Konsep Dasar Ilmu Ekonomi yang Penting Diketahui

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konsep dasar ilmu ekonomi utamanya mencakup tiga konsep penting, yakni penawaran dan permintaan, kelangkaan, dan biaya peluang. Konsep ini penting untuk mempelajari dan menganalisis keputusan dan perilaku pelaku ekonomi.
Lantas apa saja konsep dasar ilmu ekonomi? Simak pembahasannya di artikel Berita Bisnis berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Konsep Dasar Ilmu Ekonomi
Mengutip wallstreetmojo.com, konsep dasar ilmu ekonomi mengacu pada kumpulan ide dasar yang menjelaskan berbagai kejadian dalam perekonomian, seperti tindakan dan pilihan yang ditentukan pelaku ekonomi.
Menurut Harmadi dalam modul Konsep Dasar Ilmu Ekonomi, ilmu ekonomi muncul karena manusia selalu ingin mendapatkan sesuatu melebihi sumber daya yang dimilikinya atau disebut konsep kelangkaan.
Selain konsep kelangkaan, terdapat konsep dasar ilmu ekonomi lainnya, seperti biaya peluang, permintaan dan penawaran, insentif, dan lainnya.
Pemahaman tentang konsep-konsep dasar tersebut menjadi penting dalam mempelajari dan menganalisis keputusan dan perilaku para pelaku ekonomi.
Contohnya, mencakup keputusan produsen dan konsumen dalam memproduksi dan membeli. Untuk mengetahui konsep-konsep dasar ilmu ekonomi lebih lanjut, simak penjelasan singkatnya di bawah ini.
Konsep Dasar Ilmu Ekonomi
Merujuk wallstreetmojo.com, konsep-konsep dasar dari ilmu ekonomi adalah sebagai berikut:
1. Kelangkaan (Scarcity)
Kelangkaan adalah salah satu konsep ekonomi utama. Dalam ilmu ekonomi, kelangkaan mengacu pada ketersediaan sumber daya yang terbatas untuk konsumsi manusia.
Keterbatasan sumber daya mengakibatkan sumber daya tersebut menjadi lebih berharga dan mahal. Contohnya adalah minyak dan emas.
2. Permintaan dan Penawaran (Supply Demand)
Konsep ekonomi penting lainnya adalah penawaran-permintaan. Penawaran mengacu pada jumlah barang dan jasa yang tersedia untuk konsumen. Hukum penawaran menyatakan bahwa ketika harga meningkat, penawaran juga akan meningkat dan sebaliknya.
Di sisi lain, permintaan menunjukkan jumlah barang dan jasa yang ingin dan mampu dibeli konsumen. Ketika harga naik, permintaan akan menurun dan sebaliknya.
Jika permintaan lebih besar dari penawaran, harga barang dan jasa cenderung akan meningkat. Namun harga akan menurun jika penawaran lebih besar dari permintaan.
3. Insentif (Incentive)
Insentif mengacu pada faktor yang memengaruhi konsumen dalam proses mengambil keputusan. Ada dua jenis insentif, yaitu insentif intrinsik dan ekstrinsik.
Insentif intrinsik berasal dari dalam diri konsumen tanpa tekanan dari luar, sedangkan insentif ekstrinsik berkembang karena adanya dorongan dari luar.
4. Pertukaran (Trade-off) dan Opportunity Cost
Trade-off terjadi ketika sebuah keputusan mengarah pada pemilihan satu hal di atas hal lainnya. Kerugian yang ditimbulkan karena tak memilih opsi lain tersebut, disebut biaya peluang (opportunity cost).
Contohnya, trade-off terjadi ketika Maulidya mengambil cuti kuliah untuk pergi ke bioskop. Biaya peluang adalah apa yang hilang dari Maulidya karena tak menghadiri kelas selama satu hari, seperti ilmu yang didapat atau kehadiran.
5. Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi terdiri dari berbagai entitas yang membentuk struktur sosial yang memungkinkan sistem produksi, alokasi sumber daya, dan pertukaran produk dan jasa dalam suatu komunitas. Sistem ekonomi yang ada di dunia, yakni kapitalis, sosialis, dan lainnya.
6. Faktor Produksi
Faktor produksi mengacu pada input yang diterapkan pada proses produksi untuk menciptakan output. Faktor produksi yang penting bagi ekonomi termasuk tanah, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan.
7. Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang terjadi antar-negara. Barang dan jasa yang diperdagangkan antar-negara berkontribusi secara signifikan terhadap PDB.
Dua jenis utama perdagangan internasional adalah impor dan ekspor. Impor adalah pembelian barang atau jasa dari negara lain. Dalam bentuk ini, pembayaran harus dilakukan ke negara lain.
Sementara, penjualan barang dan jasa ke negara lain disebut ekspor. Dalam bentuk ini, pembayaran diterima dari negara lain.
(MQ)
Frequently Asked Question Section
Apa saja jenis insentif dalam ilmu ekonomi?

Apa saja jenis insentif dalam ilmu ekonomi?
Intrinsik dan insentif ekstrinsik.
Apa itu biaya peluang?

Apa itu biaya peluang?
Kerugian yang ditimbulkan karena tak memilih opsi lain dari dua atau lebih opsi yang disediakan.
Bagaimana jika permintaan di pasar lebih besar dari penawaran?

Bagaimana jika permintaan di pasar lebih besar dari penawaran?
Maka harga barang dan jasa cenderung akan meningkat.
