Konten dari Pengguna

Kenapa Harga Sawit Turun? Ini Faktor-Faktor yang Berpengaruh

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas alasan kenapa harga sawit turun. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas alasan kenapa harga sawit turun. Foto: Pexels

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani dikabarkan anjlok. Tak heran bila banyak pihak yang mempertanyakan alasan kenapa harga sawit turun.

Berdasarkan catatan Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), harga tender minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) turun dari sekitar Rp15.300 per kilogram menjadi Rp12.150 per kilogram hanya dalam kurun waktu beberapa hari.

Penurunan harga TBS sawit ini terjadi setelah pengumuman pemerintah terkait kebijakan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) satu pintu melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Kenapa Harga Sawit Turun Saat Ini?

Ilustrasi mempertanyakan alasan kenapa harga sawit turun. Foto: Pexels

Menurut Ketua Umum POPSI, Mansuetus Darto, para pengusaha, trader, refinery, eksportir, dan pelaku pasar, kini memilih menahan diri. Hal ini terjadi lantaran ketidakpastian arah kebijakan pemerintah Indonesia.

“Ketidakpastian ini memicu kepanikan pasar, spekulasi, dan penurunan aktivitas perdagangan yang akhirnya langsung menekan harga CPO dan harga TBS petani,” kata Mansuetus dalam keterangan resmi seperti dikutip dari Kumparan BISNIS.

Dia memberi contoh, harga tender CPO di Sumatera Selatan ambruk, dari Rp3.577 per kilogram menjadi Rp2.722 per kilogram, Jambi turun dari Rp3.266 per kilogram menjadi Rp2.944 per kilogram, Sumatera Utara turun dari Rp3.299 per kilogram menjadi Rp2.899 per kilogram, dan Kalimantan Tengah turun dari Rp3.483 per kilogram menjadi Rp3.163 per kilogram.

"POPSI menilai akar persoalan saat ini adalah ketidakjelasan regulasi dan mekanisme implementasi kebijakan. Pelaku usaha tidak mengetahui secara pasti bagaimana mekanisme perdagangan, pembayaran, pembentukan harga, hingga pembagian risiko bisnis akan dijalankan," ucap Mansuetus.

Faktor-Faktor Umum yang Memengaruhi Harga Sawit

Selain ketidakpastian regulasi, terdapat berbagai faktor eksternal lain yang dapat memengaruhi fluktuasi harga sawit. Pergerakan harga ini sangat dinamis, di mana faktor pemicu utamanya bisa berbeda-beda pada setiap situasi atau peristiwa yang sedang terjadi di pasar komoditas.

Berdasarkan laporan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar, Perspektif Ekonomi Syariah oleh Hamzah, berikut beberapa hal umum yang dapat berimbas pada perubahan harga TBS sawit:

1. Biaya Angkut

Biaya angkut atau biaya transportasi kelapa sawit merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mengangkut TBS dari kebun ke pengepul.

Biaya ini mencakup biaya operasional kendaraan dan biaya lain yang timbul selama proses pengangkutan. Semakin jauh jarak tempuh dan semakin tinggi biaya angkut, maka harga TBS sawit yang diterima akan berkurang.

2. Biaya Buruh Panen

Biaya upah panen merupakan nominal yang dibayarkan untuk pekerjaan dalam memanen kelapa sawit. Upah ini umumnya dihitung berdasarkan luas kebun, jumlah batang pohon, hingga berat kilogram TBS sawit yang dipanen.

3. Biaya Pupuk

Biaya pupuk adalah komponen lain dalam biaya produksi kelapa sawit yang sangat penting untuk mencapai hasil panen optimal. Penggunaan pupuk yang tidak tepat dapat menyebabkan pemborosan biaya dan penurunan produktivitas.

4. Permintaan Global

Konsumsi minyak kelapa sawit di pasar global sangatlah tinggi. Permintaan yang tinggi ini dapat mendorong kenaikan harga TBS dan CPO.

5. Pasokan

Pasokan TBS dan CPO juga sangat memengaruhi harga sawit. Perubahan cuaca dapat berdampak pada hasil panen, yang pada akhirnya berimbas pada stok dan harga.

7. Kualitas TBS

Rendemen tinggi, sedikit kotoran, dan aspek mutu lain sangat berpengaruh terhadap harga TBS sawit. Pemeliharaan tanaman, mulai dari pemberian pupuk hingga pemanenan juga saling berhubungan.

8. Harga Komoditas Lain

Kenaikan harga minyak nabati lain dapat mendorong kenaikan harga TBS sawit dan CPO, misalnya minyak jarak, minyak kedelai, dan sebagainya. Hal ini terjadi karena minyak sawit menjadi alternatif yang diminati.

9. Faktor Ekonomi

Krisis ekonomi turut berpotensi menurunkan daya beli negara importir terhadap permintaan TBS dan CPO. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga sangat berpengaruh terhadap harga sawit.

Baca Juga: Pengusaha Sawit Respons Pembentukan DSI, Khawatir Kehilangan Pasar Ekspor

(MDP)