Konten dari Pengguna

Pasar Oligopoli: Pengertian, Ciri, dan Contohnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pasar Oligopoli. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pasar Oligopoli. Foto: Pexels

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan pasar oligopoli? Dalam buku Ekonomi Mikro karya Sigit Sardjono, pasar oligopoli merupakan keadaan di mana hanya sedikit penjual, sehingga tindakan seorang perodusen akan mendorong produsen lainnya.

Sedangkan menurut Alam S. dalam buku Ekonomi, pasar oligopolI merupakan pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Jumlah perusahaan pada pasar oligopoli umumnya lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.

Ciri-Ciri Pasar Oligopoli

Dikutip dari laman Accurate, pasar jenis ini memiliki karakteristik atau ciri-ciri tertentu. Ini yang membedakannya dengan jenis pasar yang lain. Berikut ini ciri-ciri dari pasar oligopoli.

1. Dijalankan Dua Produsen atau Lebih

Ciri-ciri pasar oligopoli yang pertama adalah dijalankan dua produsen atau lebih. Sedangkan batas jumlahnya adalah kurang dari sepuluh produsen atau pihak penyedia barang.

Karena ciri-ciri inilah pasar jenis ini disebut persaingan tidak sempurna disebabkan jumlah produsen yang menjual produk sangat sedikit. Tentu berbeda dengan produsen teknologi yang jumlahnya banyak sehingga persaingannya juga maksimal.

2. Produk yang Dijual Homogen dan Saling Menggantikan

Ciri-ciri pasar oligopoli yang kedua adalah produk yang dijual homogen dan bisa saling menggantikan. Salah satu contohnya adalah produk rokok. Yang mana produk yang dijual hanya satu rokok, tetapi variasi produknya banyak.

Selain itu, rokok yang dianggap tidak laris di pasaran bisa digantikan oleh rokok yang lainnya. Karena alasan inilah, produk rokok disebut produk yang dipasarkan di pasar jenis ini.

3. Kebijakan Produsen Utama Sebagai Acuan Produsen Lainnya

Di dalam pasar oligopoli kebijakan produsen utama menjadi acuan produsen lainnya (produsen cabang). Oleh karena itu, pihak produsen cabang hanya menjalankan saja kebijakan tersebut.

Yang termasuk ke dalam kebijakan produsen utama yang harus diikuti produsen lainnya adalah penarikan produk lama dan digantikan oleh produk yang baru. Termasuk juga pergantian fungsi, harga, dan rasa dari produk.

4. Harga Barang di Pasar Relatif Sama

Ciri-ciri yang selanjutnya adalah harga barang di pasar relatif sama. Sekalipun ada perbedaan, selisihnya tidak terlalu besar. Misal, harga sabun merek A di toko Intan harganya tidak akan jauh berbeda dengan harga sabun merek yang sama di Toko Barokah.

Ini disebabkan oleh kebijakan naik turunnya harga ditentukan oleh produsen utama. Sehingga produsen yang di bawahnya akan menyesuaikan dengan harga-harga tersebut. Karena jumlah produsennya tidak terlalu banyak, tentu selisih harga yang muncul di pasaran juga tidak terlalu besar.

5. Produsen Baru Kesulitan Masuk Pasar

Produsen baru akan sangat kesulitan untuk memasuki pasar oligopoli. Karena produsen yang lama sudah eksis dengan cara memainkan harga agar konsumen tidak berpindah.

Sedangkan produsen baru tentunya tidak akan bisa mengejar eksistensi tersebut. Memang perusahaan bisa memberikan harga murah, tetapi sebagai usaha baru tentu sangat riskan. Karena keuntungan yang didapatkan sangat kecil.

6. Membutuhkan Strategi Pemasaran yang Matang

Ciri-ciri terakhir jenis pasar ini adalah membutuhkan strategi pemasaran yang matang. Karena produk yang dipasarkan homogen dengan jumlah produsen yang sedikit. Dikhawatirkan jika sosialisasi pasar tidak dilakukan dengan intensif, konsumen akan berpindah ke produk lain.

Oleh sebab itu, promosi atau strategi marketing perlu untuk dijalankan dengan baik. Karena ini yang menentukan produk masih beredar atau malah tenggelam.

