Lelang BNI: Syarat, Ketentuan, dan Prosedurnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai salah satu upaya untuk melakukan penyelesaian atau pengembalian kredit kepada debiturnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kini menerapkan sistem penjualan agunan melalui pelelangan umum.
Pihak yang bisa mengikuti lelang BNI adalah orang, badan hukum/usaha atau instansi yang berdasarkan peraturan perundang-undangan atau perjanjian berwenang untuk menjual atau membeli barang secara lelang.
Menurut situs resmi Lelang Anggunan BNI, lelang BNI adalah penjualan barang yang diadakan Bank BNI yang terbuka untuk umum dengan penawaran harga secara tertulis dan/atau lisan yang semakin meningkat atau menurun untuk mencapai harga tertinggi yang didahului dengan Pengumuman Lelang.
Apabila ada aset yang diinformasikan dengan status "dilelang", itu berarti bahwa aset tersebut merupakan barang yang transaksi jual belinya dilakukan dengan mekanisme lelang. Simak informasi seputar lelang BNI selengkapnya di bawah ini.
Syarat dan Ketentuan Lelang BNI
Sebelum mengikuti lelang BNI, sebaiknya ketahui terlebih dahulu syarat dan ketentuan yang berlaku. Mengutip laman Lelang Anggunan BNI, berikut syarat dan ketentuan lelang BNI.
Setiap pelaksanaan lelang disyaratkan adanya Nilai Limit yaitu harga minimal barang yang akan dilelang dan ditetapkan oleh penjual.
Harga Limit akan diumumkan secara terbuka untuk menjadi satu kesatuan dengan Pengumuman Lelang.
Semua pihak yang berminat dapat menjadi Peserta Lelang dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Menyetor Uang Jaminan Pemenang ke rekening KPKNL melaui Bank yang ditunjuk dalam Pengumuman lelang yang besarnya berkisar 20% s/d 50% dari Harga Limit Lelang.
Uang Jaminan penawaran lelang s/d Rp. 20.000.000,- disetorkan paling lama sebelum lelang dimulai.
Uang Jaminan penawaran lelang di atas Rp. 20.000.000,- dapat disetorkan paling lama 1 (satu) hari kerja sebelum pelaksanaan lelang.
1 (satu) penyetoran Uang Jaminan Penawaran Lelang hanya berlaku untuk 1 (satu) barang atau paket barang yang ditawar.
Syarat-syarat lainnnya (apabila ada) akan dikonfirmasikan dalam Pengumuman Lelang.
Sebelum Lelang dilaksanakan Peserta diberikan kesempatan untuk melihat meneliti secara fisik barang yang akan dilelang. Pembeli dianggap telah mengetahui keberadaan, kondisi barang yang akan dilelang dan barang yang dilelang dalam kondisi apa adanya.
Lelang yang akan dilaksanakan dapat dibatalkan sewaktu-waktu berdasarkan suatu putusan/ penetapan lembaga peradilan putusan pejabat lelang atau atas permintaan penjual.
Dalam hal terjadi pembatalan lelang sesuai butir 5 di atas, maka Uang Jaminan Penawaran akan dikembalikan kepada Peserta dan Peserta tidak berhak meminta ganti rugi apapun.
Uang Jaminan Penawaran Lelang yang telah disetorkan dikembalikan seluruhnya tanpa potongan kepada peserta yang tidak disahkan sebagai Pembeli.
Pembeli harus melunasi Harga Lelang secara tunai / cash atau cek / giro selambat-lambatnya 5 (lima) hari kerja setelah tanggal pelaksanaan lelang.
Pembayaran dengan cek / giro dinyatakan sah apabila dana telah efektif diterima Bank. Sebagai tanda pembayaran Pemenang akan diberikan kuitansi atau tanda bukti pembayaran harga lelang oleh Bendahara Penerimaan KPKNL / Pejabat Lelang Kelas I / Balai lelang.
