Komoditas Ekspor Indonesia dari Berbagai Sektor

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Komoditas yang diperjualbelikan di pasar internasional bagi setiap negara pastinya berbeda beda. Komoditas ekspor Indonesia mempunyai peranan penting untuk mendapatkan devisa sebagai sumber dana pembangunan negara.
Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia yang berlimpah. Kondisi inilah yang membuat Indonesia menjalin kerjasama perdagangan dengan negara lain.
Tentunya harga barang yang diekspor ke luar negeri akan lebih mahal jika dibandingkan dengan harga di dalam negeri. Barang yang diekspor tersebut dibayar menggunakan alat pembayaran berupa mata uang asing, tergantung negara mana yang dituju.
Pengertian Ekspor
Dikutip dari buku Mengenal Ekspor dan Impor oleh Agung Feryanto (2018), ekspor merupakan kegiatan pengiriman barang dan jasa dari wilayah pabean dalam negeri ke wilayah pabean luar negeri sesuai ketentuan yang berlaku.
Ada yang mengatakan bahwa ekspor merupakan arus barang dan jasa dari dalam negeri ke luar negeri. Negara atau orang-orang yang melakukan ekspor (menjual barang dan jasa keluar negeri) disebut eksportir.
Saat melakukan ekspor, maka negara tersebut akan menerima pemasukan yang biasa disebut sebagai devisa. Semakin sering suatu negara melakukan ekspor, maka semakin besar pula keuntungan devisa yang diperoleh.
Syarat dan Ketentuan Ekspor
Dalam melakukan kegiatan ekspor, para pelaku juga harus menaati ketentuan ketentuan-ketentuan ekspor yang berlaku, yakni sebagai berikut:
Eksportir wajib memiliki surat izin usaha perdagangan secara perorangan maupun badan hukum. Perusahaan yang terlibat dalam perdagangan ekspor didirikan dalam rangka penanaman modal.
Eksportir wajib mengetahui barang yang dilarang untuk dijual ke luar negeri, misalnya barang barang peninggalan sejarah atau binatang yang dilindungi.
Eksportir harus mengetahui jenis ekspor barang ke suatu negara yang dilarang oleh negara. Jenis barang yang dapat diekspor oleh perusahaan adalah barang hasil produksinya sendiri dan hasil produksi dari perusahaan lain di dalam negeri, seperti pertanian, kehutanan, pertambangan, dan industri selama tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.
Komoditas Ekspor Indonesia
Komoditas ekspor Indonesia sangatlah beragam. Komoditas tersebut dibagi menjadi dua yaitu ekspor migas dan mandi gas. Ekspor migas meliputi minyak mentah, hasil minyak olahan, dan gas alam. Sedangkan ekspor non migas meliputi hasil pertanian, perikanan, tambang, induksi, dan lain lain.
Sektor nonmigas inilah yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan penerimaan ekspor. Masih mengutip dari buku Mengenal Ekspor dan Impor oleh Agung Feryanto (2018), berikut komoditas ekspor Indonesia yang menjadi unggulan.
1. Hasil pertanian dan kehutanan
Indonesia merupakan negara agraris dengan hamparan padi dan perkebunan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan melimpahnya hasil bumi membuat pemerintah melakukan ekspansi pasar ke luar negeri.
Barang komoditas ekspor Indonesia hasil pertanian yaitu kelapa sawit, kopra, kopi, teh, tembakau, karet, dan rempah-rempah. Sedangkan hasil hutan yang diekspor yaitu rotan atau kayu damar.
2. Hasil perikanan dan peternakan
Selain disebut negara agraris, Indonesia juga dikenal dengan nama bahari. Tidak hanya kaya akan hasil pertanian, Indonesia juga kaya akan hasil laut karena wilayah Indonesia dikelilingi oleh lautan.
Hasil perikanan yang diekspor antara lain ikan segar seperti cakalang, tuna, udang, lobster, dan kodok. Sedangkan komoditas ekspor Indonesia yang dikembangkan secara budidaya ternak antara lain sapi, kerbau, dan babi.
3. Hasil tambang
Banyaknya hasil tambang merupakan keuntungan bagi Indonesia untuk mendapatkan devisa dari negara lain karena Indonesia kaya akan gas alam, minyak tanah, hingga barang barang mineral lainnya yang diperoleh dari tanah Indonesia.
Misalnya PT Caltex pada industri minyak bumi di Bontang, Kalimantan Timur dan PT Freeport di Papua yang bergerak pada industri pertambangan emas dan batu bara. Selain itu juga mengekspor besi, baja, aluminium, tembaga, timah, dan lainnya.
4. Hasil industri
Industri terutama kerajinan tangan dari masyarakat Indonesia sudah banyak dijual di pasar internasional karena banyak masyarakat luar negeri yang Terpesona dengan hasil kerajinan tangan.
Misalnya batik dan cendera mata. Selain itu hasil industri yang menggunakan mesin produksi seperti pakaian jadi, sepatu, pupuk, kayu lapis, dan sarat tiruan.
Demikian penjelasan, ketentuan, dan contoh komoditas ekspor Indonesia di berbagai sektor. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kamu yang sedang belajar mengenai perdagangan internasional.
Frequently Asked Question Section
Indonesia pengekspor terbesar apa?

Indonesia pengekspor terbesar apa?
Banyaknya hasil tambang merupakan keuntungan bagi Indonesia untuk mendapatkan devisa dari negara lain karena Indonesia kaya akan gas alam, minyak tanah, hingga barang barang mineral lainnya yang diperoleh dari tanah Indonesia.
Produk apa saja yang bisa diekspor?

Produk apa saja yang bisa diekspor?
Komoditas ekspor Indonesia sangatlah beragam. Komoditas tersebut dibagi menjadi dua yaitu ekspor migas dan mandi gas. Ekspor migas meliputi minyak mentah, hasil minyak olahan, dan gas alam. Sedangkan ekspor non migas meliputi hasil pertanian, perikanan, tambang, induksi, dan lain lain.
Apa yang dimaksud dengan komoditas ekspor Indonesia?

Apa yang dimaksud dengan komoditas ekspor Indonesia?
Komoditas yang diperjualbelikan di pasar internasional bagi setiap negara pastinya berbeda beda. Komoditas ekspor Indonesia mempunyai peranan penting untuk mendapatkan devisa sebagai sumber dana pembangunan negara.
(SRS)
