, maupun PBI-JK.

Meski desil digunakan sebagai dasar penentuan sasaran, penetapan penerima tetap mengikuti kriteria dan proses yang berlaku pada masing-masing program.

Karena itu, jika kondisi yang tercatat tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui desa/kelurahan, dinas sosial, atau aplikasi Cek Bansos. Setelah itu, desil akan dihitung ulang oleh BPS secara periodik.

Baca juga: Desil Null Artinya Apa? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

(NDA)