Contoh Pasar Oligopoli

Ilustrasi Pasar Oligopoli. Foto: Pexels
  • Provider Kartu Sim

1. Telkomsel

Telkomsel didirikan pada tanggal 26 Mei 1995. Sampai sekarang ini, Telkomsel adalah perusahaan sambungan telepon seluler dengan paling banyak pelanggan yaitu sebesar 178 juta pengguna di Indonesia.

2. Indosat Ooredoo

Selanjutnya adalah Indosat Ooredoo yang berdiri pada tahun 1967. Ketika itu, Indosat adalah perusahaan penanaman modal asing pertama di Indonesia. Namun kini ia beralih menjadi perusahaan yang menyediakan jasa telekomunikasi dan jaringan.

3. Three (3)

Jaringan 3 di Indonesia dioperasikan oleh PT. Hutchison 3 Indonesia. Markas Pusat 3 berada di Hongkong. Tak hanya ada di Indonesia, jaringan Three juga meluas hingga ke Eropa, Asia, dan Australia.

4. Smartfren

Nama awal perusahaan ini adalah PT. Smart Telecom Tbk dan PT. Mobile-8 Telecom Tbk. Namun karena adanya krisis keuangan, pada bulan November 2009 perusahaan ini diakuisisi Sinar Mas Group. Sampai sekarang, perusahaan menggunakan nama PT. Smartfren Telecom Tbk.

  • Pasar Semen

1. Holcim

PT. Holcim Indonesia Tbk mempunyai pabrik di Jawa barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Masing-masing lokasinya di Narogong, Tuban, dan Cilacap. Pabrik tersebut berkapasitas maksimum 12,5 juta ton semen per tahun.

2. Indocement

PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk didirikan pada tanggal 16 Januari 1985. Produk semen dari Indocement yang populer adalah Semen Tiga Roda.

3. Semen Baturaja

PT. Semen Baturaja (Persero) termasuk sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Semen Baturaja berdiri pada tanggal 14 November 1974.

4. Semen Indonesia

PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk didirikan pada tanggal 7 Agustus 1957. Semen Indonesia termasuk sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan merupakan produsen semen terbesar di Indonesia. Dalam perluasan usahanya, Semen Indonesia tidak hanya melakukan penjualan di dalam negeri, namun juga melakukan ekspor ke negara lain, termasuk Hongkong, Kamboja, Singapura, Malaysia, Australia, Madagascar, Yaman, dan negara-negara lain.

5. Semen Gresik

PT. Semen Gresik adalah anak perusahaan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Semen Gresik didirikan pada tahun 2013.

6. Semen Padang

PT. Semen Padang didirikan pada tanggal 18 Maret 1910. Hal ini membuat Semen Padang sebagai produsen semen tertua di Indonesia. Produksi Semen Padang dalam satu tahun mencapai 7,4 juta ton semen.

7. Semen Tonasa

PT. Semen Tonasa (Persero) terletak di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan. Semen Tonasa didirikan pada tanggal 5 Desember 1960, sesuai TAP MPRS No. II/MPRS/1960 yang dimiliki langsung oleh pemerintah.

  • Pasar Mobil

1. Toyota

Perusahaan Toyota di Indonesia adalah Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Produksi Toyota di Indonesia dapat mencapai 200.000 unit dalam satu tahun.

2. Honda

Honda mempunyai pabrik di Karawang. Pabrik tersebut bisa memproduksi mobil sampai 200.000 unit dalam satu tahun.

3. Daihatsu

Daihatsu memiliki pabrik di Sunter dan Karawang. Pabrik tersebut bisa memproduksi mobil 180.000 sampai 200.000 unit dalam satu tahun.

4. Suzuki

Suzuki memiliki pabrik di Cikarang. Pabrik itu bisa memproduksi mobil sampai 150.000 unit dalam satu tahun.

5. Nissan

Nissan mempunyai pabrik di Purwakarta. Pabrik tersebut bisa memproduksi mobil sampai 80.000 unit dalam satu tahun.

Itulah ulasan singkat mengenai pasar oligopoli. Semoga bermanfaat!

(AAG)