Konten dari Pengguna

Pengangguran Friksional: Pengertian dan Penyebabnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengangguran friksional. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengangguran friksional. Foto: Pexels

Masalah ekonomi yang perlu mendapatkan perhatian adalah pengangguran. Istilah ini digunakan untuk menyebut keadaan seseorang yang sudah memasuki usia kerja atau sedang mencari pekerjaan tetapi belum mendapatkan pekerjaan.

Berdasarkan penyebabnya, pengangguran dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis, salah satunya adalah pengangguran friksional. Pengangguran ini terjadi karena adanya penyesuaian antara lowongan kerja yang tersedia dan kemampuan pekerja.

Apa Itu Pengangguran Friksional?

Ilustrasi pengangguran friksional. Foto: Pexels

Pengangguran friksional adalah jenis pengangguran yang disebabkan oleh adanya kendala waktu, informasi, dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pemberi kerja.

Mengutip dari buku Pengantar Ilmu Ekonomi (2023) yang disusun oleh Shanty Oktavilia, pengangguran ini biasanya bersifat sementara atau jangka pendek.

Contohnya, ketika seseorang sedang membutuhkan waktu untuk mencari jenis pekerjaan yang cocok dengan spesifikasi pendidikan yang dia miliki. Selama menganggur, maka ia disebut sebagai pengangguran friksional.

Pengangguran friksional berlaku pada tenaga kerja yang sementara waktu tidak bekerja, tetapi sedang mencari pekerjaan. Kumpulan pekerja potensial ini meliputi lulusan-lulusan baru, orang yang meninggalkan pekerjaan lama mereka karena alasan apa pun dan sedang mencari pekerjaan lain.

Di dalamnya juga termasuk mantan-mantan pekerja yang telah memutuskan untuk kembali bekerja.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud Fleksibilitas pada Indikator Keberhasilan Manajemen?

Penyebab Terjadinya Pengangguran Friksional

Ilustrasi pengangguran friksional. Foto: Pexels

Pengangguran friksional merupakan pengangguran yang terjadi karena kesulitan tempororer dalam mempertemukan pemberi kerja dan lowongan kerja yang ada.

Kesulitan-kesulitan yang dihadapi, antara lain, waktu yang diperlukan dalam pelamaran dan seleksi, atau terjadi karena faktor jarak maupun kurangnya informasi.

Dalam buku Ekonomi dan Manajemen Sumber Daya Manusia (2024) karya Aryntika Cahyantini, dkk, berikut beberapa hal yang menyebabkan terjadinya pengangguran friksional.

  • Pekerja meninggalkan pekerjaan mereka saat ini untuk mencari peluang yang lebih baik, upah yang lebih tinggi, kondisi kerja yang lebih baik atau jalur karier yang lebih sesuai.

  • Pekerja pindah ke kota atau wilayah baru karena alasan pribadi, seperti pertimbangan keluarga atau perpindahan pekerjaan pasangan.

  • Adanya perubahan karier atau industri sehingga membutuhkan waktu untuk menemukan posisi yang sesuai.

  • Lulusan baru dari perguruan tinggi, universitas, atau program pelatihan kejuruan sering kali menghabiskan waktu untuk mencari pekerjaan pertama.

  • Pengangguran friksional juga terjadi karena faktor jarak dan kurangnya informasi. Pelamar tidak mengetahui di mana ada lowongan dan pengusaha juga tidak mengetahui di mana tersedia tenaga kerja yang memenuhi syarat.

Kendati demikian, pengangguran friksional umumnya dipandang tak terlalu mengkhawatirkan dibanding bentuk-bentuk lainnya, karena hal ini mengindikasikan pasar tenaga kerja yang sehat dan dinamis.

Hal ini memungkinkan alokasi sumber daya tenaga kerja yang lebih baik, karena pekerja menemukan pekerjaan yang lebih sesuai dengan keterampilan dan preferensi mereka yang akhirnya dapat meningkaktan kepuasan kerja dan produktivitas.

(SA)