Kode Etik Profesi: Pengertian, Tujuan dan Prinsipnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap profesi tentu memiliki kode etik yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk berperilaku selama melakukan tugas-tugas profesionalnya. Kode etik profesi dibuat agar para pekerja dapat bekerja secara profesional.
Secara harfiah, kode etik profesi adalah norma atau asas yang diterima oleh suatu karyawan dalam berbagai bidang perusahaan sebagai landasan atas tingkah lakunya sehari-hari selama berada di tempat kerja.
Kode etik profesi ini umumnya berisi tentang apa yang baik dan tidak baik, benar dan salah, hingga perbuatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang profesional. Simak penjelasan lengkapnya dalam uraian di bawah ini.
Tujuan Kode Etik Profesi
Kode etik dalam suatu profesi diadakan lantaran memiliki tujuan tersendiri. Merujuk laman Insight Talenta, berikut beberapa tujuan diadakannya kode etik profesi:
Menjunjung tinggi martabat suatu profesi.
Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota seprofesi.
Sebagai pedoman berperilaku seseorang ketika bekerja.
Untuk meningkatkan pengabdian para anggota seprofesi.
Untuk meningkatkan mutu suatu profesi.
Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
Prinsip Kode Etik Profesi
Kode etik profesi dibuat dengan menggunakan prinsip-prinsip tertentu. Masih mengutip laman Insight Talent, ada 4 prinsip yang biasa digunakan dalam membuat kode etik. Berikut penjelasannya:
1. Prinsip Tanggung Jawab
Seseorang harus bertanggung jawab atas pekerjaan yang telah diberikan kepadanya. Dengan begitu, sifat profesional akan terbentuk dalam dirinya dan ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Tanggung jawab pun tidak hanya dilakukan pada hasil pekerjaan, namun juga atas segala akibat dari keputusan yang diambil. Untuk itu, sebelum mengambil keputusan, pikirkan juga apa dampak yang akan terjadi ke depannya.
2. Prinsip Keadilan
Keadilan adalah hal yang paling penting dalam sebuah pekerjaan. Apabila seseorang melakukan kecurangan, meski dilakukan sedikit demi sedikit agar tidak terdeteksi, tentu bisa berdampak buruk ke depannya.
Keadilan juga merupakan hak bagi semua orang tanpa membedakan status atau yang lainnya. Agar dianggap profesional, seseorang dituntut untuk bisa mengambil keputusan seadil mungkin untuk memuaskan pelanggannya.
3. Prinsip Otonomi
Seorang pekerja juga berhak menentang kode etik profesi yang tidak benar. Itu karena karyawan juga memiliki hak kebebasan untuk menentang apa yang dirasa salah olehnya. Artinya, pekerja memiliki pilihan untuk mengikuti kode etik yang berlaku atau melawannya.
4. Prinsip Kejujuran
Kejujuran bisa menjadi tolok ukur apakah seseorang bisa dipercaya atau tidak. Dalam kode etik profesi, sudah jelas bahwa seseorang harus bekerja secara jujur dalam menjalankan tugasnya.
Hal ini bertujuan untuk menjaga nama baik profesi dan menjaga kepercayaan banyak orang terhadap perusahaan tempatnya bekerja. Jika orang sudah tidak percaya pada sebuah profesi, maka profesi tersebut bisa tidak lagi dianggap masyarakat bahkan hilang.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan kode etik profesi?

Apa yang dimaksud dengan kode etik profesi?
Secara harfiah, kode etik profesi adalah norma atau asas yang diterima oleh suatu karyawan dalam berbagai bidang perusahaan sebagai landasan atas tingkah lakunya sehari-hari selama berada di tempat kerja.
Apa tujuan kode etik profesi?

Apa tujuan kode etik profesi?
Salah satu tujuan adanya kode etik profesi adalah untuk jadi pedoman berperilaku seseorang ketika bekerja.
Apa saja isi kode etik profesi?

Apa saja isi kode etik profesi?
Kode etik profesi ini umumnya berisi tentang apa yang baik dan tidak baik, benar dan salah, hingga perbuatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang profesional.
