Mengenal Kurs Jual dan Kurs Beli Valuta Asing

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kurs jual dan kurs beli adalah dua dari tiga jenis kurs yang dapat ditemui di bank atau tempat penukaran mata uang asing (money changer). Secara sederhana, kurs merupakan nilai suatu mata uang terhadap mata uang lainnya.
Dengan mengetahui kurs, seseorang dapat menghitung berapa nilai barang jika dinyatakan dalam mata uang negara lain. Simak uraian artikel di bawah ini untuk mengetahui informasi lengkap seputar kurs jual dan kurs beli.
Pengertian Kurs Jual
Mengutip buku Membuka Cakrawala Ekonomi terbitan PT Grafindo Media Pratama, kurs jual adalah nilai tukar yang ditawarkan oleh pihak bank, pedagang valuta asing (valas), atau money changer.
Nilai kurs jual selalu lebih tinggi dibandingkan kurs beli. Hal tersebut dikarenakan agar pihak bank, pedagang valas, atau money changer mendapatkan keuntungan.
Salah satu contoh dari penggunaan jenis kurs ini adalah saat seseorang ingin berlibur ke negara lain. Maka, orang tersebut perlu menukarkan Rupiah dengan mata uang negara yang dikunjunginya, misalnya Amerika berarti menukar ke mata uang Dolar.
Penggunaan kurs jual ini dilakukan agar bisa melakukan transaksi di negara tersebut. Saat pergi ke Amerika, kamu harus lebih dulu menukarkan Rupiah menjadi USD, baik itu melalui bank, pedagang valas, ataupun money changer.
Untuk contoh perhitungannya, misalnya kamu ingin menukarkan uang sebanyak Rp 7.000.000 dengan nilai tukar 1 USD setara Rp 14.000. Maka, penghitungan pertukaran mata uang tersebut akan menjadi sebagai berikut: Rp 7.000.000 / 14.000 = 500 USD.
Baca juga: Pengertian Kurs, Jenis-jenis, dan Sistemnya
Pengertian Kurs Beli
Yuli Rahayu menerangkan dalam buku Akuntansi Perbankan Syariah SMK/MAK Kelas XII, kurs beli adalah harga yang diberikan oleh bank, pedagang valas, atau money changer kepada seseorang yang ingin menukarkan mata uang asing (managed floating rate).
Sesuai namanya, kurs jenis ini bisa juga disebut sebagai harga pembelian mata uang dan nilainya telah ditentukan pihak-pihak tersebut. Dengan kata lain, nilai beli ini nantinya digunakan untuk membeli mata uang dari negara lain menggunakan valuta lokal.
Sebagai contoh, seorang turis Amerika sedang berlibur di Bali. Ia memiliki mata uang USD dan berencana untuk menukarkannya menjadi Rupiah agar bisa digunakan untuk bertransaksi selama berada di Bali dengan nominal 5.000 USD.
Saat berada di money changer, nilai tukar pembelian mata uang yang berlaku adalah Rp 13.000 per USD. Jadi, perhitungan nominal Rupiah yang didapatkan oleh turis tersebut adalah sebagai berikut: 5.000 USD x Rp 13.0000 = Rp 65.000.0000.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu kurs?

Apa itu kurs?
Secara sederhana, kurs merupakan nilai suatu mata uang terhadap mata uang lainnya.
Apa kegunaan dari kurs?

Apa kegunaan dari kurs?
Dengan mengetahui kurs, seseorang dapat menghitung berapa nilai barang jika dinyatakan dalam mata uang negara lain.
Mengapa nilai kurs jual lebih tinggi dari nilai kurs beli?

Mengapa nilai kurs jual lebih tinggi dari nilai kurs beli?
Hal tersebut dikarenakan agar pihak bank, pedagang valas, atau money changer bisa mendapatkan keuntungan dari menjual kurs tersebut.
