Mengenal Kebijakan Melindungi Produk dalam Negeri

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebijakan untuk melindungi produk dalam negeri salah satunya dapat berupa kebijakan proteksionisme yang diterapkan pemerintah untuk membantu industri dalam negeri.
Kebijakan tersebut biasanya diterapkan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi domestik, tetapi juga dapat diterapkan untuk masalah keamanan atau kualitas.
Agar lebih jelas, berikut Berita Bisnis jabarkan lebih lanjut mengenai pengertian kebijakan proteksionisme, jenis-jenis, dan keunggulannya.
Pengertian Kebijakan Melindungi Produk dalam Negeri
Mengutip skripsi Proteksionisme Sengketa Dagang dalam Perdagangan Internasional: Pendekatan Negosiasi oleh Fathun, kebijakan proteksionisme merupakan kebijakan ekonomi yang menghambat perdagangan internasional.
Cara menghambat perdagangan internasional dilakukan melalui tarif impor, pembatasan kuota, pemberian subsidi, atau sejumlah hukum nasional sebagai instrumen untuk menekan atau melarang impor.
Kebijakan proteksionisme ini bertujuan untuk melindungi produk domestik dari barang-barang impor yang berpotensi menyaingi produk dalam negeri. Kebijakan ini dilakukan hampir di seluruh negara di dunia dan tidak pernah benar-benar dapat dihapuskan.
Jenis-jenis Kebijakan Melindungi Produk dalam Negeri
Mengutip laman investopedia.com, kebijakan proteksionisme dilakukan melalui berbagai jenis perlindungan. Berikut beberapa contohnya yang berlaku di berbagai negara:
1. Tarif Impor
Tarif impor adalah salah satu alat utama yang digunakan pemerintah ketika ingin memberlakukan kebijakan proteksionisme. Secara umum, semua bentuk tarif impor dibebankan ke negara pengimpor dan didokumentasikan di bea cukai pemerintah. Tarif impor akan menaikkan harga impor untuk suatu negara.
2. Kuota Impor
Kuota impor adalah hambatan non-tarif yang diberlakukan untuk membatasi jumlah produk yang dapat diimpor selama periode waktu tertentu. Tujuan dari pembatasan kuota adalah untuk membatasi pasokan produk tertentu yang disediakan eksportir ke importir.
3. Standar Produk
Keamanan produk dan produk atau bahan berkualitas rendah biasanya menjadi perhatian utama ketika standar produk diberlakukan. Proteksionisme standar produk dapat menjadi penghalang yang membatasi impor berdasarkan kontrol internal suatu negara.
Secara keseluruhan, membatasi impor melalui penerapan standar produk sering kali dapat meningkatkan volume produksi di dalam negeri.
4. Subsidi Pemerintah
Pejabat pemerintah dapat memilih untuk memberikan subsidi langsung atau tidak langsung di bidang produksi, ketenagakerjaan, pajak, properti, dan lainnya.
Pejabat maupun negara dapat memilih untuk menawarkan subsidi ke suatu bisnis untuk melakukan ekspor jika ingin meningkatkan neraca perdagangan suatu negara.
Subsidi ekspor memberikan insentif bagi bisnis domestik untuk berekspansi secara global dengan meningkatkan ekspor mereka secara internasional.
Kelebihan Kebijakan Melindungi Produk dalam Negeri
Berikut kelebihan dari kebijakan proteksionisme bagi suatu negara yang dikutip dari laman corporatefinanceinstitute.com:
Lebih banyak peluang pertumbuhan
Impor lebih rendah
Lebih banyak pekerjaan
Produk Domestik Bruto (PDB) lebih tinggi
Kekurangan Kebijakan Melindungi Produk dalam Negeri
Berikut kekurangan dari diterapkannya kebijakan proteksionisme bagi suatu negara yang dikutip dari laman corporatefinanceinstitute.com:
Stagnasi kemajuan teknologi
Tidak ada inovasi baru di dalam negeri
Terbatasnya pilihan bagi konsumen
Kenaikan harga karena kurangnya persaingan
Isolasi ekonomi
Demikian pengertian kebijakan proteksionisme untuk melindungi produk dalam negeri, kelebihan, kekurangan, dan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat.
(MQ)
Frequently Asked Question Section
Apa tujuan dari kuota impor dalam kebijakan proteksionisme?

Apa tujuan dari kuota impor dalam kebijakan proteksionisme?
Untuk membatasi pasokan produk tertentu yang disediakan eksportir ke importir.
Apa tujuan dari kebijakan proteksionisme?

Apa tujuan dari kebijakan proteksionisme?
Untuk melindungi produk domestik dari barang-barang impor yang berpotensi menyaingi produk dalam negeri.
Apa kelebihan kebijakan proteksionisme?

Apa kelebihan kebijakan proteksionisme?
Lebih banyak peluang pertumbuhan, impor lebih rendah, lebih banyak pekerjaan, dan Produk Domestik Bruto (PDB) lebih tinggi.
