Konten dari Pengguna

Mengenal Siklus Akutansi Perusahaan Jasa

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Siklus Akutansi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Siklus Akutansi. Foto: Pixabay

Setiap manusia dikaruniai ketrampilan, pengetahuan, dan pengalaman oleh sang Pencipta. Karunia tersebut dapat kita manfaatkan sebagai salah satu peluang usaha yang menguntungkan.

Membangun perusahaan di bidang jasa, itulah hal yang dapat kamu lakukan. Sebelum hal itu terealisasikan, tentunya kamu harus mempelajari seluk beluk mengenai perusahaan bidang jasa tersebut, salah satunya adalah mempelajari siklus akutansi.

Siklus akuntasi sendiri adalah proses penyusunan sebuah laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterima. Berikut siklus akuntansi pada perusahaan jasa.

Siklus Akutansi Perusahaan Jasa

  • Identifikasi Transaksi

Langkah pertama dalam siklus akuntansi adalah mengidentifikasi dan menganalisis transaksi keuangan selama periode tersebut. Kamu dapat menganalisis transaksi tersebut melalui kwitansi, faktur penjualan, faktur pembelian, penerimaan kas, kartu jam kerja, dan lain sebagainya.

  • Catat Transaksi dalam Jurnal

Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah mencatatnya dalam jurnal. Catat transaksi dalam jurnal dengan detail, berdasarkan data yang didapat agar memudahkan siklus selanjutnya.

  • Posting ke Buku Besar

Setelah transaksi dicatat sebagai entri jurnal, maka selanjutnya harus memposting ke akun di buku besar. Buku besar memberikan rincian semua kegiatan akuntansi dengan akun dan mencatat aktiva tertentu.

Contoh: jenis transaksi, tanggal, nomor, nama akun dan lain sebagainya.

Kegiatan ini membuat seluruh transaksi perusahaan pada jurnal yang berhubungan dengan kas akan masuk pada satu buku besar kas. Lalu, hitunglah saldo masing-masing akun pada buku besar untuk mengetahui total nilai akun.

  • Penyusunan Neraca Saldo

Neraca saldo adalah daftar saldo rekening-rekening buku besar pada periode tertentu. Neraca saldo berfungsi untuk membuktikan bahwa sisi debit dan kreditnya seimbang. Apabila jumlah debit dan kredit seimbang, itu berarti tidak ada kesalahan dalam penginputan data.

  • Penyusunan Jurnal & Neraca Saldo Penyesuaian

Jurnal penyesuaian dibuat dan digunakan untuk memastikan bahwa debet dan kredit sama. Jika ada perbedaan maka penyesuaian perlu dilakukan.

Selain mengidentifikasi kesalahan, penyesuaian juga mungkin diperlukan untuk pencocokan pendapatan dan pengeluaran saat menggunakan akuntansi aktual.

  • Neraca Lajur

Neraca saldo dan jurnal penyesuaian menjadi acuan dalam menyusun neraca lajur. Neraca lajur menginformasikan akuntansi berbentuk laporan laba rugi dan neraca. Keduanya, akan menjadi pondasi dalam membuat laporan keuangan.

  • Penyusunan Laporan Keuangan

Berdasarkan informasi pada neraca saldo setelah penyesuaian, tahap selanjutnya yaitu menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan yang disusun seperti:

  1. Laporan laba rugi

  2. Laporan perubahan modal

  3. Neraca

  4. Laporan arus kas

  • Jurnal Penutup

Setelah membuat laporan keuangan, Anda juga harus membuat jurnal penutup. Jurnal penutup hanya dibuat pada akhir periode akuntansi saja. Rekening yang ditutup hanya rekening nominal atau rekening laba-rugi. Caranya dengan me-nol kan atau membuat nihil rekening terkait.

  • Jurnal Pembalik

Jurnal pembalik adalah siklus pembalikan beberapa akun yang telah ditutup untuk mengembalikan saldonya. Akun perkiraan yang dibalik biasanya merupakan pembayaran yang dibayar di muka dan belum jatuh tempo.

Jurnal pembalik ini bersifat optional, artinya kamu tidak wajib membuatnya. Meski demikian, untuk beberapa transaksi tertentu jurnal pembalik ini memang harus dibuat.

  • Neraca Awal atau Akhir

Setelah penutupan, siklus akuntansi dimulai lagi dari awal dengan periode pelaporan baru. Penutupan biasanya merupakan waktu yang baik untuk mengajukan dokumen, merencanakan periode pelaporan berikutnya, dan meninjau kalender acara dan tugas di masa depan.

Neraca ini merupakan neraca akhir pada sebuah periode, dan digunakan sebagai siklus akuntansi selanjutnya.

(AAG)