Mengenal Asuransi Dibayar di Muka Beserta Contohnya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa dari kalian mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah asuransi dibayar di muka. Istilah ini biasa ditemukan dalam laporan keuangan karena termasuk bagian dari pengeluaran biaya dibayar di muka (deffered charge).
Merujuk buku Manajemen Laba (Teori & Model Empiris) oleh Sri Sulistyanto, biaya dibayar di muka (deffered charge) adalah biaya yang telah dikeluarkan perusahaan secara tunai untuk memperoleh barang atau jasa tertentu yang baru akan diterima di masa depan.
Hal ini tentu sesuai dengan cara kerja asuransi itu sendiri. Para pemilik asuransi baru bisa merasakan manfaatnya apabila sudah mengalami suatu peristiwa merugikan yang dipertanggungkan sesuai dengan polis asuransi.
Prosedur Pemeriksaan Asuransi Dibayar di Muka
Menurut buku Auditing 2 Standar ISA Berbasis Pendekatan Laporan Keuangan, asuransi dibayar di muka diklasifikasikan sebagai aset tak lancar. Adapun prosedur pemeriksaannya, yakni sebagai berikut:
Minta rincian prepaid insurance per tanggal neraca.
Cek mathematical accuracy.
Cocokkan saldo prepaid insurance per tanggal neraca dengan saldo buku besar.
Cocokkan saldo awal prepaid insurance dengan kertas kerja pemeriksaan tahun sebelumnya.
Lakukan vouching untuk pembayaran premi asuransi di tahun berjalan, perhatikan apakah ada diskon.
Periksa polis asuransi dan cocokkan data dalam polis asuransi dengan rincian prepaid insurance.
Cocokkan total yang dibebankan sebagai biaya asuransi ke buku besar biaya asuransi.
Periksa apakah nilai pertanggungan cukup.
Perhatikan apakah ada banker's clause, kondisi di mana klaim terjadi karena yang diasuransikan terbakar atau hilang, maka ganti rugi harus dibayarkan kepada bank.
Buat usulan audit adjustment jika diperlukan.
Pencatatan Asuransi Dibayar di Muka dalam Laporan Keuangan
Ada dua metode pencatatan asuransi dibayar di muka dalam laporan keuangan. Mengutip buku Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XII karya Mufidah, kedua metode pencatatan tersebut adalah:
Dicatat sebagai harta (pendekatan neraca), yaitu pembayaran asuransi di muka akan dicatat dalam akun "Beban dibayar di muka".
Dicatat sebagai beban (pendekatan laba-rugi), yaitu pembayaran asuransi di muka akan dicatat dalam akun "Beban ....".
Contoh Pencatatan Asuransi Dibayar di Muka
Agar semakin paham, berikut contoh kasus pencatatan asuransi dibayar di muka yang dikutip dari buku Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XII susunan Mufidah.
Pada Tanggal 1 April 2021 membayar premi asuransi untuk satu tahun R240.000,00. Jika menggunakan pendekatan neraca, transaksi tersebut dicatat dalam akun:
Asuransi dibayar dimuka (Debit) Rp 240.000,00
Kas (Kredit) Rp 240.000,00
Jumlah tersebut akan tetap terlihat pada akun asuransi dibayar di muka di neraca saldo 31 Desember 2021. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2021 sebenarnya asuransi yang sudah dimanfaatkan adalah 9 bulan (1 April 2021-31 Desember 2021).
Ini berarti sejumlah Rp 180.000,00 (9/12 × Rp 240.000,00) sudah menjadi beban tahun 2021. Maka jumlah tersebut harus dipindahkan dari akun "Asuransi dibayar di muka" ke akun "Beban Asuransi" dengan jurnal penyesuaian:
Beban Asuransi Rp 180.000,00
Asuransi dibayar di muka Rp 180.000,00
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Asuransi dibayar di muka termasuk jenis biaya apa?

Asuransi dibayar di muka termasuk jenis biaya apa?
Asuransi dibayar di muka termasuk bagian dari pengeluaran biaya dibayar di muka (deffered charge).
Apa itu deffered charge?

Apa itu deffered charge?
Biaya dibayar di muka (deffered charge) adalah biaya yang telah dikeluarkan perusahaan secara tunai untuk memperoleh barang atau jasa tertentu yang baru akan diterima di masa depan.
Kapan manfaat asuransi dirasakan?

Kapan manfaat asuransi dirasakan?
Para pemilik asuransi baru bisa merasakan manfaatnya apabila sudah mengalami suatu peristiwa merugikan yang dipertanggungkan sesuai dengan polis asuransi.
