Konten dari Pengguna

Mengapa ASN dan Organisasi Publik Dituntut untuk Memiliki Nilai Adaptif?

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas mengapa ASN dan organisasi publik dituntut untuk memiliki nilai adaptif. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas mengapa ASN dan organisasi publik dituntut untuk memiliki nilai adaptif. Foto: Pexels

Pertanyaan seperti mengapa ASN dan organisasi publik dituntut untuk memiliki nilai adaptif, menjadi topik pembahasan yang menarik untuk digali lebih dalam. Pasalnya, para abdi negara di era modern ini dihadapkan pada perubahan teknologi yang terjadi dengan sangat cepat.

Kemampuan untuk terus menyesuaikan diri menjadi kunci utama agar pelayanan kepada masyarakat tetap efektif dan efisien. Tanpa adanya fleksibilitas dan inovasi berkelanjutan, instansi pemerintah akan kesulitan dalam merespons kebutuhan publik yang semakin kompleks.

Apa itu Adaptif dalam ASN?

Ilustrasi mengenal apa itu adaptif dalam ASN. Foto: Pexels

Adaptif merupakan salah satu dari tujuh nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN), yang berada di urutan keenam. Selain adaptif, nilai-nilai dasar ini terdiri dari berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, dan kolaboratif.

Adaptif sendiri dimaknai sebagai sikap dan perilaku ASN yang semangat untuk terus menerus berinovasi. Selain itu, adaptif juga menggambarkan antusiasme para pegawai pemerintah dalam menggerakkan dan menghadapi perubahan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, nilai dasar adaptif ASN dijabarkan ke dalam kode etik dan kode perilaku. Kode ini bertujuan untuk mempertahankan dan kehormatan pegawai serta kepentingan bangsa dan negara.

Kode etik dan kode perilaku dalam nilai dasar adaptif ASN terdiri dari:

  • Mampu beradaptasi dengan sigap dalam merespons berbagai dinamika perubahan.

  • Kerap melahirkan terobosan baru dan mengasah daya cipta secara berkelanjutan.

  • Mengambil inisiatif tindakan secara aktif dan responsif.

Mengapa ASN dan Organisasi Publik Dituntut untuk Memiliki Nilai Adaptif?

Melansir laman Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Daerah (BKPSDMAD) Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, ASN dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan agar mampu memberikan pelayanan publik yang relevan.

Kemampuan penyesuaian diri ini tidak hanya menyeimbangkan tindakan dengan lingkungan kerja. ASN juga perlu meningkatkan keahlian dalam mengatasi berbagai hambatan, mematuhi aturan, menciptakan pembaruan, dan mengoptimalkan sumber daya secara efisien.

Oleh sebab itu, para ASN, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), wajib merespons setiap tantangan zaman melalui penerapan pola pikir yang berorientasi pada solusi.

Langkah konkret tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan visi organisasi, memahami akar masalah, dan jaminan kelancaran komunikasi. Selain itu, fleksibilitas dalam mengeksekusi keputusan menjadi kunci utama guna menghadirkan pelayanan yang responsif.

Panduan Adaptif ASN

Implementasi nilai adaptif dalam Core Values ASN Ber-AKHLAK dapat diwujudkan melalui tiga panduan sikap dan perilaku berikut:

1. Tanggap dan Cepat Beradaptasi terhadap Perubahan Lingkungan

ASN dituntut untuk sigap merespons perkembangan teknologi, arah kebijakan baru, dan perubahan kebutuhan publik dengan pikiran terbuka. Karakter adaptif ini ditandai dengan antusiasme belajar yang tinggi, ketahanan diri, dan jeli melihat peluang di tengah tantangan.

2. Konsisten Memunculkan Inovasi dan Mengasah Daya Cipta

Setiap ASN perlu berperan aktif dalam memunculkan terobosan kreatif yang mampu merealisasikan ide-ide baru menjadi solusi nyata. Langkah inovatif tersebut krusial dalam mewujudkan pelayanan publik yang jauh lebih efektif, efisien, dan responsif.

3. Bersikap Proaktif dan Berorientasi pada Antisipasi

ASN yang berjiwa adaptif selalu mengambil inisiatif lebih awal guna mencegah potensi hambatan sebelum masalah terjadi. Wujud proaktif ini juga terlihat dari kebiasaan mengevaluasi kebijakan secara rutin dan mengadopsi praktik terbaik demi menghadirkan solusi yang tepat.

Baca Juga: Perubahan Budaya Kerja yang Diharapkan dalam Paradigma Baru Manajemen ASN adalah

(MDP)