Kenapa Sering Mati Lampu Sekarang? Ini Pendapat Pakar ITB

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belakangan ini, media sosial dipenuhi keluhan warganet yang mempertanyakan kenapa sering mati lampu sekarang. Masyarakat di berbagai daerah merasa pemadaman listrik oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN kini semakin kerap terjadi.
Pemadaman bergilir yang melanda wilayah Jawa dan Bali ini pun mulai dikeluhkan banyak orang. Tak hanya rumah tangga, tetapi juga para pelaku usaha yang operasionalnya sangat bergantung pada pasokan listrik.
Kenapa Sering Mati Lampu Sekarang?
Menurut Pengamat Sistem Tenaga Listrik dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung (STEI ITB), Kevin Marojahan Banjar Nahor, pemadaman listrik yang semakin intens dipicu oleh dua hal di pembangkit listrik.
Pertama, akibat force outage, yaitu gangguan mendadak yang tidak direncanakan. Faktor kedua adalah derating, yaitu penurunan kapasitas produksi.
Kevin menjelaskan bahwa operator sengaja menurunkan daya pembangkit listrik hingga sebesar 60 persen. Hal ini seiring dengan menipisnya cadangan komoditas energi batu bara atau minyak.
“Jika dipaksa 100 persen dan bahan bakar habis, PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) butuh waktu hingga dua hari untuk menyala kembali,” kata Kevin, seperti dikutip dari unggahan akun Instagram @itb1920, Selasa, 16 Juni 2026.
1. Pengurangan Beban Konsumsi Listrik
Lebih lanjut, Kevin menuturkan bahwa dalam teori operasi sistem tenaga listrik, seharusnya terdapat cadangan daya supaya sistem tetap aman saat terjadi gangguan. Ketika beban puncak, keputusan pemadaman listrik bergilir terpaksa diambil.
Tujuan dari pemadaman listrik bergilir ini untuk mengurangi beban supaya sistem tetap memiliki cadangan daya. Selain itu, pemutusan listrik dilakukan untuk mencegah terjadinya mati total atau total blackout.
2. Waspada Fenomena El Nino Godzilla
Kevin pun mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman El Nino Godzilla. Pasalnya, menurut dia, fenomena alam ini tidak hanya membawa dampak kekeringan ekstrem, tetapi diprediksi akan berimbas pada sistem kelistrikan.
Dia mengatakan fenomena El Nino Godzilla akan memukul sistem kelistrikan dari dua sisi, yaitu konsumsi naik dan pasokan turun. Konsumsi bertambah karena cuaca panas membuat penggunaan air conditioner (AC) melonjak.
Sementara itu, pasokan listrik yang turun disebabkan oleh debit air yang menyusut tajam. Apabila terjadi, maka produktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) besar, seperti Cirata dan Saguling di Jawa Barat, akan terdampak.
Bahlil Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan tak ada rencana pemadaman listrik bergilir ke depannya.
Dia menyebut pihaknya bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah membahas strategi untuk memastikan pelayanan listrik kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.
“Insya Allah, enggak (ada rencana pemadaman listrik bergilir),” ucap Bahlil di kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026, seperti dikutip dari Antara.
Cara Lapor Pemadaman Listrik
Adapun bagi pelanggan PLN yang mengeluhkan pemadaman listrik, dapat membuat pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile dengan langkah-langkah berikut:
Unduh dan pasang aplikasi PLN Mobile di ponsel.
Pada halaman utama, pilih menu Pengaduan.
Pilih jenis pengaduan, misalnya listrik padam.
Atur lokasi.
Masukkan data-data yang diperlukan.
Lalu, kirim pengaduan pemadaman listrik.
Baca Juga: Pasokan Batu Bara PLN Diklaim Aman, Bahlil Jamin Tak Ada Lagi Pemadaman Listrik
(MDP)
