Konten dari Pengguna

Lump Sum: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lump sump. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lump sump. Foto: Pexels

Lump sum adalah salah satu istilah yang muncul dalam dunia keuangan. Secara harfiah, lump sump merujuk pada sejumlah uang yang dibayarkan atau diterima sekaligus.

Mengutip Investopedia, lump sump adalah pembayaran sejumlah uang secara sekaligus karena transaksinya berlangsung dalam satu pembayaran, bukan dialokasikan secara mencicil.

Pembayaran ini biasanya dilakukan dalam satu waktu tertentu dan dalam jumlah yang sudah disepakati. Lump sum dapat diterapkan dalam berbagai konteks, termasuk investasi, asuransi, pensiun, dan proyek bisnis.

Contoh Penerapan Lump Sum

Ilustrasi lump sump. Foto: Pexels

Dikutip dari buku Manajemen Adminstrasi Perkantoran: Teori dan Praktek oleh Deny Sudarajat, S.Sos., M.M., dkk, berikut beberapa contoh penerapan lump sum dalam berbagai situasi.

1. Asuransi Jiwa

Dalam polis asuransi jiwa, lump sum biasanya diberikan ke ahli waris setelah tertanggung meninggal dunia. Ahli waris menerima sejumlah uang sekaligus sesuai dengan nilai pertanggungan yang disepakati.

2. Pensiun

Dalam program pensiun, lump sum dapat diterima oleh pensiunan saat memasuki masa pensiun sebagai alternatif dari pembayaran pensiun bulanan. Pensiunan dapat memilih untuk menerima seluruh dana pensiun sekaligus.

3. Proyek Konstruksi

Dalam proyek konstruksi, kontraktor bisa menerima pembayaran lump sum dari pemilik proyek setelah seluruh pekerjaan selesai dan memenuhi persyaratan yang disepakati.

4. Pembayaran Utang

Dalam penyelesaian utang, debitur dapat memilih untuk melunasi seluruh utang sekaligus dengan pembayaran lump sum yang biasanya disertai diskon atau pengurangan bunga.

5. Kompensasi Karyawan

Dalam situasi tertentu, perusahaan dapat memberikan kompensasi lump sum ke karyawan, misalnya, dalam bentuk pesangon saat terjadi pemutusan hubungan kerja.

Baca Juga: Restitusi: Pengertian, Bentuk, dan Cara Mengajukannya

Manfaat Lump Sum

Ilustrasi lump sump. Foto: Pexels

Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penerapan lump sum, baik untuk individu maupun perusahaan, yakni.

1. Kemudahan Mengelola Keuangan

Dengan menerima atau membayar dalam jumlah besar sekaligus, pengelolaan keuangan menjadi lebih sederhana karena tidak perlu memantau pembayaran berkala atau cicilan.

2. Potensi Untung Lebih Besar

Dalam konteks investasi, menerima lump sum memungkinkan seseorang untuk menginvestasikan jumlah tersebut sekaligus, sehingga dapat memberi potensi keuntungan lebih besar dibanding melakukan investasi berkala.

3. Mengurangi Beban Administratif

Lump sum membantu mengurangi beban administratif terkait pencatatan dan pengelolaan pembayaran berkala, sehingga lebih efisien.

4. Fleksibilitas

Penerima lump sum memiliki fleksibilitas lebih dalam mengelola dan menggunakan dana tersebut sesuai kebutuhan dan prioritas.

(NDA)