Kenapa Harga HP Naik? Ini Penyebab dan Tips Menghadapinya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa harga HP naik menjadi pertanyaan yang belakangan ini sering menimbulkan kekhawatiran. Tidak hanya di kalangan pegiat teknologi, tetapi masyarakat secara umum di seluruh dunia.
Pasalnya, ponsel pintar atau smartphone telah menjadi kebutuhan primer bagi banyak orang untuk melakukan aktivitas di era modern. Tak mengherankan bila kenaikan harga handphone (HP) langsung berdampak signifikan terhadap daya beli.
Kenapa Harga HP Naik?
Kenaikan harga HP global diperkirakan belum akan berhenti dalam waktu dekat. CEO Nothing Carl Pei memperingatkan bahwa harga ponsel akan terus naik hingga tahun depan.
“Saya sudah membahas hal ini pada awal tahun. Kini dampaknya mulai terlihat, bahkan lebih cepat dari yang diperkirakan,” kata Pei melalui cuitan di X (Twitter), seperti dikutip kumparanTECH, Selasa, 22 Juni 2026.
1. Harga Memori HP Meroket
Pei mengatakan memori menjadi komponen paling mahal dalam sebuah ponsel. Bahkan pada beberapa model, biaya memori dapat berkontribusi hingga lebih dari 50 persen dari total biaya perangkat keras.
Menurut Pei, biaya memori untuk Nothing Phone (4a) melonjak dua kali lipat sejak tahap perancangan hingga perilisan. Usai produk meluncur, biaya tersebut kembali melonjak dua kali lipat.
2. Perkembangan AI yang Masif
Fenomena kenaikan harga memori seiring dengan meningkatnya permintaan chip memori untuk industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Produsen memori, seperti Micron, Nanya, SK Hynix, Winbound, hingga Samsung Electronics, kini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksinya untuk kebutuhan server AI dan pusat data (data center).
Akibatnya, pemenuhan pasokan memori Dynamic Random-Access Memory (DRAM) dan NOT-AND (NAND) untuk perangkat konsumen menjadi lebih ketat.
Lembaga riset Counterpoint Research menyatakan bahwa krisis memori global telah memaksa mereka merevisi proyeksi pengiriman smartphone dunia pada 2026.
Pengiriman HP pintar global diperkirakan turun 2,1 persen, sedangkan proyeksi sebelumnya diralat turun sebesar 2,6 poin persentase.
3. Biaya Produksi HP Diperkirakan Meningkat
Lebih lanjut, Counterpoint Research memproyeksikan biaya produksi smartphone (bill of materials/BoM) masih akan meningkat 10-15 persen pada kuartal kedua 2026. Kenaikan tersebut pada akhirnya akan berimbas kepada konsumen melalui kenaikan harga jual perangkat.
Rata-rata harga smartphone global diperkirakan naik sekitar 7 persen. HP segmen pemula (entry-level) dinilai menjadi yang paling terdampak.
Berdasarkan penelusuran, harga DRAM pada kuartal pertama 2026 meningkat hingga 93-98 persen secara kuartalan (Quarter-over-Quarter/QoQ). Sementara itu, harga DRAM sepanjang 2026 diprediksi naik hingga dibanding tahun sebelumnya (Year-over-Year/YoY).
Tak hanya itu, harga NAND Flash juga diperkirakan meningkat hingga 234 persen secara tahunan. Secara keseluruhan, jumlah kenaikan biaya memori mencapai sekitar 130 persen dibandingkan dengan 2025.
Hasil analisis Gartner juga serupa, di mana harga gabungan DRAM dan Solid State Drive (SSD) diperkirakan melesat hingga 130 persen pada akhir 2026. Akibatnya, harga HP secara global berpotensi naik sekitar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tips Menghadapi Kenaikan Harga HP
Di saat kenaikan harga HP yang melambung tinggi, konsumen perlu mempertimbangkan beberapa strategi berikut, di antaranya:
Hindari membeli smartphone baru sebelum rusak.
Mempertimbangkan model ponsel lain dengan harga lebih rendah daripada perangkat yang diincar.
Memastikan ponsel yang diinginkan menawarkan layanan pembaruan perangkat lunak (software update) dan keamanan setidaknya selama 2-3 tahun.
Mempertimbangkan membeli HP bekas.
Baca Juga: Kenaikan Harga HP Tak Bisa Dihindari: AI Biang Keroknya, Harga Komponen Meroket
(MDP)
