Kuota MagangHub Batch 3 2026 untuk Lulusan Baru

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka peluang bagi pencari kerja untuk mengikuti program magang nasional atau MagangHub.
Pada 2026, pemerintah menargetkan total kuota pemagangan sebanyak 150 ribu peserta, dengan sisa kuota yang tersedia dialokasikan untuk Batch 3.
Program ini ditujukan untuk membantu peserta meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh pengalaman kerja secara langsung sebelum memasuki dunia profesional.
Melalui program tersebut, lulusan perguruan tinggi berkesempatan menjalani pemagangan selama enam bulan di perusahaan.
Selama mengikuti program, peserta memperoleh uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) yang ditanggung pemerintah. Adapun pendaftaran dan seleksi peserta MagangHub Batch 3 dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Kuota MagangHub Batch 3 2026
Pemerintah akan memaksimalkan sisa kuota dari total 150 ribu peserta tahun ini melalui Batch III yang dijadwalkan mulai Oktober 2026.
Pada Batch 1, sekitar 46 ribu peserta telah mengikuti program magang, sedangkan Batch 2 berhasil menyaring 40.962 peserta melalui proses seleksi.
Dengan total sekitar 87 ribu peserta yang telah tertampung dalam dua batch sebelumnya, masih tersedia lebih dari 60 ribu kuota yang dapat dimanfaatkan oleh lulusan baru untuk mengikuti program magang nasional.
Kemnaker juga akan melakukan evaluasi secara berkala untuk melihat manfaat program terhadap peningkatan kompetensi, pengalaman kerja, serta perkembangan peserta setelah menyelesaikan pemagangan selama enam bulan. Berikut sejumlah informasi yang perlu diketahui mengenai Batch 3.
1. Pendaftaran Batch 3 Mulai Oktober
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah mengatakan, pendaftaran dan seleksi peserta Batch 3 akan berlangsung pada Oktober 2026.
Sebelum tahapan tersebut, Kemnaker terlebih dahulu membuka pendaftaran bagi perusahaan yang ingin menjadi mitra penyelenggara magang pada September.
Setelah itu, proses pendaftaran dan seleksi peserta dilakukan pada Oktober. Program kemudian dimulai pada November melalui kickoff.
2. Seluruh Lowongan Berasal dari Perusahaan
Berbeda dari batch sebelumnya, seluruh lowongan magang pada Batch 3 berasal dari perusahaan swasta.
Tidak ada posisi magang yang dibuka oleh kementerian maupun lembaga pemerintah. Darmawansyah menegaskan bahwa kesempatan magang pada batch ketiga sepenuhnya tersedia di perusahaan.
"Untuk batch 3 itu semuanya lowongan perusahaan. Jadi, enggak ada lowongan dari kementerian dan lembaga," ujar Darmawansyah pada Rabu (23/9) dikutip dari Antara.
Dengan ketentuan tersebut, peserta nantinya akan memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan yang menjadi penyelenggara program.
Di sisi lain, pemerintah tetap menanggung uang saku peserta selama mengikuti pemagangan. Perusahaan penyelenggara tidak diwajibkan untuk ikut membiayai uang saku tersebut.
3. Kemnaker Perketat Verifikasi Perusahaan
Untuk memastikan peserta memperoleh pengalaman pemagangan yang sesuai, Kemnaker memperketat proses verifikasi perusahaan yang mengajukan lowongan dalam Program Pemagangan Nasional.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan dapat dicoret dari daftar penyelenggara.
Hal tersebut mencakup perusahaan dengan administrasi yang tidak lengkap, lokasi yang tidak jelas, hingga deskripsi posisi magang yang dinilai belum memadai.
“Kasihan nanti (calon peserta), maka kemudian (perusahaannya) kita coret. Ada yang mengusulkan tapi administrasinya tidak lengkap, atau kemudian ini tidak jelas posisi lowongannya, tidak jelas deskripsinya, sehingga dicoret oleh tim verifikasi,” kata Yassierli saat Kick Off Program Pemagangan Nasional Batch 2 di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta, Rabu (23/9) dikutip kumparanBISNIS.
Selain memeriksa kelengkapan administrasi, tim verifikator juga mengecek lokasi perusahaan untuk memastikan tempat magang yang ditawarkan benar-benar tersedia. Kemnaker turut memastikan posisi yang dibuka relevan dengan profil serta kompetensi lulusan perguruan tinggi.
Baca Juga: Nilai Tertinggi SKD Sekolah Kedinasan 2026, Passing Grade, dan Materinya
(SA)
