Manfaat Pasar Modal bagi Pemerintah, Investor, dan Emiten

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasar modal bisa menjadi pilihan alternatif bagi para pemula yang baru terjun ke dunia investasi. Sebab, manfaat pasar modal dapat dirasakan oleh seluruh pihak yang terlibat di dalamnya, mulai dari pemerintah, investor, hingga emiten.
Menurut Buku Referensi Investasi Pasar Modal karya Destina Paningrum, S.E., M.M, pasar modal dapat diartikan sebagai tempat untuk memperjualbelikan sekuritas yang umumnya memiliki umur lebih dari satu tahun, seperti saham, obligasi, dan reksa dana.
Berdasarkan Undang-Undang (UU) No 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, pasar modal adalah kegiatan yang terkait dengan perdagangan efek serta penawaran umum antara investor dan perusahaan emiten.
Manfaat Pasar Modal
Dihimpun dari buku The Secret of Wealth Management: Cara Membangun Kekayaan Mulai Dari Nol terbitan Wealth Manager Association, manfaat pasar modal dapat dirasakan bagi pemerintah, investor, dan emiten. Berikut penjelasannya.
1. Manfaat pasar modal bagi pemerintah
Dapat memiliki saham perusahaan, sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial
Mendorong laju pembangunan
Mendorong investasi
Menciptakan lapangan kerja
Mengurangi beban anggaran bagi BUMN (Badan Usaha Milik Negara)
2. Manfaat pasar modal bagi investor
Memiliki perusahaan yang sehat dan mempunyai prospek baik
Mengembangkan nilai investasi sesuai dengan pertumbuhan ekonomi
Memberikan dividen bagi seseorang yang memiliki saham dan bunga tetap
Memberikan hak suara dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) bagi pemegang saham
Memberikan kemudahan untuk mengganti instrumen investasi
3. Manfaat pasar modal bagi emiten
Menyediakan sumber pendanaan atau pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha
Jumlah dana yang dihimpun dapat berjumlah besar
Memberikan kesempatan bagi koperasi dan karyawan perusahaan sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial
Solvabilitas perusahaan tinggi sehingga memperbaiki citra perusahaan
Ketergantungan emiten terhadap bank lebih kecil
Instrumen Pasar Modal
Mengutip laman resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), jenis instrumen pasar modal adalah saham, obligasi, reksa dana, derivatif, dan lainnya. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.
1. Saham
Saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak tertentu dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Perlu diketahui bahwa saham termasuk instrumen ke dalam pasar modal yang populer di instrumen keuangan.
2. Obligasi
Obligasi adalah salah satu efek yang tercatat di bursa. Biasanya, obligasi ini dapat diterbitkan oleh korporasi maupun negara. Artinya, obligasi dapat dikelompokkan sebagai efek bersifat utang di samping sukuk.
3. Reksa dana
Reksa dana adalah wadah yang dapat digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat per modal untuk selanjutnya dapat diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi atau MI.
4. Exchange Traded Fund (ETF)
EFT atau Exchange Traded Fund adalah reksadana yang berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit pertanyaannya akan diperdagangkan di bursa efek.
5. Derivatif
Derivatif adalah kontrak perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain yang disebut dengan underlying assets.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud pasar modal menurut UU pasar modal No 8 Tahun 1995?

Apa yang dimaksud pasar modal menurut UU pasar modal No 8 Tahun 1995?
Berdasarkan UU No 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, pasar modal adalah kegiatan yang terkait dengan perdagangan efek serta penawaran umum antara investor dan perusahaan emiten.
Apa saja instrumen pasar modal?

Apa saja instrumen pasar modal?
Beberapa jenis instrumen pasar modal, di antaranya saham, obligasi, reksa dana, dan derivatif.
Apa itu reksa dana?

Apa itu reksa dana?
Reksa dana adalah wadah yang dapat digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat per modal untuk selanjutnya dapat diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi atau MI.
