Konten dari Pengguna

Mengapa Rasio Keuangan Digunakan untuk Menilai Kinerja Perusahaan? Ini Alasannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi alasan mengapa rasio keuangan digunakan untuk menilai kinerja perusahaan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi alasan mengapa rasio keuangan digunakan untuk menilai kinerja perusahaan. Foto: Pexels

Penilaian performa keuangan perusahaan bukan hal yang mudah untuk dilakukan, karena terdapat banyak alat ukur yang dapat dipilih menyesuaikan kondisi dan kebutuhan bisnis. Salah satu cara yang sering digunakan oleh para manajer untuk menilai kinerja suatu perusahaan adalah analisis rasio keuangan.

Mengukur kinerja perusahaan dengan perbandingan rasio-rasio sangat berguna bagi para investor dalam menilai profitabilitas bisnis. Lantas, mengapa rasio keuangan digunakan untuk menilai kinerja perusahaan?

Apa itu Rasio Keuangan?

Ilustrasi mengenal apa itu rasio keuangan. Foto: Pexels

Melansir jurnal Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Keputusan Perusahaan karya Talitha Ayu Maritza dkk., rasio keuangan merupakan metode analisis keuangan dengan cara mengambil data dari laporan keuangan selama periode akuntansi. Indikator ini sering dipilih untuk memutuskan kebijakan-kebijakan yang diberlakukan oleh perusahaan.

Dengan membandingkan rasio keuangan dari tahun ke tahun, manajemen perusahaan dapat mempelajari komposisi perubahan kenaikan maupun penurunan kinerja.

Tak hanya itu, rasio keuangan juga dimanfaatkan untuk memutuskan apakah investor akan mengakuisisi saham, manajemen meminjam uang, hingga memprediksi kekuatan perusahaan di masa depan.

Mengapa Rasio Keuangan Digunakan untuk Menilai Kinerja Perusahaan?

Berdasarkan laporan Manfaat Informasi Rasio Keuangan dalam Memprediksi Perubahan Laba (Studi Empiris terhadap Perusahaan Manufaktur Go Publik di Bursa Efek Indonesia) oleh Silvia Zarimarti, rasio keuangan menjadi salah satu teknik analisis kinerja perusahaan yang populer. Berikut alasan rasio keuangan sering digunakan:

  • Memberikan informasi yang sederhana mengenai hubungan antarpos, sehingga mempercepat penilaian performa perusahaan.

  • Menggunakan operasi aritmatika sederhana, tetapi interpretasinya kompleks.

  • Hasil rasio keuangan berupa angka atau persentase yang mudah dipahami dan ditafsirkan.

Jenis-Jenis Rasio Keuangan

Terdapat beberapa jenis rasio keuangan, meliputi:

1. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas (liquidity ratio) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendek atau memenuhi kewajiban. Apabila perusahaan dapat menunaikan kewajibannya, maka disebut likuid.

2. Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas (leverage/solvability ratio) adalah rasio yang dimanfaatkan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang.

Rasio ini berkaitan dengan keputusan pendanaan perusahaan melalui pembiayaan utang dibandingkan modal sendiri.

3. Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas merujuk pada rasio yang menggambarkan kegiatan yang dilaksanakan perusahaan dalam menjalankan operasionalnya. Rasio aktivitas yang sering digunakan, yaitu rata-rata umur piutang, perputaran persediaan, dan perputaran total aktiva.

4. Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas mengarah pada penilaian kemampuan perusahaan dalam mencari laba atau keuntungan pada periode tertentu. Rasio ini bisa dikatakan dapat mencerminkan hasil akhir dari kebijakan keuangan dan keputusan operasional.

Cara Mengukur Kinerja Perusahaan Berdasarkan Rasio Keuangan

Mengacu pada jurnal Analisis Rasio Keuangan untuk Menilai Kinerja Keuangan pada PT Sarwa Karya Wiguna Palembang oleh Suryadi, berikut rumus pengukuran rasio keuangan berdasarkan jenisnya:

  • Rasio likuiditas (lancar): aset lancar dibagi utang lancar.

  • Rasio solvabilitas atau rasio utang: total utang dibagi total aset.

  • Rasio aktivitas atau rasio perputaran piutang: penjualan dibagi rata-rata piutang usaha.

  • Rasio profitabilitas atau rasio margin laba bersih: laba bersih dibagi penjualan.

Demikian penjelasan mengenai alasan mengapa rasio keuangan digunakan untuk menilai kinerja perusahaan. Dengan menganalisis rasio keuangan, manajemen perusahaan maupun investor dapat menimbang keputusan yang akan diambil.

Baca Juga: Rasio Keuangan: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Cara Menghitungnya

(MDP)