LRT Velodrome-Manggarai Kapan Beroperasi? Ini Penjelasannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

LRT Velodrome-Manggarai kapan beroperasi menjadi pertanyaan yang dinantikan oleh warga Jakarta. Pasalnya, moda transportasi publik ini diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengurai kemacetan yang kerap melanda jalur-jalur utama ibu kota.
Kehadiran rute baru ini diproyeksikan dapat berkontribusi pada terciptanya ruang kota yang nyaman untuk dihuni. Selain itu, dengan tersedianya pilihan rute lintas rel terpadu atau light rail transit (LRT) Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai ini, aksebilitas menjadi semakin terkoneksi.
LRT Velodrome-Manggarai Kapan Beroperasi?
PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menargetkan LRT Velodrome-Manggarai memasuki fase operasional pada Agustus 2026. Hal ini menyusul penyelesaian tahapan konstruksi dan kesiapan sistem secara menyeluruh.
“Ini sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem transportasi publik Jakarta sekaligus mendukung pemenuhan indikator Jakarta sebagai kota global,” kata Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026, seperti dikutip dari Antara.
Dia menjelaskan, setelah beroperasi secara penuh, LRT Jakarta Fase 1A dan 1B secara kolektif diproyeksikan mampu melayani hingga 18 juta penumpang pada 2028. Selain memperkuat konektivitas, moda transportasi ini diperkirakan mampu berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon perkotaan hingga 2.927.250 ton CO2e.
“Jakpro menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan LRT Jakarta Fase1B sesuai target,” ucap Iwan.
Tersambung 100 Persen
Adapun pembangunan jalur LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai telah tersambung 100 persen. Hal ini setelah Jakpro menyelesaikan proses pengangkatan dan pemasangan girder terakhir.
Iwan mengungkapkan, dengan terpasangnya girder terakhir, seluruh rangkaian pekerjaan pengangkatan girder di sepanjang koridor Velodrome-Manggarai sudah terhubung 100 persen. Dia menyebut area DDT Manggarai sejak awal menjadi perhatian khusus, karena terletak tepat di atas jalus eksisting dengan intensitas operasional yang tinggi.
Lebih lanjut, dia menuturkan rampungnya seluruh pekerjaan pengangkatan girder semakin memperkuat progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, di mana hingga keempat Juni 2026, sudah tembus 94,061 persen.
Lima Stasiun Baru Akan Beroperasi
Pada kesempatan sebelumnya, Corporate LRT Jakarta Sheila Indira Maharshi mengatakan pihaknya terus menyiapkan operasional layanan guna mendukung implementasi jalur baru Velodrome Manggarai.
“Terkait dengan Fase 1B, kami di LRT Jakarta saat ini terus mempersiapkan operasi dan pelayanan dengan sebaik-baiknya. Termasuk di lima stasiun baru itu, untuk memastikan kualitas layanan kita tetap prima, seperti yang ada di fase sekarang,” kata Sheila kepada kumparanBISNIS, Kamis, 28 Mei 2026.
Adapun lima stasiun yang dimaksud meliputi:
Stasiun Rawamangun.
Stasiun Pramuka BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).
Stasiun Pasar Pramuka.
Stasiun Matraman.
Stasiun Manggarai.
Namun, kata Sheila, nama resmi masing-masing stasiun tersebut masih dalam tahap penetapan.
Baca Juga: Proyek LRT Velodrome-Manggarai Diperpanjang Sampai Dukuh Atas
(MDP)
