Menggiurkan! Ini Nominal Gaji Tukang Las Bawah Laut Beserta Kualifikasinya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bekerja sebagai tukang las bawah laut atau underwater welder memang masih terdengar asing di telinga masyarakat Indonesia. Karena bekerja di bawah laut, banyak risiko yang harus ditanggung. Meskipun begitu, gaji tukang las bawah laut disebut sangat fantastis.
Dari sekian banyak pekerjaan di kawasan laut, profesi tukang las di bawah laut menjadi sorotan. Hal itu karena gajinya yang terbilang menggiurkan. Namun untuk menjadi tukang las di bawah laut kamu harus memenuhi kualfikasi khusus, misalnya, memiliki keahlian menyelam dan mengelas.
Kualfikasi tersebut bisa dibuktikan dengan sertifikasi dari lembaga atau pihak berwenang. Lebih lanjut, berikut informasi lengkap mengenai kualifikasi dan gaji tukang las bawah laut.
Gaji Tukang Las Bawah Laut
Berapa gaji tukang las bawah laut yang tugasnya memeriksa kabel di bawah laut? Pada dasarnya gaji tukang las bawah laut berbeda-beda tergantung industrinya.
Dikutip dari Bureau of Labor Statistic AS, ada beberapa industri yang membutuhkan profesi tukang las bawah laut. Contohnya, industri konstruksi, teknik sipil, museum, situs sejarah, kegiatan pendukung transportasi air, arsitektur, dan lain sebagainya.
Industri Arsitektur, Teknik, dan Layanan Terkaitnya
Gaji tukang las bawah laut pada industri arsitektur, teknik, dan layanan sejenisnya memiliki kisaran hingga USD34,30 per jam atau sekitar Rp509 ribu per jam (kurs Rp 14.860). Dengan begitu, tukang las di industri tersebut akan mendapatkan gaji sekitar USD70.570 atau Rp1 miliar.
Industri Teknik Sipil dan Teknik Berat Lainnya
Tukang las bawah laut juga bekerja di industri teknik sipil dan teknik berat lainnya. Untuk gaji tukang las bawah laut di bidang ini sekitar USD33,39 per jam atau USD70.570 per tahun.
Industri Pendukung Transportasi Air
Sementara itu, tukang las bawah laut di industri pendukung transportasi air akan menerima gaji sekitar USD27,71 per jam atau USD57,630 per tahun.
Industri Museum, Situs Sejarah, dan Lembaga Serupa
Profesi tukang las bawah laut di industri museum, situs sejarah, dan lembaga serupa penyelamnya menerima gaji sebesar USD19,39 per jam dan USD40,330 per tahun.
Tugas dan Kualifikasi Tukang Las Bawah Laut
Secara singkat, tukang las bawah laut bertugas memotong, membuat, memperbaiki, dan mengelas struktur logam di wilayah perairan laut.
Mereka juga bertugas memastikan keamanan dari setiap proyek yang dikerjakan. Lebih lanjut, berikut tugas dan kualifikasi tukang las bawah laut yang dikutip dari jooble.org:
Pendidikan minimal lulusan SMA/SMK
Pengalaman minimal dua tahun dibidang yang sama
Memiliki sertifikat welding minimal 3G FCAW dan SMAW (BNSP/MIGAS)
Mempersiapkan material dan alat kerja
Mampu melakukan tes fungsi termasuk self-inspection
Mampu melakukan pengelasan 3G FCAW & SMAW
Mampu membaca gambar dan memahami satuan ukur
Mampu mengidentifikasi dan melaporkan masalah (defect)
Taat dan patuh terhadapat segala ketentuan K3L
Mampu berkerja dalam tim
Itu dia informasi mengenai tugas, kualifikasi, dan gaji tukang las bawah laut. Besaran gaji yang didapat untuk para underwater welder ini sebanding dengan tugas dan risiko yang besar. Bagaimana, apakah kamu berminat menjadi tukang las di bawah laut?
(ZHR)
Frequently Asked Question Section
Apa saja keahlian dasar untuk menjadi tukang las bawah laut?

Apa saja keahlian dasar untuk menjadi tukang las bawah laut?
Untuk menjadi tukang las bawah laut, pelamar perlu memiliki keahlian menyelam dan mengelas yang dibuktikan dengan sertifikat.
Apa kualifikasi minimal pendidikan untuk profesi tukang las di bawah laut?

Apa kualifikasi minimal pendidikan untuk profesi tukang las di bawah laut?
Minimal pendidikan untuk profesi tukang las di bawah laut adalah SMA/SMK.
Apa saja industri yang membutuhkan profesi tukang las bawah laut?

Apa saja industri yang membutuhkan profesi tukang las bawah laut?
Industri yang membutuhkan profesi tukang las bawah laut antara lain industri konstruksi, teknik sipil, museum, situs sejarah, kegiatan pendukung transportasi air, arsitektur, dan lain sebagainya.