Pembeli yang tidak melunasi Harga lelang sebagaimana ditentukan pada butir 8 dinyatakan wanprestasi dibatalkan pengesahannya sebagai Pembeli dan tidak diperbolehkan mengikuti lelang di seluruh wilayah Indonesia dalam waktu 6 (enam) bulan. Uang Jaminan Penawaran Lelang tidak dapat diambil kembali dan akan disetorkan seluruhnya ke Kas Negara.
Prosedur Lelang BNI
Jika sudah memahami syarat dan ketentuan lelang BNI, berikut prosedur lelang yang perlu diikuti masyarakat seperti dihimpun dari situs Lelang Anggunan BNI.
Bank akan melaksanakan Pengumuman Lelang yang antara lain memuat informasi :
Hari tanggal waktu dan tempat pelaksanaan Lelang.
Nilai Limit.
Besaran jangka waktu cara dan tempat penyetoran Uang Jaminan.
Hari, tanggal dan waktu pelaksanaan melihat barang yang akan dilelang..
Informasi lainnya yang akan disampaikan pada saat Pengumuman Lelang.
Lelang yang dilaksanakan secara langsung oleh karena itu semua Peserta lelang yang sah atau kuasanya pada saat mengajukan penawaran harus hadir di tempat pelaksanaan lelang.
Apabila penawaran dilakukan secara lisan, Peserta Lelang harus mengajukan penawaran secara lisan. Sedangkan apabila penawaran dilakukan secara tertulis, Peserta Lelang harus mengajukan penawaran dengan surat penawaran.
Peserta lelang yang menang dan dinyatakan sebagai Pembeli harus memenuhi kewajiban pelunasan Harga Lelang biaya dan pajak (pungutan sesuai ketentuan yang berlaku).
Sebelum memenuhi kewajiban sebagaimana tersebut pada butir 3 di atas, Pemenang Lelang tidak diperkenankan mengambil / menguasai barang yang dibelinya Pejabat Lelang menyerahkan dokumen asli, dokumen kepemilikan dan / atau barang yang dilelang kepada Pembeli paling lama 1 (satu) hari kerja setelah Pembeli menunjukkan bukti pelunasan pembayaran dan menyerahkan bukti setor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Dalam setiap pelaksanaan lelang Pejabat lelang akan membuat Risalah Lelang sebagai berita acara pelaksanaan lelang yang merupakan Akta Otentik yang dipergunakan antara lain :
Bagi penjual, sebagai bukti Penjual telah melaksanakan penjualan melalui prosedur lelang.
Bagi pembeli lelang, sebagai bukti pembelian.
Bagi pihak ketiga, misalnya Kantor Pertanahan, sebagai dasar hukum untuk pendaftaran / baik nama atas tanah.
Pembeli dapat memperoleh Kutipan / Salinan / Grosse yang otentik dari Minute Risalah Lelang dengan dibebani Bea Meterai.
Khusus mengenai Lelang tanah atau bangunan Kutipan Risalah lelang baru akan ditandatangani oleh Kepala KPKNL / Pejabat Lelang Kelas II apabila Pembeli telah menyerahkan bukti pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu lelang BNI?

Apa itu lelang BNI?
Lelang BNI adalah penjualan barang yang diadakan Bank BNI untuk masyarakat umum dengan penawaran harga secara tertulis dan/atau lisan yang semakin meningkat atau menurun untuk mencapai harga tertinggi yang didahului dengan Pengumuman Lelang.
Apa yang dimaksud dengan status dilelang?

Apa yang dimaksud dengan status dilelang?
Aset yang diinformasikan dengan status "dilelang" berarti bahwa aset tersebut merupakan aset yang transaksi jual belinya dilakukan dengan mekanisme lelang.
Siapa saja yang bisa mengikuti lelang BNI?

Siapa saja yang bisa mengikuti lelang BNI?
Pihak yang bisa mengikuti lelang BNI adalah orang, badan hukum/usaha atau instansi yang berdasarkan peraturan perundang-undangan atau perjanjian berwenang untuk menjual atau membeli barang secara lelang.
