Mengulik Arti Nama Astana, Gedung Kepresidenan yang Baru

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Telah diketahui bahwa sejak 2019 lalu Presiden Joko Widodo telah menetapkan rencana pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia ke Provinsi Kalimantan Timur. Presiden Joko Widodo mengatakan lokasi tepatnya adalah berada di Kabupaten Penajam Pasar Utara di kabupaten Kutai Kertanegara.
Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah pun mulai merancang segala persiapan untuk membangun ibu kota baru tersebut. Salah satunya dengan mendirikan gedung kepresiden baru di Kaltim. Pemerintah pun melakukan sayembara untuk menentukan desain gedung kepresidenan baru sejak 2019 lalu.
Tentu saja saat ini sudah menemukan pemenang sayembara desain istana kepresidenan yang baru tersebut. Pemenang tersebut adalah Ardzuna Sinaga yaitu master planner tim pemanang utama sayembara desain ibu kota negara baru.
Istana Presiden yang baru tersebut dinamakan dengan Astana Indonesia Raya. Mengulik dari beberapa sumber, nama Astana berasal dari bahasa Sansekerta sthana yang berarti tempat. Kata Astana masih berhubungan dengan kata Istana yang berarti ‘kediaman sang raja’.
Konsep Istana negara yang baru tersebut terinspirasi dari satu rumah adat yang dimiliki di Indonesia. Tim pemenang juga menjelaskan bahwa gedung Presiden yang baru akan mengusung tema ‘Nagara Rimba Nusa’
Nagara Rimba Nusa memiliki arti, Nagara yaitu mewakilkan sebuah ibu kota, Rimba dan Nusa merupakan karakter atau identitas dari Indonesia sendiri. Desain Astana Indonesia Raya memiliki beberapa poros yang mewakilkan dari beberapa elemen seperti alam, manusia, dan Sang Pencipta.
Adapun desain tersebut menerangkan bahwa Astana Negara Raya memiliki desain atap yang unik berbentuk lancip dilengkapi dengan lambang negara Burung Garuda. Hal tersebut digambarkan sebagai refleksi Bhineka Tunggal Ika. Tim pemenang menjelaskan bahwa pemilihan atap gedung presiden tersebut terinspirasi dari berbagai campuran rumah adat di Indonesia.
Pemerintah optimis pembangunan ibu kota akan dilaksanakan pada tahun ini. Tapi sayangnya, rencana pembangunan tersebut tampaknya tidak akan berjalan dengan mulus dikarenakan pemerintah saat ini harus mengutamakan penanganan pandemi COVID-19 terlebih dahulu.
