Manfaat Break Even Point dan Elemen-elemen Penyusunnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah break even point (BEP) sangat sering digunakan dalam menganalisis sebuah perusahaan. BEP merupakan sebuah titik impas dari besarnya laba dan biaya dari sebuah perusahaan yang mana titik tersebut masih dalam keadaan yang seimbang.
Analisis break even point umumnya digunakan untuk menghitung kapan sebuah usaha/bisnis atau proyek akan menghasilkan keuntungan dengan cara menyamakan total pendapatannya dengan total biaya produksi.
Dengan analisis break even point, manajemen perusahaan dapat mengetahui jumlah penjualan minimum yang harus dipertahankan agar tidak mengalami kerugian. Analisis ini juga bermanfaat untuk mengetahui jumlah penjualan agar memperoleh keuntungan tertentu.
Selain itu, analisis BEP juga bisa membantu manajemen dalam pengambilan keputusan apakah pebisnis perlu melanjutkan atau memberhentikan bisnisnya. Agar lebih paham tentang manfaat break even point dalam sebuah bisnis, simak penjelasannya di bawah ini.
Manfaat Break Even Point
Menghitung break even point amat penting dilakukan para pengusaha agar mengetahui batas minimum produksi, sehingga tidak mengalami kerugian.
Dikutip dari buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK/MAK Kelas XII Semester 1 oleh Muh, Nur Eli Brahim, M.Si, berikut manfaat break even point:
Alat perencanaan untuk menghasilkan laba.
Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.
Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan.
Mengganti sistem laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti.
Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan harga jual.
Sebagai bahan atau dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan terhadap hal-hal berikut.
Jumlah penjualan minimal yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian.
Jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan tertentu.
Seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi.
Untuk mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual, biaya, dan volume penjualan terhadap keuntungan yang diperoleh.
Elemen-elemen dalam Break Even Point
Menurut Buku Ajar Operation Research karya Udik Jatmiko, break even point memiliki beberapa elemen penyusun, di antaranya sebagai berikut:
1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
Elemen yang pertama BEP adalah biaya tetap (fixed cost). Biaya tetap adalah biaya pokok yang selalu dikeluarkan perusahaan, walaupun perusahaan tidak memproduksi barang sekalipun. Contoh dari biaya tetap adalah biaya sewa gedung, biaya perawatan mesin, kendaraan, dan lainnya.
2. Biaya Variabel (Variable Cost)
Kebalikan dari biaya tetap, nilai dari variable cost akan mengikuti jumlah produksi yang dihasilkan perusahaan. Contoh dari variable cost adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, peralatan sekali pakai, dan lainnya.
3. Biaya Campuran (Mixed Cost)
Mixed cost adalah biaya gabungan antara biaya tetap dan variabel. Mixed cost memiliki nilai default yang wajib dibayarkan walaupun tidak ada aktivitas produksi.
Akan tetapi, pada saat produksi dilakukan, jumlahnya akan terus meningkat mengikuti output produksi. Contoh dari mixed cost adalah tagihan listrik, tagihan air, biaya bensin kendaraan, dan lainnya.
4. Harga Pokok Penjualan (HPP)
Terbentuknya elemen HPP (Harga Pokok Penjualan) ini setelah semua biaya dijumlahkan. HPP merupakan harga murni yang nominalnya sama dengan BEP. Nilai laba di dalam HPP sama dengan nol.
5. Margin Laba
Laba margin adalah elemen yang wajib ditambahkan pada harga produk begitu BEP-nya sudah terhitung. Kamu dapat menetapkan margin laba dengan nominal berapapun, sesuai harga jual produk yang kamu inginkan.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan break even point?

Apa yang dimaksud dengan break even point?
Break even point (BEP) merupakan sebuah titik impas dari besarnya laba dan biaya dari sebuah perusahaan yang mana titik tersebut masih dalam keadaan yang seimbang.
Mengapa BEP sangat penting?

Mengapa BEP sangat penting?
Menghitung break even point amat penting dilakukan para pengusaha agar mengetahui batas minimum produksi, sehingga tidak mengalami kerugian.
Apa saja elemen penyusun BEP?

Apa saja elemen penyusun BEP?
Biaya Tetap (Fixed Cost), Biaya Variabel (Variable Cost), Biaya Campuran (Mixed Cost), Harga Pokok Penjualan (HPP), dan Margin Laba.
