Konten dari Pengguna

Mengenal Apa Itu Rate Card dan Cara Membuatnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi apa itu rate card. Foto : Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa itu rate card. Foto : Pexels.

Orang yang berkecimpung di industri kreatif umumnya sudah tak asing dengan apa itu rate card. Dokumen ini tak hanya dimiliki agensi iklan, tetapi juga penting bagi para influencer dan kreator konten.

Rate card tersebut berguna dalam memudahkan kerja sama antara perusahan atau brand dengan influencer, karena di dalamnya memuat informasi seperti harga dan deskripsi layanan yang ditawarkan.

Memiliki rate card tak hanya membantu suatu merek untuk mempertimbangkan apakah influencer maupun content creator tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka. Namun itu juga dapat membuat influencer terlihat lebih profesional.

Apa itu Rate Card?

Ilustrasi apa itu rate card. Foto : Pexels.

Dikutip dari Profitworks, rate card adalah dokumen yang digunakan oleh pengiklan untuk menentukan berapa biaya untuk menjalankan sebuah iklan. Rincian harga yang ditawarkan dapat bervariasi berdasarkan pilihan penempatan iklan.

Influencer media sosial, misalnya, menetapkan tarif berbeda untuk penayangan iklan dalam bentuk foto, video, unggahan di Instagram feed, Story, dan lainnya.

Meski terdapat harga di dalam rate card, tak menutup kemungkinan adanya negosiasi harga baru dan nominalnya bisa lebih rendah dari harga yang tercantum.

Cara Membuat Rate Card

Ilustrasi cara membuat rate card. Foto Pexels.

Dalam membuat rate card terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan supaya seluruh informasi disajikan secara lengkap. Berikut cara menentukan rate card yang bisa dijadikan panduan.

1. Personal brand value

Dalam membuat rate card, seorang pemengaruh atau kreator konten perlu menentukan personal brand value. Hal ini bisa dilakukan dengan mempertimbangkan reputasi, jumlah pengikut, dan totalitas dalam membuat sebuah konten.

2. Layanan yang ditawarkan

Saat membuat rate card, layanan yang ditawarkan menjadi poin yang perlu dicantumkan selanjutnya. Layanan dari influencer mikro atau nano bisa mencakup postingan bersponsor, ulasan produk, maupun kolaborasi.

Tulis apa saja daftar layanan dan kebutuhan yang diperlukan dalam setiap layanan dengan jelas, sehingga calon klien bisa mengetahui secara persis apa yang mereka dapatkan.

3. Tarif

Menentukan tarif bisa menjadi hal rumit bagi seorang influencer. Tarif harus mencerminkan personal brand value dan nilai yang dapat diberikan. Saat menetapkan tarif, influencer dapat menentukan faktor-faktor seperti:

  • Waktu, tenaga, dan sumber daya yang diperlukan untuk membuat konten.

  • Jumlah pengikut, engagement, cost per action (CPA), dan cost per view (CPV)

  • Jenis konten yang dibuat

  • Eksklusivitas konten

4. Desain rate card

Setelah memiliki semua informasi yang diperlukan, langkah selanjutnya adalah merancang rate card.

Buat rate card semenarik mungkin secara visual dan juga mudah dibaca. Hal ini akan memudahkan calon klien dalam menemukan informasi yang dibutuhkan.

Tip lain yang penting untuk diingat saat membuat desain rate card adalah memilih templat bersih dan sederhana dan gunakan fon yang mudah dibaca.

Baca Juga: Mengenal Micro Influencer dan Manfaat Kolaborasinya

Hal yang Harus Dicantumkan dalam Rate Card

Ilustrasi menentukan rate card. Foto : Pexels.

Saat membuat rate card, setidaknya hal-hal berikut ini harus ada di dalamnya. Informasi tersebut di antaranya nama dan biografi singkat, nama pengguna, dan tautan media sosial, niche, layanan yang ditawarkan, dan tarif.

Supaya semakin lengkap, influencer juga bisa menyertakan contoh konten atau testimoni dari klien sebelumnya di dalam rate card.

(SA)