Konten dari Pengguna

Mengapa Pemerintah Harus Mengendalikan Jumlah Uang yang Beredar? Ini Jawabannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi uang Rupiah. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi uang Rupiah. Foto: Unsplash

Uang yang beredar di masyarakat sejatinya harus selalu dalam kendali pemerintah. Mengapa pemerintah harus mengendalikan jumlah uang yang beredar? Bagi yang penasaran dengan jawabannya, simak ulasan artikel di bawah ini hingga tuntas.

Berdasarkan jurnal Faktor-Faktor yang Memengaruhi Jumlah Uang Beredar di Indonesia oleh Sarmiani, uang beredar adalah semua jenis uang yang berada di dalam roda perekonomian, atau jumlah dari mata uang dalam peredaran ditambah dengan uang giral di bank umum.

Jumlah uang beredar dalam masyarakat merupakan total persediaan uang dalam suatu perekonomian negara pada kurun waktu tertentu. Perubahan jumlah uang beredar ditentukan oleh hasil interaksi antara masyarakat, lembaga keuangan, dan bank sentral.

Apabila uang yang beredar di masyarakat semakin besar, harga barang akan semakin naik, sehingga nilai uang akan turun. Namun, jika jumlah uang yang beredar di masyarakat semakin berkurang, harga barang akan turun dan nilai uang kembali naik.

Mengapa Pemerintah Harus Mengendalikan Jumlah Uang yang Beredar?

Ilustrasi uang Rupiah. Foto: Pexels

Cara pemerintah dalam mengendalikan jumlah uang yang beredar di masyarakat dikenal juga dengan istilah kebijakan moneter. Kebijakan moneter ini dimaksudkan untuk menjaga kestabilan ketersediaan uang suatu negara.

Di Indonesia, lembaga yang menjadi penanggung jawab dan pelaksana kebijakan moneter adalah Bank Indonesia (BI). Hal ini didasari pada Undang-Undang No 23 Tahun 1999 tentang Kebijakan Moneter Bank Indonesia.

Peraturan tersebut menetapkan bahwa tujuan kebijakan moneter yang dilaksanakan Bank Indonesia adalah untuk mencapai stabilitas nilai Rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan.

Semua hal tersebut dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia guna mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang berkelanjutan.

Baca juga: Penyebab Inflasi: Kenaikan Harga hingga Jumlah Uang yang Beredar

Faktor yang Menentukan Jumlah Uang yang Beredar

Ilustrasi uang Rupiah. Foto: Pexels

Menurut jurnal Faktor-Faktor yang Memengaruhi Jumlah Uang Beredar di Indonesia oleh Sarmiani, jumlah uang yang beredar dalam masyarakat ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  1. Kebijakan Bank Sentral, dalam hal ini Bank Indonesia, berupa hak otonom dan kebijakan moneter. Di antaranya terdiri dari politik diskonto, politik pasar terbuka, politik rasio kas, dan politik kredit selektif dalam mencetak dan mengedarkan uang kartal.

  2. Kebijakan pemerintah melalui menteri keuangan untuk menambah peredaran uang dengan cara mencetak uang logam dan uang kertas yang nominalnya kecil.

  3. Bank umum dapat menciptakan uang giral melalui pembelian saham dan surat berharga.

  4. Tingkat pendapatan masyarakat.

  5. Tingkat suku bunga bank.

  6. Selera konsumen terhadap suatu barang. Semakin tinggi selera konsumen terhadap suatu barang, harga barang akan terdorong naik, sehingga mendorong jumlah uang yang beredar semakin banyak. Demikian sebaliknya.

  7. Harga barang yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di pasar.

  8. Kebijakan kredit dari pemerintah.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa itu uang beredar?

chevron-down

Uang beredar adalah semua jenis uang yang berada di dalam roda perekonomian, atau jumlah dari mata uang dalam peredaran ditambah dengan uang giral di bank umum.

Apa yang dimaksud dengan kebijakan moneter?

chevron-down

Cara pemerintah dalam mengendalikan jumlah uang yang beredar di masyarakat dikenal juga dengan istilah kebijakan moneter.

Siapa yang melaksanakan kebijakan moneter di Indonesia?

chevron-down

Di Indonesia, lembaga yang menjadi penanggung jawab dan pelaksana kebijakan moneter adalah Bank Indonesia (BI).