Mengenal Financial Fair Play, Kebijakan UEFA yang Bikin Messi Pindah?

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengenal Financial Fair Play, Kebijakan UEFA yang Bikin Messi Pindah?
Lionel Messi memastikan diri merapat ke klub asal Perancis, Paris Saint-Germain (PSG). Ia akan berlaga di Ligue 1 bersama mantan rekan setimnya di Barcelona, Neymar.
Menariknya, tak cuma berlaga bersama Neymar, Messi juga akan satu seragam dengan mantan rivalnya semasa di La Liga, Sergio Ramos, bek andalan Real Madrid.
Tentu saja, melihat kenyataan tersebut, banyak pihak bertanya-tanya mengapa La Pulga akhirnya mencopot jersey Barcelona yang sudah membesarkan namanya?
Menjawab pertanyaan besar itu, satu istilah kemudian mencuat ke permukaan, yakni Financial Fair Play (FFP). Apa itu FFP? Mengapa kebijakan itu bisa membuat megabintang sekelas Messi meninggalkan Blaugrana?
Aturan FFP mula-mula dicetuskan oleh Ketua Federasi Sepakbola Eropa (UEFA), Michel Platini pada 2010 silam. Tujuannya adalah agar tidak ada klub-klub yang belanja banyak pemain bintang karena kekayaannya.
Karena memang tidaklah mungkin sebuah klub akan memborong seluruh pemain bintang di dunia tanpa ada kerugian neraca keuangan. Karena itu, hadirlah FFP guna membatasi stabilitas keuangan klub.
FFP sebenarnya tak melarang klub punya kerugian. Hanya saja ada pembatasan yang bisa berubah setiap musimnya. Pindahnya Messi dari Barca adalah karena pembatasa kerugian yang tersaji dalam FFP.
FFP mengatur agar klub tidak boleh memiliki kerugian yang lebih dari 30 juta euro atau senilai Rp 506 miliar (kurs: Rp 16.869) dalam periode tiga tahun. Sementara Barcelona tercatat punya utang yang jauh dari batas FFP.
Per 26 Januari 2021, Barcelona tercatat memiliki utang sebesar 1,1 miliar euro atau senilai Rp 20 triliun. Sebanyak 730 juta euro (Rp 12,4 triliun) dari total tersebut jatuh tempo dalam jangka pendek.
Sementara, 266 juta euro (Rp 4,5 triliun) atau sisa dari total 1,1 miliar euro merupakan utang kepada banyak bank. Ketika itu, Barcelona harus membayarkan utangnya dalam jangka waktu lima bulan saja.
Maka itu, Barcelona tak bisa memaksakan diri mempertahankan Lionel Messi bermain di La Liga bersama Kun Aguero dan kawan-kawan. Karena apabila memaksa, maka banyak sanksi yang menunggu Blaugrana.
Jika melanggar, maka klub harus bersiap-siap menerima hukuman dari UEFA yang setidaknya ada delapan hukuman terpisah. Berikut rinciannya:
1. Teguran/Peringatan
2. Denda
3. Pengurangan poin
4. Pemotongan pendapatan dari kompetisi UEFA
5. Larangan untuk mendaftarkan pemain baru untuk kompetisi UEFA
6. Pembatasan tentang berapa banyak pemain yang dapat didaftarkan klub untuk kompetisi UEFA
7. Diskualifikasi dari kompetisi yang sedang berlangsung
8. Diskors untuk kompetisi mendatang
