Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.103.0
Konten dari Pengguna
Pengangguran Terselubung: Pengertian dan Jenis-jenisnya
11 Juli 2023 10:11 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Pengangguran terselubung mengacu pada angkatan kerja yang memiliki produktivitas rendah dalam melakukan pekerjaannya. Produktivitas yang rendah akan menghambat realisasi produk domestik bruto (PDB).
ADVERTISEMENT
Untuk mengetahui informasi lainnya mengenai pengangguran terselubung, simak pengertian dan jenisnya di artikel Berita Bisnis berikut ini.
Pengertian Pengangguran Terselubung
Mengutip wallstreetmojo.com, pengangguran terselubung mengacu pada situasi ketika pekerja yang dipekerjakan dalam suatu pekerjaan tak dapat memanfaatkan potensi penuhnya. Hasilnya, produktivitas mereka secara keseluruhan tetap rendah.
Hal ini terjadi ketika pekerja merupakan bagian dari angkatan kerja tetapi bekerja di bawah potensi mereka yang sebenarnya.
Tingginya tingkat pengangguran terselubung merupakan masalah besar bagi perekonomian karena dapat menghambat realisasi PDB atau output total yang lebih tinggi.
Sederhananya, merujuk investopedia.com, pengangguran terselubung adalah pengangguran yang terjadi ketika produktivitas pekerja rendah dan terlalu banyak pekerja yang mengisi terlalu sedikit pekerjaan.
Jenis-jenis Pengangguran Terselubung
Merujuk laman yang sama, berikut jenis-jenis pengangguran terselubung dalam suatu negara:
ADVERTISEMENT
1. Setengah Menganggur
Dalam situasi tertentu, angkatan kerja yang melakukan pekerjaan paruh waktu (part time) dapat dikualifikasikan sebagai pengangguran terselubung, hanya jika mereka ingin atau pada dasarnya mampu melakukan pekerjaan penuh waktu (full time).
Pengangguran terselubung juga termasuk mereka yang bekerja dalam beberapa kapasitas tetapi tak dalam kapasitas penuh.
Sebagai contoh, seseorang dengan gelar master administrasi bisnis (MBA) yang menerima posisi kasir full time karena ketidakmampuan untuk mendapatkan pekerjaan di bidangnya dapat dianggap setengah menganggur, karena orang tersebut bekerja di bidang yang bukan keahliannya.
Selain itu, seseorang yang bekerja paruh waktu di bidangnya juga dapat dikategorikan sebagai setengah pengangguran.
2. Sakit dan Cacat
Jenis lain dari pengangguran terselubung adalah mereka yang sakit atau dianggap cacat sebagian. Meski tak bekerja secara aktif, mereka mungkin mampu menjadi produktif dalam perekonomian.
ADVERTISEMENT
Dalam kasus sakit, bentuk pengangguran terselubung ini bersifat sementara dan juga dapat dikategorikan ketika seseorang menerima bantuan disabilitas.
3. Tak Lagi Mencari Pekerjaan
Jika seseorang berhenti mencari pekerjaan, baik dalam jangka pendek maupun panjang, hal ini dapat dianggap sebagai pengangguran terselubung.
Sederhananya, pengangguran terselubung juga dapat terjadi ketika seseorang ingin mencari pekerjaan tetapi berhenti mencari karena patah semangat akibat lamanya pencarian.
(MQ)