Konten dari Pengguna

Mekaar Naik Kelas: Pengertian, Kriteria, dan Manfaatnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mekaar naik kelas. Foto: Dok. PNM
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mekaar naik kelas. Foto: Dok. PNM

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mendorong ratusan ribu nasabah program Mekaar untuk naik kelas. Melalui strategi Mekaar naik kelas, nasabah bisa mendapatkan pinjaman modal lebih banyak sehingga bisnis menjadi lebih optimal.

Dalam hal ini PNM menggandeng bank penyalur KUR mikro dan meluncurkan Mekaar Plus. Jadi, PNM hanya berperan sebagai pihak yang mempertemukan antara nasabah dengan perbankan.

Adapun bank penyalur yang memberikan KUR mikro ke nasabah adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Mandiri Tbk, dan BRI.

Meski dana pinjaman mekaar naik kelas berasal dari bank, pendampingan ke pelaku usaha tetap dilakukan oleh PNM. Lebih lanjut, simak ulasan di bawah mengenai Mekaar naik kelas.

Apa Itu PNM Mekaar?

PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) adalah layanan pembiayaan berbasis kelompok yang diperuntukan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro. Setiap kelompoknya berisi 10 hingga 30 anggota.

PNM Mekaar bisa diakses oleh mereka yang ingin memulai usaha ataupun mengembangkan usaha. Untuk jumlah pembiayaannya mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta. Program pembiayaan milik badan usaha milik negara (BUMN) ini diberikan secara bertahap tanpa jaminan.

Sekilas Tentang PNM Mekaar Naik Kelas

Ilustrasi mekaar naik kelas. Foto: Dok. PNM

PNM juga menawarkan produk Mekaar Plus yang ditujukan ke nasabah Mekaar yang siap naik kelas. Berbeda dengan Mekaar biasa, plafon pinjaman nasabah Mekaar Plus bisa lebih dari Rp5 juta, bahkan bisa mendapatkan dana pinjaman KUR mikro dari bank tertentu.

Tak hanya naik kelas secara finansial, nasabah juga tetap mendapatkan pembinaan dari PNM berupa Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), Peningkatan Kapasitas Usaha (PKU), pendampingan nasabah, dan pembayaran kewajiban KUR mikro.

Secara umum, untuk menjadi nasabah Mekaar naik kelas, mereka harus menjadi nasabah aktif, tidak pernah menunggak angsuran, mempunyai prospek usaha yang baik, dan memang sedang membutuhkan pembiayaan.

Manfaat Program Meekar

Ada sederet manfaat dan keuntungan dari program pembiayaan modal PNM Mekaar, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Meningkatan pengelolaan keuangan

  • Mendapat pinjaman modal tanpa agunan

  • Menanamkan budaya menabung

  • Membuka kompetensi kewirausahaan dan pengembangan bisnis

Kriteria Nasabah Mekaar

Ilustrasi mekaar naik kelas. Foto: Dok. PNM

Tertarik menjadi nasabah PNM Mekaar? Jika demikian, kamu perlu memenuhi semua kriteria di bawah ini terlebih dulu.

  • Layanan PNM Mekaar hanya bisa diajukan oleh perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro

  • Karena PNM Mekaar tidak mensyaratkan jaminan fisik, maka nasabah wajib mengijuti syarat kedisiplinan berupa aktivitas Persiapan Pembiayaan dan Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM)

  • Satu kelompok minimal terdiri dari 10 nasabah

  • Setiap kelompok dipimpin oleh seorang ketua

  • Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) wajib dilaksanakan satu kali dalam seminggu, sebagai kegiatan untuk membayar angsuran mingguan dan pembinaan usaha.

Itu dia informasi seputar program mekaar naik kelas dari PNM. Melalui program tersebut, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa meningkatkan kapasitas usahanya.

(ZHR)

Frequently Asked Question Section

Apa tujuan dari program PNM Mekaar naik kelas?

chevron-down

Melalui strategi Mekaar naik kelas, nasabah bisa mendapatkan pinjaman modal lebih banyak sehingga bisnis menjadi lebih optimal.

Berapa orang anggota Mekaar dalam 1 kelompok?

chevron-down

Satu kelompok Mekaar terdiri dari 10 hingga 30 orang.

Apa saja manfaat PNM Mekaar?

chevron-down

Meningkatan pengelolaan keuangan, mendapat pinjaman modal tanpa agunan, menanamkan budaya menabung, membuka kompetensi kewirausahaan, dan mengembangkan bisnis.