Mengenal Pernyataan Ekonomi Positif dalam Ilmu Ekonomi

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernyataan ekonomi positif merupakan salah satu dasar dalam pembentukan teori ekonomi. Dalam ilmu ekonomi, pernyataan positif adalah pernyataan yang berkaitan dengan fakta-fakta yang berlaku di masyarakat.
Mengutip situs Investopedia, pernyataan positif mengacu pada analisis objektif dalam studi ilmu ekonomi. Itu berarti bahwa pernyataan positif merupakan aliran ekonomi objektif berdasarkan fakta atau hal yang sedang terjadi.
Pernyataan ini berusaha menjelaskan apa yang ada dan bagaimana cara kerjanya. Kajian analisisnya pun tidak mempertimbangkan apakah hasilnya baik atau buruk. Agar semakin paham, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Contoh Kasus Pernyataan Ekonomi Positif
Dikutip dari buku Aspek Dasar Ekonomi Mikro terbitan Grasindo, pernyataan ekonomi positif berhubungan dengan perkiraan tentang apa yang sudah dan akan terjadi sebagai akibat suatu atau serangkaian tindakan/peristiwa.
Misalnya, bila pendapatan masyarakat naik, permintaan terhadap barang-barang elektronik dan otomotif meningkat. Hal ini tentunya membuat penawaran akan produk-produk tersebut juga meningkat, sehingga pada akhirnya menyebabkan harga produk menjadi sangat murah.
Contoh lainnya, bilamana di suatu daerah terjadi musim kemarau yang panjang yang mengakibatkan produksi beras di daerah tersebut merosot tajam, dan daerah tersebut tidak memiliki pasokan beras dari daerah lain, maka akan mengakibatkan harga beras di daerah tersebut menjadi naik.
Kasus-kasus di atas merupakan contoh dari pernyataan positif, di mana penyelesaian masalah-masalah tersebut dapat diuji kebenarannya dengan fakta-fakta yang ada.
Baca juga: Mengenal Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro dalam Ilmu Ekonomi
Perbedaan Pernyataan Ekonomi Positif dengan Pernyataan Ekonomi Normatif
Selain pernyataan positif, terdapat pula pernyataan normatif dalam teori ekonomi mikro. Menurut Sugiarto Dkk dalam buku Ekonomi Mikro (Edisi Baru), pernyataan ekonomi normatif dimaknai sebagai:
"Suatu pandangan subyektif atau suatu “value judgement” yang mencerminkan penilaian normatif tentang bagaimana seharusnya ekonomi bekerja."
Pernyataan normatif berkaitan dengan bagaimana pembangunan ekonomi, hasil dari ekonomi, atau tujuan kebijakan publik seharusnya. Oleh sebab itu kebenaran pernyataan normatif tidak dapat dibuktikan dengan melihat kenyataan.
Kebanyakan “value judgement” yang melibatkan kebijakan ekonomi akan berakhir pada perhitungan untung rugi dengan mempertimbangkan kepemilikan di satu sisi dan efisiensi ekonomi di sisi lainnya.
Jika dirincikan, berikut perbedaan antara pernyataan ekonomi positif dan pernyataan ekonomi normatif yang dirangkum dari buku Konsep Dasar Ekonomi Mikro oleh Dr. Ns. Elis Anita Farida, dkk:
Pernyataan positif sering juga disebut ekonomi murni atau ekonomi deskriptif yang berfungsi menganalisis hubungan sebab akibat. Sementara pernyataan normatif berfungsi untuk melewati penilaian nilai terhadap suatu hal atau karakteristik.
Pernyataan positif dengan jelas menggambarkan masalah ekonomi. Sementara pernyataan normatif cenderung memberi solusi atas masalah ekonomi berdasarkan nilai.
Pernyataan positif sifatnya objektif karena berfokus pada penyajian pernyataan yang relevan dengan didukung data aktual. Sedangkan pernyataan normatif bersifat subjektif karena fokusnya lebih mengarah pada penyajian pernyataan soal mungkin atau tidaknya suatu hal di masa depan.
Pernyataan positif merupakan cabang ilmu ekonomi yang "apa adanya". Sedangkan pernyataan normatif merupakan cabang ilmu ekonomi yang "seharusnya".
Pernyataan positif memberi klarifikasi yang bersifat ilmiah dan dapat diperhitungkan. Sedangkan pernyataan normatif lebih didasarkan pada penilaian pribadi.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apakah pernyataan positif dalam ekonomi?

Apakah pernyataan positif dalam ekonomi?
Dalam ilmu ekonomi, pernyataan positif adalah pernyataan yang berkaitan dengan fakta-fakta yang berlaku di masyarakat.
Apa contoh kasus ekonomi positif?

Apa contoh kasus ekonomi positif?
Misalnya, bila pendapatan masyarakat naik, permintaan terhadap barang-barang elektronik dan otomotif meningkat. Hal ini tentunya membuat penawaran akan produk-produk tersebut juga meningkat, sehingga pada akhirnya menyebabkan harga produk menjadi sangat murah.
Apa yang dimaksud dengan ekonomi normatif?

Apa yang dimaksud dengan ekonomi normatif?
Ekonomi normatif adalah suatu pandangan subjektif atau suatu “value judgement” yang mencerminkan penilaian normatif tentang bagaimana seharusnya ekonomi bekerja.
